
Elea tidak sabar untuk menyambut Archilles. setelah beberapa saat mobil Archilles pun datang. Ceres membuka pintu dan keluar dengan wajah panik dan bergegas menuju pintu belakang Archilles.
"Nona, tolong segera hubungi tuan Josh" pinta Ceres dengan panik
" A-apa yang terjadi?" tanya Elea mulai khawatir
" Nanti saya akan jelaskan, saya akan membawa tuan Archilles ke kamarnya jadi segeralah nona menghubungi tuan Josh" Ucap Ceres yang lalu membopong tuannya ke kamarnya.
" Baik" jawab Elea yang mulai panik dan khawatir ketika melihat wajah Archilles yang begitu pucat dan menahan sakit.
Elea membukakan pintu dan Ceres masuk dengan segera.
Bibi Eli heran dengan wajah Elea yang panik dan melihat Ceres yang juga panik sambil menggendong tuannya.
"A-apa yang terjadi?!" tanya bibi Eli pada Ceres
" bibi, tolong siapkan air " perintah Ceres dan bibi Eli sangat terkejut melihat wajah pucat tuannya.
"Ba-baik tuan" Jawab bibi Eli dan langsung melaksanakan tugasnya
Elea pun segera menghubungi sang kakak.
" Halo" sambung Josh
" kakak! cepatlah kesini!" pinta Elea tanpa basa basi dan Josh pun merasa heran dengan permintaan sang adik.
" A-ada apa, Elea?!" tanya Josh yang sudah mulai panik juga mendengar suara Elea
" K-kamu tidak akan melahirkan sekarang bukan?!, bukannya belum waktunya?!" lanjut Josh
" A-aku tidak tahu kak, aku mohon segeralah kemari! " mohon Elea yang sudah mulai pecah tangisannya membuat Josh semakin panik dan khawatir.
" I-iya sayang...kebetulan kakak berada dekat dengan Kastil Archi" Jawab Josh dan memulai banting setir menuju Kastil Archilles.
"Cepatlah ya kak!" Ucap Elea
"Iya.." jawab Josh dan Elea menutup teleponnya.
Setelah menutup teleponnya, Elea bergegas menuju kamar Archilles.
Ketika tiba di kamar Archilles, Elea melihat Ceres sedang melepas pakaian yang dikenakan Archilles.
Dengan tanggap Elea langsung menuju lemari pakaian Archilles. Ketika mendekat, Elea benar-benar terkejut dengan apa yang dilihat wajah dan badannya sangat pucat.
" Se-sebenarnya apa yang terjadi padanya?!" tanya Elea
" Tadi ditengah perjalanan kami, tiba-tiba tuan berteriak kepanasan" lanjut Ceres menjelaskan.
" Ke-kenapa bisa begitu?" tanya Elea bingung
" Entahlah nona, saya juga tidak tahu" jawab Ceres
Tiba-tiba Archilles berteriak kepanasan lagi dan membuat Elea sangat tidak tega melihatnya.
" Akhhhh.... panas sekali!!" teriak Archilles kesakitan
" Sebaiknya nona menjauh dari sini, saya takut tuan akan lepas kendali" jelas Josh
" A-apa?! " ucap Elea bingung dan bibi Eli yang tahu dan paham akan situasinya menarik Elea berlahan menjauh.
"Argh.... sakit... panas sekali" teriak Archilles
" Mi-minum....hosssht......hossht...." ucap lirih Archilles yang merasa kehausan dengan sigap bibi Eli mengambil minuman
Elea tidak berhenti mengeluarkan air matanya melihat suami kesakitan.
"kenapa kakak lama sekali?!" ucap Elea lirih
Ceklek....suara pintu kamar pun terbuka membuat Ceres, Elea dan bibi Eli menoleh ke arah pintu dan melihat siapa yang datang.
" Kakak...." ucap Elea
" Ada apa menyuruhku kemari?! " tanya Josh
" Cepat tolong tuan kak, dia kesakitan!" ucap Elea yang tidak sabar menarik lengan Josh.
" Iya, biar aku lihat dulu " kata Josh dan langsung memeriksa keadaan Archilles.
" Tolong, ikat kedua tangan dan kakinya!" perintah Josh membuat kaget semua yang berada disitu. Ceres langsung bergerak dan mengikat ke dua tangan dan kaki Archilles
" Ke-kenapa harus diikat?" tanya Elea
" Elea, bolehkan kakak mengambil darahmu sedikit?" tanya balik Josh ke Elea
" untuk apa kak? kakak belum jawab pertanyaanku sebelumnya!" tanya Elea yang begitu khawatir dan panik.
" Aku akan menjelaskannya sambil mengambil darahmu" jawab Josh dengan tenang sambil menangkan Elea.