
" Berhentilah menangis... Aku hanya akan mengajakmu ke acara pesta " Archilles mengusap air mata Elea. Elea merasa tercekat dengan husapan lembut tangan Archilles
" A-apa?! " Elea merasa malu dengan apa yang dia lakukan baru saja. Wajahnya sudah merona dan melepaskan pelukkannya namun dengan cepat tangannya dihentikan oleh Archilles
" Daripada membunuhmu aku lebih suka memakanmu " bisik Archilles di telinga Elea
" A-aku tidak mau...lepaskan !! " ucap Elea gugup dan berusaha melepaskan diri dari pelukkan Archilles. Lalu Archilles melepaskan Elea dan beranjakan pergi meninggalkan kamar Elea yang tidak lupa memerintahkan para pelayan merias kembali Elea dan membersihkan kamar yang hancur berantakan.
Beberapa saat kemudian, Elea turun dengan gaun malam yang sudah disiapkan Archilles.
Gaun berwarna merah dengan style bunga mawar dipadu beberapa butiran mutiara.
' Dia begitu cantik...! ' batin Archilles
Elea begitu merona ketika menyadari Archilles yang tak henti memandangnya.
Elea menghentikan langkahnya sambil meremas gaunnya dan ingin rasanya kembali ke kamarnya. Archilles menyadari tingkah Elea yang mulai melangkah kembali ke kamarnya.
" Berhenti...!! " teriak Archilles dan Elea pun langsung menghentikan langkahnya lalu Archilles berjalan mendekati Elea.
" Apa kamu menggodaku untuk mengikutimu ke kamar nona?! " bisik Archilles di belakang telinga Elea lalu menggigitnya pelan.
Elea dengan cepat membalikkan badannya...
" Bu-bukan seperti itu! Aku ti-dak..... " Elea menghentikan ucapannya karena bibir ranumnya dilumat oleh Archilles.
" mmmm...huufffmmmm.... " Elea mendorong tubuh Archilles namun Archilles malah memeluk pinggang ramping Elea semakin Erat.
Archilles menghentikan ciumannya karena melihat Elea yang sudah mulai kehabisan nafasnya. Archilles hanya bisa tersenyum saat melihat tangan Elea langsung mengusap bibirnya dan wajahnya yang sangat merona dan hampir menangis.
" Tu-tuan... bolehkah aku tidak ikut? " tanya Elea yang memang tidak ingin mengikuti pesta.
" Tidak!! kau harus ikut bersamaku! " Archilles menarik tangan Elea dan berjalan ke sebuah mobil mewah milik Archilles, di sana Rico sudah menunggu dan masuk ke dalam mobil tersebut.
Entah kenapa tubuh Elea mulai gemetaran dan wajahnya pun pucat.
" Tenanglah.... ada aku yang selalu berada disampingmu sekarang " Ucap Archilles dengan tangannya menggengam erat tangan Elea untuk menenangkannya.
Elea tidak berkata apapun namun dia merasa agak tenang saat Archilles mengatakan sesuatu padanya. Dalam perjalanan mereka tidak ada lagi yang saling berbicara. Namun Archilles selalu menatap Elea yang sedang memandang pinggiran jalan.
Tanpa sengaja Elea melihat Archilles yang memandangnya dari pantulan kaca mobil.
Elea pun memberanikan diri menoleh ke arah Archilles dan Archilles pun mengembangkan senyumnya pada Elea yang membuat Elea lagi lagi merona dan mengalihkan pandangannya.
Rico yang melihat tuannya tersenyum pun heran karena selama dia melayani tuannya tidak sekalipun Archilles tersenyum.
' Apakah itu benar benar tuan Archilles, apa mataku tidak salah melihat tuan tersenyum, sudah 20 tahun aku bekerja tidak pernah sekali pun melihatnya tersenyum, kalau wajah menakutkan hampir setiap hari aku melihatnya' batin Rico.
Tanpa terasa mereka pun sampai di tempat pesta.
" Tu....an.... aku disini saja ya?... aku tidak ingin masuk ke sana! " ucap Elea gelisah...
" Tenanglah... kamu akan selalu bersamaku " ucap Archilles datar lalu Rico membukakan pintu untuk tuannya dan Archilles melangkah membukakan pintu mobil Elea lalu menggadengnya.