
" Beristirahatlah... di kamar milikmu! " ucap sang kakek pada cucunya yang paling disayangi dan berlalu menuju pesta.
' Jadi karena aku mirip dengan ibunya... makanya kakek tadi seperti memiliki kesedihan melihatku.... Apa terjadi sesuatu dengan ibu pria ini? ' batin Elea
" Apa yang Kamu pikirkan? " tanya Archilles yang sedari tadi menatap Elea yang sedang termenung.
" Ti-dak ada " ucap Elea singkat. Lalu Archilles kembali menggendong Elea
" T-tuan? " panggil Elea ragu
" hmm ? " balas Archilles
" Di-mana ibu tuan ?? " tanya Elea yang saat itu juga Archilles menghentikan langkahnya. Raut wajah Archilles berubah menjadi muram dan penuh dengan kemarahan yang tampak jelas dimata Elea
" Ma-maaf.... " ucap Elea lirih dan membuat Archilles tersadar dari lamunannya.
" Untuk apa minta maaf? " Tanya Archilles
" Untuk pertanyaanku tadi tuan... Maaf! " jelas Elea. Dia merasa takut dan tidak Enak hati. Lagi lagi Elea ingin sekali menangis dia hanya menundukkan kepalanya dalam gendongan Archilles
" Tidak usah meminta maaf.... beristirahatlah... aku akan membawamu ke kamarku waktu kecil" Archilles berjalan kembali menuju kamarnya waktu kecil di rumah kakeknya itu.
Elea tersentak mendengar apa yang dikatakan Archilles padanya. Apalagi melihat senyum menyeringai di bibir Archilles.
" Ti-dak perlu...aku belum mau beristirahat bahkan aku belum makan makanan di pesta tadi " alih Elea
" Kita kembali saja ke pesta menemani kakek tuan " lanjut Elea karena dia takut harus melayani Archilles berkali-kali
" Tenang saja aku akan membawakan makanan ke kamar " Balas Archilles yang tahu apa yang dipikirkan Elea.
" Tapi Tu....an..... " Debaran dada Elea benar benar mulai berdetak sangat kencang dan wajah yang mulai merona.
" Aku tidak suka dibantah! " Ucap Archilles
Elea pasrah dengan apa yang akan terjadi. Archilles sangat senang membuat Elea gemetaran dan wajah yang begitu ketakutan. Entah mengapa Archilles jadi ingin selalu menggoda Elea.
Pribadinya yang selama ini dingin dan kejam dengan siapapun menjadi sosok kebalikannya jika bersama Elea.
Lalu membawanya di ranjang berukuran sangat besar. Didudukkannya Elea sangat pelan dan Elea hanya menundukkan kepalanya dia merasa takut dan berdebar.
" Aku akan mengambilkan makanan untuk mu " Archilles hendak berjalan meninggalkan Elea.
Namun Elea tiba tiba menarik tangan Archilles.
" Tuan aku takut di sini sendirian " ucap Elea tanpa sadar.
" Bukankah tadi kamu bilang ingin makan? " Ucap Archilles dan Elea hanya menganggukkan kepalanya
" Atau kamu ingin aku yang memakanmu ? Elea yang saat itu tersadar langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
' Bodohnya aku...kenapa harus bilang seperti itu?! pasti dia...' batin Elea menyalahkan dirinya sendiri.
Archilles yang mengerti raut wajah Elea hanya tersenyum. Dan berjalan mendekati sebuah telpon dan memencet beberapa angka di telpon tersebut.
" Halo ceres... bisa kah kamu menyiapkan makanan di kamarku? ..... " perintah Archilles
" baik tuan " sahut Ceres di telpon
" Terima kasih " tutup Archilles lalu melangkah dan duduk di samping Elea
Deg deg deg ...suara jantung Elea yang sedari tadi tidak bisa berdetak dengan normal.
Archilles bisa merasakan detak jantung dan aliran darah pada diri Elea, Archilles ingin tertawa melihat kepanikkan Elea namun ditahannya.
" Ibuku dan ayahku bernasib sama seperti ibumu " Archilles yang mengalihkan pembicaraan agar Elea tidak panik dan takut dengannya. Ekspresi wajah Archilles pun berubah menjadi wajah kesedihan dan kemarahan, tangannya pun terkepal dengan erat.
----------
Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih buat yang sudah baca dan sudah LIKE dan KOMENT dan lagi yang sudah kasih semangat buat saya!! 🙏🙏🙏 😁😁😁
Apalagi yang bersabar menunggu up dari saya... ran ucapkan terima kasih buat kesabaran dan kesetiaannya menunggu tulisan saya 🤭🤭🙏🙏
Dan tidak lupa MAAF kan saya yang terlambat Up ada banyak kerjaan yang menumpuk diakhir tahun .... sekali lagi Maaf dan terima kasih buat kalian semua. 😘😘😘