My Love From The Dark

My Love From The Dark
10. Ketakutan Elea 2



Archilles dan Elea berjalan bersama dan ketika mereka memasuki ruangan dimana pesta itu diadakan mereka menjadi pusat perhatian.


Elea yang dari tadi merasa ketakutan dan wajahnya menjadi sangat pucat dan air matanya hendak keluar. Elea bukannya tidak suka dengan pesta, dia hanya trauma dengan sebuah pesta dimana nyawa ibunya meregang disana. Bayang bayang itu selalu ada dan terlihat dipikiran Elea.


" Hiks..... " suara tangisan terdengar dan membuat Archilles tercekat.


" Ada apa? kenapa kamu menangis? " ucap Archilles begitu khawatir. Elea mengertakan gigi dan badannya bergetar ketakutan.


Elea spontan memeluk Archilles dan menahan tangisannya agar tidak terdengar tamu yang lain.


" Ck ck ck... mesra sekali anda tuan " seorang pria menyapa sinis Archilles.


" Maaf paman, sepertinya saya harus permisi sebentar " ucap Archilles dingin dan tajam


" ohh... begitu kah cara menghormati pamanmu dan kau pergi begitu saja? ini adalah pesta kakek mu... apa kau sedikitpun tidak menghormati beliau? " masih dengan sinisnya paman Archilles berucap dan Archilles tidak berkata apapun, dia pergi dan meninggalkan pamannya yang bernama Dean.


" Siapa Wanita yang dibawa Archilles pah? Dia sangat cantik dan aku mencium bau darahnya yang harum " ucap anaknya Dean yang bernama Edward.


" Jangan usik mereka sekarang, saat ini kita harus merencanakan dengan matang untuk menyingkirkan Kakekmu dan Archilles" ucap Dean sambil menggenggam erat gelasnya sampai retak.


" Aku tidak sabar saat itu tiba dan aku akan menjadi raja bangsa vampir... hahahahaha.... " ucap Edward yang sangat antusias merebut dan menghancurkan siapapun yang menghalangi rencananya.


Ditempat lain...


" Katakan...kenapa kamu begitu takut seperti itu?! " Tanya Archilles penasaran


" I-tu karena Ibuku meninggal saat Pesta ulang tahunnya.... hiks...hiks " Elea tak bisa lagi menahan tangisnya... bayangan dimana ibu nya dibunuh dengan kejam saat itu.


" Baiklah... aku mengerti perasaanmu! " Archilles sangat paham bagaimana dia kehilangan kedua orang tuanya di depan matanya dan saat itu dirinya masih membutuhkan kasih sayang mereka.


" Tuan...kita akan kemana? " tanya Elea yang sudah lebih tenang.


" Menemui seseorang dan aku akan memperkenalkan dirimu padanya" jawab Archilles dan Langkah Elea terhenti.


" A-apa tuan ingin menjual ku pada nya? " tanya Elea lagi yang sudah mulai ketakutan lagi


" Apa itu keinginanmu? " tanya balik Archilles


" A-aku tidak mau!! " bentak Elea dan itu membuat Archilles tersenyum tipis.


" Kamu milikku Elea, Aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu! " tegas Archilles


" A-ku juga tidak mau menjadi milikmu! " jawab Elea dan membuat Archilles kesal dengan ucapan Elea.


Archilles menatap begitu tajam dan pandangan dinginnya kearah Elea dan membuat Elea tercekat dan ketakutan.


" Kamu lari kemanapun dan sembunyi dimana pun aku akan tetap menemukanmu " Senyum menyeringai ditunjukkan oleh Archilles pada Elea


" A-apa yang sebenarnya tuan inginkan dariku?... Aku hanya seorang pembantu yang dibuang ke dalam hutan yang menakutkan " Ucap sedih Elea.


" Hmmm.... semua ... Aku ingin semua yang kamu miliki! " Senyuman pun terukir kembali dari wajah Archilles.


" T-tapi aku tidak punya apa apa! " ucap Elea bingung


" Kau punya nona..." Archilles mulai melangkahkan kakinya. Namun Elea tak bergeming karena Saat itu juga Elea tidak mengerti apa yang dimaksud Archilles yang dia tahu saat ini yang terjadi pada dirinya adalah perasaan yang tidak dapat dijelaskan jika bersama Archilles.


" Apa kamu akan berdiri disitu terus nona ? " Elea yang mendengar suara Archilles tersadar lalu berjalan mengikuti Archilles.