My Love From The Dark

My Love From The Dark
24. Kekhawatiran



" Awas kau Elea... Aku benar benar akan menghancurkanmu nanti." gumam Jenny


" Ada apa kau kemari Jenny...kau membuatku dalam masalah sekarang tuan Archilles akan marah besar padaku dan bisa bisa aku dipecat gara gara kamu bikin keributan di kantornya" Enan yang begitu marah dan khawatir dengan posisinya disana.


" kok gara gara aku... itu juga semua salah kamu sendiri Enan... Aku melihat kamu menariknya! " ucap geram Jenny


" Kamu salah paham sayang... aku hanya memastikan kalau wanita itu benar kah Elea! " jelas Enan


" Sudah sudah...kita nanti malam mau menikah dan kita ribut gara gara orang yang tidak penting! " lanjut Enan


" Benar sekali... maafkan aku Enan " ucap Jenny luluh oleh kata kata Enan.


' Aku akan menyelidiki Elea tinggal dimana dan ku bawa dia dan akan aku sembunyikan keberadaannya, Elea harus jadi milikku! " batin Enan yang sangat terobsesi akan Elea.


Kebalikan dari Jenny yang berencana akan membunuh Elea.


" Kalian sudah datang... ayo cepat bersihkan diri kalian " Ucap Rose yang masih sibuk mempersiapkan pesta pernikahan anaknya.


" Aku harus kembali ke rumah dulu ma...mengambil perlengkapan yang lain dulu " pamit Enan pada Rose


" Baiklah ... jangan lupa segera kembali, kita sudah tidak ada waktu lagi" ucap Rose


"Baik ma" Lalu Enan langsung pergi.


" Kamu kenapa sayang? " Tanya Rose yang sedari tadi menyadari raut wajah Jenny yang tidak begitu senang.


" Tadi aku bertemu Elea di kantor Enan Ma! " ucap Jenny yang sukses membuat ibunya tersentak


" Apa katamu!! " ucap Rose sangat kaget


" Itu tidak mungkin, harusnya dia sudah mati di dalam hutan " Ucap Rose yang tidak percaya akan ucapan Jenny


" Tapi kenyataannya dia masih hidup mama " Jenny mulai kesal lalu berjalan menuju kamarnya


"Tidak!!! ini tidak boleh terjadi! wanita itu harus mati " Gumam Rose


******


Elea yang setiba di ruangan Archilles hanya diam. Archilles yang sedang memandanginya pun merasa sedikit kesal dan memulai berbicara.


" Akan ku buatkan minuman untukmu! " Lalu Archilles menuju pantry dan membuatkan secangkir teh untuk Elea. Banyak karyawan disitu melihat apa yang tidak biasa mereka lihat dan tidak pernah dilakukan oleh Archilles. Ceres yang melihat tuannya sibuk sendiri membuat minuman pun mendatanginya.


" Tuan apa yang anda lakukan disini? " tanya Ceres penasaran


" Aku membuat minuman untuk Elea " jawab Archilles datar


'Aneh ... biasanya tuan selalu menyuruhku untuk melakukannya kalau ada tamu ' batin Ceres


" Kenapa Tuan tidak menyuruh saya yang membuatnya? " tanya Ceres heran


" Tolong panggil saja resepsionis tadi untuk membuat kompres lagi untuk Elea " perintah Archilles


" Baik Tuan " Ceres membungkukkan badannya dan pergi melaksanakan perintahnya.


Ceres menuju ke bagian resepsionis ketika berada disebuah belokkan seorang wanita menabraknya dan kertas yang dibawa wanita itu berserakan.


" Ma...maafkan saya tuan, saya tergesa gesa " ucap wanita itu pada Ceres yang tidak henti memperhatikannya. Ya, wanita itu adalah Aleta gadis ramah dan baik.


Banyak Karyawan yang melihat dan mereka berbisik bisik satu dengan yang lain.


" Kau tau kan bagaimana tuan Ceres..." seorang karyawan berbisik pada temannya


" Iya betul... dia terlalu ceroboh membuat masalah dengannya" jawab yang lain


" Hai kalian... " teriak Ceres pada teman resepsionis yang lain.


" Bereskan kertas kertas ini ! " perintah Ceres


"Baik tuan " jawab teman Aleta


"Dan kau nona ikut saya! " perintah Ceres pada Aleta


" Ba-baik tuan " jawab Aleta ketakutan... karna Aleta tahu bagaimana Ceres menakutkan


' Mati aku... Apa yang harus aku lakukan menghadapi pria ini ' batin Aleta khawatir akan dirinya