My Love From The Dark

My Love From The Dark
56. Pura-pura



Setelah melihat Ceres dan Aleta, Archilles dan Elea kembali ke dalam kamar mereka.


" Besok kamu harus memeriksa kandunganmu pada Josh " ucap Archilles sambil memeluk Elea.


" Apakah tuan mau menemaniku? " tanya Archilles


" Tentu saja aku akan menemanimu" Jawab Archillea


" Aku tidak apa apa kalau tuan tidak bisa, aku bisa diantar oleh Ceres" ucap Elea polos


" Bagaimana bisa aku membiarkan itu, aku juga ingin tahu kondisi anak kita dan kamu! " balas Archilles


"Urusan di kantor biarlah Ceres yang menanganinya, aku yang akan mengantarmu" lanjut Archilles


" Baiklah...terserah tuan" ucap Elea


" Sekarang istirahatlah" Ucap Archilles


"hmm.." balas singkat Elea dan tidur dipelukkan Archilles.


Keesok hariannya di klinik Josh


Drrrrttt....drrrtttt.... telepon genggam Josh bergetar di atas meja


" Iya, dengan Josh disini " Josh mengangkat teleponnya.


" Ini aku Archilles, kami perjalanan menuju klinikmu" jawab Archilles via telepon


" Baiklah...aku tunggu kalian " balas Josh


Lalu Josh menutup teleponnya dan hendak keluar ruangan untuk meregangkan badannya. Ketika Josh menutup pintu ruangannya dan hendak pergi mencari kopi.


" Halo dokter ganteng... mau kemana?" tiba tiba suara seorang wanita mengagetkan Josh.


"....." Josh menatap dingin wanita itu tanpa mengatakan apapun.


" Apa tuan tidak mengingatku sama sekali?! " tanya wanita itu agak terlihat sedih


" Ah maaf kan saya nona, banyak sekali pasien wanita datang pada saya...jadi saya tidak ingat siapa nona ini" Jawab Josh tegas, sebenarnya Josh ingat bertemu wanita itu di Bar beberapa waktu yang lalu.


" Dan saya permisi, saya ingin istirahat dahulu" lanjut Josh


" Nona...orang ke 98 yang mendatangi dokter Josh dan sekaligus ditolak" ucap perawat itu


" Apa?!....tidak bisa! ...aku bukan seperti yang lain" Ucap Olivia yang lalu mengejar Josh


" semoga berhasil nona cantik" ucap perawat itu.


" Tunggu tuan! " Teriak Olivia namun Josh pura pura tidak mendengarkannya dan terus berjalan.


Josh menuju kantin dan membeli cappucino panas dan sebuah roti sandwich, lalu setelah selesai membayar Josh berjalan menuju sebuah taman di kliniknya, tempat dimana Josh menghilangkan rasa lelahnya. Namun Olivia masih membuntutinya dan Josh tidak mempedulikannya.


" Sial, kenapa pria ini begitu dingin dan cuek padaku?!" gumam Olivia yang kemudian terlintas dibenaknya bayangan Archilles.


" Archilles memang tidak bisa aku dapatkan tapi dia harus kudapatkan!" masih gumam Olivia


Lalu Olivia mendekatinya pelan pelan, Josh hanya diam dan menikmati makanan dan minumnya yang dibeli tadi.


" Tuan hiks... hiks... kenapa bersikap seperti ini padaku?" tanya Olivia pura pura sedih dan menangis


" Aku hanya mau mengantarkan ini, untuk mengucapan terima kasih " Ucap Olivia yang menyodorkan sebuah bekal


Josh membulatkan matanya dan melihat Olivia seperti itu merasa bersalah


" Mungkin tuan lupa padaku, tapi aku tidak akan pernah lupa kebaikan tuan yang sudah menolong aku waktu di bar " ucap Olivia yang masih dengan kepura-puraannya


" Aku juga ingin memeriksa luka di lenganku karena terjatuh tadi pagi, tapi tuan sepertinya tidak mau memeriksaku padahal tuan yang menyuruhku untuk datang kemari kalau aku terluka " Jelas Olivia


membuat Josh tercekat dan semakin merasa bersalah karena mendengar niat baiknya.


"........." Josh hanya diam dan tak mampu mengeluarkan kata kata


" Ahhh tahu begini, aku tidak usah datang saja ... Tapi... ini untuk tuan mohon diterima " Ucap Olivia yang meletakkan kotak makanan di depan Josh


" Maaf jika aku mengganggu tuan, saya permisi " Kali ini Olivia sungguh merasa kecewa dan sedih karena tidak ada respon sama sekali dari Josh yang hanya terdiam dan Olivia berbalik dan melangkah pergi


'Jadi nona ini cuma mau periksa karena memang aku yang menyuruhnya kalau dia sakit atau terluka dan memberiku ini untuk mengucapkan terima kasih, Kamu benar benar bodoh Josh, dia tidak bersalah malah kau lukai perasaannya...benar benar bodoh kamu" batin Josh merutukkin dirinya sendiri


Josh benar benar merasa bersalah lalu tidak menunggu waktu yang lama, Josh bergegas mengambil kotak makanan dan berlari mengejar Olivia.