
Hari sudah pagi bahkan matahari sudah mulai meninggi. Elea mulai perlahan membuka matanya. Namun Elea tiba-tiba mendudukan diri karena mengingat apa yang terjadi semalam. Dia merasakan sakit disekujur tubuhnya dan tangisnya pecah. Elea melihat dan merasa dirinya sangat kotor.
" Kenapa?!.... kenapa aku tidak mati saja?!! " teriak Elea yang begitu frustasi.
Elea duduk di lantai pinggiran ranjangnya, dia mendekap lututnya menangis sejadi-jadinya meratapi hidupnya. Dimana dia mendambakan kehidupan yang bahagia tanpa penyiksaan, namun hidupnya benar-benar hancur saat Archilles merebut mahkotanya sebagai seorang gadis.
Setelah menangis dia melihat sekelilingnya mencari sesuatu. Elea begitu putus asa ketika dia tidak menemukan apa yang dia inginkan. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dan ketakutan melanda dalam diri Elea. Namun seketika Elea lega karena yang membuka pintu bukan Archilles tapi dua pelayannya.
" Selamat pagi nona Elea, ini pakaian anda dan mohon segera membersihkan diri lalu ke bawah karena tuan sudah menunggu anda untuk sarapan " pelayan itu menyiapkan air untuk Elea setelah selesai mereka pergi.
Elea tidak berkata apa-apa, lalu dia melakukan apa yang pelayan itu katakan. Elea masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Dia melihat dirinya disebuah kaca, begitu banyak bercak merah dan luka lebam pada tubuhnya. lagi-lagi Elea menangis.
"Kotor...... ini sangat kotorrrr..... hiks....hiks..... " Teriak Elea dengan tangisannya.
Setelah selesai membersihkan diri Elea lalu mulai memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh pelayan tadi. Dia begitu cantik dengan pakaian warna putih bercorak bunga lily panjang selutut. Elea ingat untuk sarapan namun dirinya enggan turun untuk ke bawah karena takut bertemu dengan Archilles.
Elea berjalan mendekati sebuah jendela kaca yang sangat besar, dia menatap keluar dan melihat pemandangan hijau terpapar indah didepannya. Sejenak dia melupakan kesedihannya, Elea melihat pemandangan yang selama ini belum pernah dia lihat. Elea asyik dengan lamunannya ketika melihat pemandangan tersebut dan tidak sadar ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya dan menatap tajam kearahnya.
' Wanita ini benar-benar sangat membuatku bergairah ' ucap Archilles dalam hati. Ingstingnya sebagai keturunan kaum Wolf menguasai diri Archilles yang bukan hanya seorang vampir.
" Kenapa kau tidak sarapan ? " Suara itu sukses membuat Elea kaget dan badannya langsung bergetar. Elea hanya terdiam dan menunduk takut.
Archilles menyeringai melihat Elea yang begitu takut padanya.
" kenapa kamu diam saja, hmm ? " tanya Archilles lagi yang mendekatkan bibirnya dekat telinga Elea dan kedua tangannya menempel di kaca. Elea benar-benar ketakutan sampai lututnya lemas yang membuat Elea jatuh terduduk di lantai.
" Tu-tuan.... ku-kumohon.... lepaskan aku ! " pinta Elea memohon dengan isakkan tangisnya.
Archilles berlutut dengan satu kaki lututnya di lantai menghadap ke Elea lalu mengangkat dagu Elea dan menatapnya begitu tajam dan dalam.
" Tidak!!! Kamu sudah jadi milikku dan diluar juga berbahaya untukmu " jawab Archilles tajam membuat bulu kuduk Elea berdiri dan air matanya pun langsung membasahi pipi mulusnya.
" .... " Elea hanya bisa terdiam dan menangis dengan tubuh yang gemetaran.
" Baiklah..." Archilles berdiri sambil melepaskan dasinya dan menatap ke Elea " kalau kami tidak ingin sarapan.... akan melanjutkan kegiatan dini hari tadi. Mata Elea langsung membulat mendengar apa yang dikatakan Archilles tadi.
" T-tolong tuan ... Ak-aku tidak sanggup lagi! " Elea hanya bisa menangis dan memohon belas kasihan Archilles.