My Love From The Dark

My Love From The Dark
34. Berterus terang



Maaf baru Up dikarenakan Cuaca yang begitu Ekstrem membuat saya akhirnya Tumbang tak berdaya ... jadi selama 2 hari hanya bisa tiduran tidak bisa membuka mata karena berat....ini kondisi masih dalam pemulihan jadi mohon pengertiannya 🙏🙏🙏 Tidak lupa terima kasih bagi semuanya yang udah Koment Like dan Vote 🙏🙏🙏


Satu lagi ya... Follow Ig saya yg masih sedikit di @ran_murasaki86 .... see u🤭😁


------


" Kamu sedang hamil Elea... dan membuat kepribadianmu tiba tiba berubah dan tiba tiba kamu seperti biasanya " bagai di sabar petir badan Elea bergetar dan wajah pucat pun tampak jelas pada Elea. Elea menangis membuat Archilles yang melihat itu pun begitu khawatir.


' Harusnya aku tidak langsung mengatakannya ... kau bodoh Archilles! ' batin Archilles merutuki dirinya sendiri


"A-apa yang tuan katakan itu sungguhan... hiks...? " Tanya Elea yang tidak bisa menahan tangisnya.


" hmmm.." jawab Archilles sambil menganggukkan kepalanya.


Elea langsung berlari keluar menuju kamarnya, Archilles yang khawatir pun mengikutinya.


Elea duduk dipinggiran ranjangnya sambil memegang perutnya dan meneteskan air matanya. Archilles melangkah dan berhenti didepan Elea dan berjongkok dihadapannya.


"Elea... Aku mohon padamu.... lahirkanlah dia" ucap Archilles dengan wajah sendunya sambil memegang kedua tangan Elea.


" Apapun akan kulakukan asal kamu mau melahirkannya " Ucap Archilles yang benar benar ingin memiliki keturunan dari Elea.


Elea yang melihat dan mendengar Archilles sungguh sungguh langsung memeluk dengan erat tubuh Archilles.


"Tuan... " panggil Elea pada Archilles dan menangis sejadi jadinya.


" Tuan kenapa harus aku?...kenapa tuan? " tanya Elea


" Karena aku mencintaimu Elea! " Elea yang mendengar kalimat itu langsung tercekat dan bukannya berhenti menangis tapi semakin keras tangisannya. Ini pertama kalinya Elea merasakan cinta dari orang lain... perasaan yang awalnya takut menjadi ingin selalu bersamanya.


" Tuan.... " ucapan Elea yang belum sempat dilanjutkan bibir Elea sudah dilumat oleh Archilles


Mereka menghabiskan sepanjang malam bersama sampai akhirnya Archilles melupakan apa yang disampaikan Josh padanya.


Elea merasa begitu bahagia walau Archilles bukan manusia namun cintanya melebihi manusia biasa.


" Tuan .... terima kasih " ucap Elea pada Archilles yang masih tertidur.


Drrtttt....drttttt....ddrrrrrttt.... suara ponsel Archilles bergetar. Dengan sangat hati hati Elea membangunkan Archilles.


" Tu-an.... bangun... " ucap Elea pelan sambil menggoyang goyang kan badannya.


" Ada apa ? " tanya Archilles


" ponsel tuan bergetar dari tadi " ucap Elea dan Archilles segera melihat mengangkat ponselnya tersebut


" Ada apa? ...... Aku mau kau menyelidiknya jangan sampai ada yang terlewatkan...... oh iya, bawa Resepsionis bernama Aleta aku ingin dia yang menemani Elea..... " lalu Archilles ingin bergegas namun tangannya ditarik oleh Elea.


"Tuan hendak kemana? jangan tinggalkan Elea sendiri! ini juga masih pagi" tanya Elea dengan muka manjanya


' sepertinya mulai lagi....ku mohon jangan menggodaku lagi Elea ' batin Archilles sambil menelan salivanya ketika melihat Elea yang hanya berbalut selimut.


" Ada kerjaan yang aku lupa kerjakan dan aku harus menyelesaikan sekarang " ucap Archilles beralasan


" bolehkah aku memandikan tuan? " tanya Elea yang semakin menggoda batas ketahanan Archilles.


" Aku terburu buru ... Aku akan mandi di kantor saja " jawab Archilles yang langsung pergi meninggalkan Elea di kamar. Elea merasakan rasa sedih dihatinya, perasaannya menginginkan selalu berada disamping Archilles.


***


Pukul menunjukkan 09.00 seorang pria berpakaian rapi melangkahkan kaki yang jenjang ke Resepsionis dan menyapa salah satu resepsionis tersebut.


" Nona Aleta... bisa kita bicara sebentar? " tanya pria tersebut yang tak lain adalah Ceres. Aleta sangat terkejut dan menatap pria tampan itu sudah berada dihadapannya.


"Tuan! bisa tidak kasih saya senyum sedikit dan jangan membuat saya takut! " protes Aleta pada wajah dingin dan sikap kaku Ceres.


" Tidak!!! " Jawab singkat Ceres dan melangkah pergi dengan menarik tangan Aleta dan banyak dari karyawan wanita melihat adegan itu dengan tatapan tajam ke arah Aleta


" Tu-tunggu! ke-kenapa saya harus ditarik seperti ini... lepaskan tuan! saya bisa jalan sendiri! " teriak Aleta kesal pada Ceres


Namun Ceres tetap menarik Aleta ke ruangannya dan akhirnya melepaskan tangan Aleta.


" Auu... Sakit... sebenarnya tuan ingin berbicara apa?! " ucap Aleta dengan nada kesalnya.


"Awas saja kalau tanganku patah akan aku buat dia menyesal seumur hidup " gumam Aleta yang masih bisa didengar oleh Ceres. Ceres yang melihat itu ingin sekali tertawa.


" Karena ini pekerjaan rahasia jadi hanya bisa bicara disini.... ini perintah tuan Archilles " ucap Ceres dengan wajah datar


" A-apa yang membuat tuan Archilles memilih saya untuk mengerjakan? " Aleta yang mulai gemetaran.