
Ting ...tong....ting... tong .... suara bel kediaman Archilles berbunyi. Dan pintu pun dibukakan oleh bibi Eli
" Permi..... si... i...bu?! " Aleta sangat kaget ketika yang membukakan pintu adalah ibunya yaitu bibi Eli.
" A-aleta.....! " Bibi Eli pun terkejut ketika Aleta datang bersama Ceres
" Maaf ... apakah nona Elea ada? ... tuan menyuruh saya untuk membawa nona Aleta supaya menemani nona Elea jalan jalan " jelas Ceres datar.
" I-ya ibu...tuan Archilles menyuruhku untuk datang ke sini " Ucap Aleta agak canggung
" Bisa kah ibu memelukmu sebentar saja? " tanya Bibi Eli yang rindu pada Aleta
" Tentu saja ibu...Aleta sangat merindukan ibu " jawab Aleta yang langsung memeluk ibunya
" Maafkan Aleta yang belum sempat berkunjung ibu " Ucap Aleta yang sudah menangis seperti anak kecil dipelukkan ibunya.
'Aleta yang biasa ceria dan berani bisa rapuh hanya dihadapan ibunya... hmmm ' Ceres yang memperhatikan Aleta dan disadari oleh bibi Eli. Bibi Eli melepas pelukan Aleta dan mengantar mereka ke kamar Elea.
" Jadilah teman nona Elea yang baik ya Al... " Ucap Bibi Eli.
Praaaannkkk.... Pyyyyaaaarrrr.... terdengar bantingan dan pecahan benda yang berasal dari kamar Elea.
" Pergi kalian dari sini, aku hanya ingin tuan Archilles...pergi!!" Teriak Elea dan para pelayan satu per satu keluar dari kamar Elea
" Ada apa ini?! " tanya Ceres
" Tuan Ceres...nona Elea entah kenapa marah marah dan dia hanya ingin bertemu dengan Tuan Archilles " jawab salah satu pelayan
" Kami sudah menghubungi tuan Rico tapi kata tuan Rico lagi rapat penting tidak bisa diganggu " pelayan lain menjawab
Lalu Ceres melihat ke arah Aleta dan Aleta menyadari kalau ini tugasnya.
Ketika hendak masuk ke kamar Elea, Bibi Eli menarik tangan Aleta
" tunggu sayang....stttt..." Bibi Eli yang memberi bisikkan kepada Aleta
Ceklek.... suara pintu kamar terbuka...
" Nona Elea.... " Aleta dengan pelan masuk ke kamar Elea dan memanggil namanya.
" Aletaaa.... !!!! " Elea yang melihat Aleta berlari dan memeluknya. Aleta membalas pelukannya dan melihat kamar Elea yang sangat berantakan tak beraturan.
" Iya Elea ini aku... apa kabarmu? " ucap Aleta
" Aku ingin bertemu tuan Archilles tapi semua tidak memperbolehkan aku pergi menemuinya! " jawab Elea dengan sedikit agak kesal
" Elea... dengarkan aku... mau kan? " tanya Aleta yang begitu hati hati menghadapi Elea. Elea menganggukkan kepalanya.
" Tuan Archilles menyuruhku untuk menemanimu jalan jalan ... karena tuan Archilles sangat sibuk dengan pekerjaannya... mau kan pergi bersamaku?!" tanya Aleta pelan
" Kita mau jalan jalan ke mana ? " tanya Elea
" terserah kamu Elea ... aku akan mengikutimu " jawab Aleta dengan senyumannya.
Di luar sudah menunggu Ceres dan bibi Eli yang begitu khawatir. Namun mereka lega ketika melihat Aleta dan Elea keluar bersama sama dengan senyuman mereka masing masing. Tak henti Ceres melihat ke arah Aleta dengan kagumnya.
" Apa tuan merasa putri saya begitu luar biasa? " tanya Bibi Eli melihat wajah Ceres yang tidak lepas melihat Aleta
" iya...dia gadis yang luar biasa " jawabnya tanpa sadar
" Apa dia cantik tuan? " tanya Bi Eli lagi
" Iya dia sangat cantik dan begitu pula hatinya! " tandas Ceres yang masih tidak sadar dengan kata katanya membuat bibi Eli tersenyum
" Apa tuan menyukainya?
............