
"Elea kamu tidak apa apa? " tanya Aleta khawatir
" Tidak apa apa... aku harus bertahan Al " jawab Elea yang masih merasakan nyeri pada pipi dan bibirnya.
" Tuan juga...dimana sih! malah membiarkan kita disini sendirian " ucap ketus Aleta yang sambil membersihkan darah dibibir Elea.
" Mungkin masih ada perlu Al...kita tunggu disini saja " ucap Elea
Dari kejauhan Archilles yang dari tadi melihat apa yang terjadi menggenggam erat gelasnya hingga pecah berantakan.
" hai Elea... Kau datang juga " ucap manis Jenny dan senyuman bergairah Enan.
" Selamat buat kalian berdua " Elea yang memaksakan senyuman pada mereka.
" Terimakasih Elea kau datang " ucap Enan senang
" iya... sama sama " jawab Elea.
Tiba tiba guyuran air jatuh tepat di atas kepala Elea.
" Kau kira kamu di undang hah!! disini!!... lihatlah teman temanku wanita jalang ini hadir tanpa aku mengundangnya! " teriak dan tertawa Jenny. para tamu undangan pun melihat apa yang terjadi. Ada yang ikut menghina dan mencaci, ada juga yang iba dengan Elea dan mengutuk perbuatan Jenny.
" Tapi baguslah..jadi ada tontonan bagus disini ... dasar wanita tidak tahu diri" imbuh senang Rose.
Elea yang sudah menggenggam gaunnya dengan Erat.
' tuan tolong aku ' teriak Elea dalam hatinya
Plok ... plokk....plokk ..... terdengar suara tepukan tangan dari arah belakang dan para tamu pun menoleh kebelakang yang ternyata sudah berdiri orang yang paling disegani dan ditakuti dikalangan mana pun. semua tamu pun menaruh hormat pada pria satu ini.
" Tu-tuan.... " ucap lirih Elea.
" Tuan Archilles kami akan cepat menyelesaikan ini... maaf jika ini membuat anda terganggu " Ucap Rose
PLAAKKK.... suara tamparan yang sangat keras pun terdengar dan membuat para tamu yang melihatnya begidik ngeri. Tamparan itu mendarat di pipi Rose
" T-tuan ....apa yang anda lakukan pada ibu saya! " teriak Jenny
PLAAKKK .... suara tamparan yang keras kembali terdengar dan kali ini mendarat di pipi Jenny.
" Tuuuaaan.... mohon maaf... tapi kenapa tuan menampar istri dan ibu mertua saya?! " tanya Enan yang ketakutan dengan aura gelap tuannya.
' apa yang sebenarnya terjadi hingga tuan Archilles sangat marah' tanya banyak orang yang sedang melihatnya.
" Apa kalian pernah mendengar tentangku?! " tanya Archilles pada tamu yang hadir di tempat itu.
" Aku akan menghancurkan siapapun yang menyentuh milikku tanpa sisa! " Murka Archilles
" Akkkhhh.... " suara Enan yang tercekik
" Tuan lepas kan Enanku...dia biasa mati... saya mohon " Tangisan Jenny pun pecah dan Rose yang bengong masih tak percaya dengan apa yang terjadi.
" Tu...tu ... tuan apa kesalahan kami... kenapa ada melakukan ini pada kami?! " tanya Rose
" Kau masih tidak sadar apa kesalahanmu? hmm?! " tanya balik Archilles sadis. Cengkraman Archilles pun semakin kencang di leher Enan dan membuat Enan begitu kesakitan. Namum tiba tiba Elea memeluk Archilles yang mulai lepas kendali.
" Tuan hentikan ...lepaskan mereka.. sudah jangan menyakiti mereka lagi ! " ucap Elea memeluk erat tubuh Archilles
Kemudian Archilles melempar tubuh Enan ke lantai lalu melepas jas yang dipakainya dan memberikan pada Elea lalu memeluk tubuh mungil Elea yang kedinginan. Rose Jenny dan Enan sangat terkejut melihat apa yang mereka lihat.
" Asal kalian tahu... Nona Elea adalah istri tuan Archilles " Celetuk Aleta
Bagai disambar petir mereka bertiga ketika tahu bahwa Elea adalah istri Archilles.
" Tuan maafkan kami...kami tidak tahu kalau dia adalah istri anda! " Rose yang memohon agar diberi ampun.
Jenny menggenggam erat tangannya di lantai penuh dengan kebencian terhadap Elea
" Kau benar benar wanita jalang... apa kau puas menghancurkan hidup kami " teriak Jenny yang tidak terima dengan apa yang dilakukan Archilles.
Jenny yang sudah sangat membenci Elea mengambil pisau untuk memotong kue pengantinya pun di tujukan ke pada Elea. Namun di cegah oleh Ceres. dan pisau itu pun terlempar ke lantai. Jenny pun tidak berdaya menghadapi Ceres. Lalu Archilles mendekati Jenny yang tersungkur di lantai.
" Bukan Elea yang menghancurkan hidup kalian... tapi kalianlah yang menghancurkan hidupnya terlebih dahulu" Ucap Archilles
" Ceres...urus mereka...aku pergi dulu! " perintah Archilles lalu pergi meninggalkan tempat itu.
------
Maafkan saya kalo up nya tanggung...karena saya juga mencuri curi waktu... dan mencari inspirasi terlebih dahulu. jadi sekali lagi saya minta maaf 🙏🙏🙏