My Love From The Dark

My Love From The Dark
52. Membuat perhitungan



Aleta sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, dia malu sehingga menyembunyikan wajahnya di dada bidang Ceres.


" T-tuan aku b-bisa berjalan sendiri tidak perlu menggendongku...ini memalukan!" ucap pelan pada Ceres.


" Siapa wanita yang digendong oleh tuan Ceres?? " bisik bisik karyawan


" Aku juga ingin diperlakukan seperti itu " ucap karyawan yang lain


" bukankah dia resepsionis tadi ?! " tanya salah satu karyawan yang tadi membully Aleta.


" Dasar wanita murahan! awas kamu ya sudah merebut orang yang kusukai ” wanita itu lalu marah dan benci pada Aleta.


Akhirnya Aleta sampai di ruangan Ceres lalu Ceres membawanya ke kursi tamu dan mendudukkan Aleta di sana.


" Akan aku buatkan minum untukmu, duduklah dengan tenang disini " ucap Ceres yang tidak direspon oleh Aleta karena dia masih syok dengan apa yang telah terjadi.


Lalu Ceres keluar ruangnya menuju dapur kantor untuk membuat coklat panas kesukaan Aleta. Setelah selesai membuatnya Ceres kembali ke ruangannya dan masih melihat Aleta sedang melamun.


" Ini, minumlah.." Ucap Ceres yang mengagetkan Aleta.


" Te-terima kasih..." ucap Aleta tanpa melihat wajah Ceres karena malu dan dadanya begitu berdebar.


Ceres menuju mejanya dan duduk di kursinya lalu memegang telpon kantornya dan menghubungi salah satu asistennya.


" Tolong panggilkan dua wanita tadi yang berulah dengan Aleta " ucap Ceres lalu menutup teleponnya.


Sambil menunggu karyawan wanita itu, pandangan Ceres tidak lepas dari Aleta dan Aleta merasakan itu.


" Tuan berhentilah memandangiku seperti itu! " ucap Aleta agak risih dan malu dan sudah mulai tenang


" Apa kamu sudah baikan?" tanya Ceres


" Iya...terima kasih sudah menenangkanku" ucap Aleta


" Tapi kenapa tuan menciumku dan memelukku tadi?!" tanya Aleta yang polos namun juga masih merasa kesal.


Tok tok tok...sebelum Ceres menjawab pertanyaan Aleta suara ketukan pintu terdengar.


" Masuk!" ucap Ceres


" Permisi tuan..." ucap kedua karyawan wanita itu


Mereka melihat Aleta duduk dengan termenung dan menundukkan kepalanya.


" Nah ...ini tuan resepsionis yang tidak tahu malu dan tidak tahu sopan santun" celetuk salah satu dari karyawan tersebut.


" Lihatlah pipi manager merah karena tamparannya" ucap karyawan tersebut.


Ceres juga hanya diam dengan tatapan yang begitu dingin pada mereka.


" Mohon berikan hukuman padanya tuan... " ucap manager itu


" Tapi kenapa pipinya juga memar seperti itu? " Ceres yang mulai membuka suaranya


" Itu balasannya karena menampar wajah cantik saya tuan ” ucap manager itu kepedean


" saya pokoknya memohon pada tuan keadilan bagi diri saya, saya adalah karyawan berbakat disini, kalau bisa pecat saja dia " ucap manager itu sambil berpura pura menangis agar mendapat perhatian Ceres.


" Apa benar yang mereka katakan? ” Ceres bertanya pada Aleta


Namun Aleta hanya diam dan tidak mau mengatakan sepatah kata pun.


" Kalau kamu tidak mengatakan bagaimana aku bisa membelamu" ucap Ceres dingin


" Ya sudah pecat saja saya " ucap Aleta tanpa memandang Ceres


" Bagus...kalau kamu sadar diri! " ucap sinis manager tersebut


" hahahahahaha..." tiba tiba Ceres tertawa terbahak bahak dan membuat mereka heran, Aleta pun terkejut melihat Ceres tertawa seperti itu.


" Kalian pikir aku sebodoh apa yang kalian pikirkan! " ucap Ceres dengan tatapan marahnya.


" A-apa maksud tuan...kami tidak berbohong ?!" ucap manager itu


" Silahkan kalian berdua membuat surat pengunduran diri hari ini " ucap Ceres tegas dan menakutkan, kedua karyawan itu kaget begitu pula dengan Aleta


" Tapi apa salah kami tuan, kenapa tuan malah membelanya?!" tanya manager bingung dan tidak terima


" Kalian tanya kenapa aku membela dia?! " tanya Ceres


" Apa salah aku membela istriku sendiri?! " lanjut Ceres membuat mereka tercengang, begitu pula Aleta yang kaget mendengar kata istri yang ditujukan pada dirinya.


" T-tuan m-maafkan kami, kami benar benar tidak tahu kalau dia istri tuan, tolong jangan pecat kami! " ucap manager tersebut menangis


" Kau sudah menghinanya sebagai wanita murahan dan memukulnya dengan begitu keras...kau menyuruhku memaafkanmu?! ...kau juga merendahkan karyawan yang berada dibawahmu !" Ucap Ceres agak marah


" kami mohon tuan, kami akan memperbaiki sikap kami...tolong jangan pecat kami " mohon kedua karyawan tersebut


" maafkan kami tuan" ucap manager wanita itu.


" Harusnya kalian meminta maaf pada Istriku bukan padaku " ucap dingin Ceres