
Archilles benar benar menahan hasratnya ketika dipeluk Elea yang hanya memakai handuk.
Archilles membalikkan badannya lalu melepaskannya pelan pelan.
" Cepat ganti baju dan sarapan " perintah Archilles sambil menahan keinginannya.
Namun Elea dengan cepat memeluk dan bersadar pada dada bidang Archilles.
' Astaga!!... Apakah ini cobaan?! kalau seperti ini terus aku akan benar benar tidak bisa menahannya ' batin Archilles tersiksa
Disaat Archilles dengan lamunannya Elea tiba tiba mencium bibir Archilles membuat Archilles terpaku tak bergerak.
" Tuan ... tuan tidak apa apa? " tanya Elea tanpa berdosa
" Cepat pakai pakaianmu... kalau tidak akan memakanmu ” Ucap Archilles yang mulai kesal dengan keadaan
" Ya sudah, tuan boleh kok makan Elea sekarang! " ucap Elea manja yang membuat Archilles tercekat dengan perkataan Elea barusan. Tanpa berpikir panjang Archilles menglumat bibir ranum Elea dan mengangkat tubuh Elea ke ranjang. Dan dengan cepat Archilles membuka dan membuang handuk yang menutupi tubuh Elea. Dan sekarang tubuh Elea benar benar polos dan menggoda.
Archilles terus menglumat bibir Elea dengan buas. Seteleah puas dengan ciuman dibibir, Ciuman Archilles berpindah ke leher jenjang Elea.
" Ahhh...." suara desahan pun keluar dari bibir Elea. Namun tiba tiba saja Elea berontak dan mendorong tubuh Archilles.
" Le...pas..kan !! A-pa yang t-tuan lakukan ?!" tanya Elea yang sekarang sudah menangis. Elea dengan cepat menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
" Kamu yang menarikku dan menggodaku Elea! " Jawab Archilles dengan wajah kesalnya. Namun Archilles harus bersabar menghadapi tingkah laku Elea karena demi anaknya dan ibunya.
" Mana mungkin aku melakukan hal memalukan seperti itu " ucap Elea sangat merona
' Kenapa dia malah mengelak... apa ini salah satu dari efek dia yang sedang mengandung? baiklah akan ku tunjukkan lewat cctv ' batin Archilles dan senyum tipis terukir diwajahnya.
" Aku akan menunjukkannya nanti... Cepat pakai pakaianmu dan habiskan sarapanmu " ucap Archilles sambil menunjukkan sarapannya Elea lalu Archilles berjalan meninggalkan Elea. Namu sesampai di depan pintu...
" setelah selesai...datanglah ke ruang kerjaku " setelah berbicara begitu Archilles meninggalkan Elea.
' Apakah benar aku menggodanya...dia pasti berbohong... tidak mungkin aku melakukan hal memalukan seperti itu! " tanya Elea dalam hatinya. Lalu Elea segera memakai pakaiannya setelah selesai berpakaian Elea memakan makanan yang sudah disiapkan Archilles dan Elea begitu menyukainya hingga makanannya habis tak bersisa.
" Nona... biarkan saya yang mencucinya " ucap salah satu pelayan yang berada di dapur saat itu.
" Tidak apa apa...biar aku lakukan sendiri bibi Eli...aku juga sudah terbiasa " tolak Elea dengan senyuman manisnya.
" Tapi nona... nanti saya dimarahin tuan " ucap bibi Eli pada Elea
" Nanti aku yang bilang bik...tidak apa apa" ucap Elea ramah
" Nona ini sudah cantik rajin juga... pantas tuan sangat mencintai nona sampai sampai rela ke dapur " puji bibi Eli
" Maksud bibi?! " tanya Elea bingung
" Apa nona tahu...? " Elea langsung menggelengkan kepalanya
" tadi pagi tuan pergi ke dapur memasak untuk Nona" jelas bibi Eli
" Apa ?! .... ja-jadi makanan yang aku makan tadi dia yang masak bik? " tanya Elea yang masih belum percaya kalau Archilles memasak untuk dirinya.
" Benar nona...bibi tidak bohong " jawab Bi Eli serius sambil mengangkat dua jarinya.
" Ehem!! " suara deheman membuat pembicaraan antara Elea dan bi Eli terhenti.
" Tu-tuan!! " Ucap Elea
" Apa yang kamu lakukan disini?! " tanya Archilles
" Aku mencuci piring bekas makananku " Jawab Elea
" Bibi, tolong lanjutkan cucian Elea " perintah Archilles
" B-baik tuan " jawab Bi Eli
" Tunggu aku di ruang kerjaku... Aku ingin bicara dengan bibi Eli " Ucap Archilles pada Elea