My Love From The Dark

My Love From The Dark
4. Gairah



Archilles POV On


Aku menemukan wanita cantik yang hampir mirip dengan ibuku ini di taman atau bagi manusia adalah hutan terlarang. Ketika aku melihatnya ada sesuatu yang aku rasakan dalam diriku. Sesuatu yang tak pernah aku rasakan selama aku hidup. Yang pasti aku merasakan gairahku memuncak ketika aku melihat dan merasakan betapa manisnya darahnya. Aku sangat terpesona melihat kecantikkannya ketika dia tertidur di ranjangku sampai-sampai ingin merusaknya. Ya... aku tanpa sadar sudah melumat bibirnya dan tanganku menyusuri lekuk tubuhnya. Ciumanku beralih ke lehernya dan itu membuatku haus ingin menghisap darahnya. Benar saja aku menggigit lehernya yang putih mulus itu dan menghisap sedikit darahnya. Sungguh manis sekali, aku tak pernah merasakan darah semanis ini. Gairahku benar-benar memuncak, aku menanggalkan baju yang dia kenakan. Mataku terbelalak ketika melihat tubuhnya yang penuh luka lebam tapi itu tidak menghentikanku untuk menyentuhnya dan akhirnya aku melakukannya. Aku melakukannya berulang-ulang bahkan sampai tengah malam pun aku masih menikmati tubuh wanita itu. Entah apa yang membuatku tertarik dengan wanita ini yang jelas aku menginginkannya dan ini pertamanya bagiku merasakan seperti ini.


" Hari ini cukup sampai disini " ucapku lirih


Aku turun dari tempat tidurku... lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diriku.


Setelah membersihkan diri aku menuju keruang ganti baju, aku memakai pakaianku yang serba hitam karena memang aku suka warna kelam itu.


Ketika aku keluar dari ruang ganti, aku melihat sosoknya yang terduduk di pinggiran ranjang dengan berbalutkan selimut pada tubuhnya dan aku melihat dia menangis. Aku melangkah mendekatinya. Dia sangat kaget ketika aku berada di seberang ranjang dan menoleh ketakutan.


" Kamu sudah bangun? " ucapku datar


" Si-siapa tuan ? d-dan i-ni dimana? " ucap wanita itu ketakutan


" Panggil aku Archilles. Dan kamu berada di kediamanku. " ucapku memperkenalkan diri.


" Siapa namamu nona? " tanyaku penasaran karena dari awal memang aku tidak tahu namanya.


" Tu-tuan apa yang terjadi pada saya? ....di-dimana pakaian saya? " tanya Elea kepadaku. Dia berdiri dengan tertatih. Aku mendekatinya lalu dia berjalan mundur sampai dia terhenti tak bisa melangkah mundur lagi. Tanpa aba-aba aku langsung menglumat bibirnya yang menurutku sungguh menggoda. Dia berusaha mendorong tubuhku dengan tenaga yang sia-sia, tubuhku tak bergerak sedikitpun. Setelah beberapa detik aku lepaskannya karena dia harus mengambil nafas. Kulihat wajahnya yang memerah dan air matanya yang masih membasahi wajahnya.


" A-pa yang tuan lakukan? " Dia memalingkan dan tangannya mengusap bibirnya dan tentu saja masih dengan air mata yang menbasahi pipinya.


Aku mengangkatnya dan berjalan menuju ranjang lalu aku lempar badan ke ranjang tersebut. Bukannya aku sudah ingin berhenti melakukannya tapi gairahku memuncak melihat gadis itu. Aku benar-benar menginginkannya.


" Le-lepaskan!!! " teriaknya sambil menangis meronta-ronta


" Layani aku " perintahku dingin


" Ku mohon tuan " pintanya namun aku tidak menghiraukannya aku menindihnya dan aku kembali menciuminya tanganku mulai meraba-raba lagi tubuh indahnya dan aku melakukannya lagi hingga pagi menjelang.


Mungkin karena kelelahan dia yang masih menangis sesegukkan pun akhirnya tertidur pulas. Lalu aku kembali mengenakan pakaianku dan keluar kamar tersebut menuju ruangan pribadiku. Aku mengangkat ganggang telpon dan memencet beberapa tombol.


" Tolong siapkan pakaian untuk Elea" perintahku kepada kepala pelayan.


" baik tuan " jawab pelayanku lalu aku menutup telponnya.