
Aleta mengikuti Ceres sampai di pantry. Ceres berhenti dan berbalik membuat Aleta kaget dan segera menghentikan langkahnya yang hampir saja menabrak dada bidang Ceres. Aleta mendongak ke atas dan ternyata Ceres menatapnya lalu Aleta segera menundukkan kepalanya.
" Ma-maaf tuan apa ada yang harus saya kerjakan disini? " tanya Aleta canggung. Membuat Ceres benar benar tidak dapat melepaskan pandangannya terhadap Aleta.
' Gadis ini sebenarnya biasa saja dibanding dengan yang lain, tapi kenapa aku tidak bisa melepaskan pandanganku terhadapnya?! ' batin Ceres dalam hatinya
" A-pa ada sesuatu di muka saya tuan? " Tanya polos Aleta. Membuat Ceres tersadar akan lamunannya.
' ke-kenapa tempat ini sepi sekali...? ' batin Aleta 'apa jangan jangan pria ini mau melakukan sesuatu yang buruk terhadapku' batin Aleta kembali waspada
" Ah iya...tuan Archilles memintaku untuk mencarimu? " Ucap Ceres dengan tatapnya yang tajam membuat Aleta bertambah takut
" K-kenapa tuan Archilles mencari saya? " tanya Aleta yang benar benar takut karena selama ini di bekerja dengan baik. Melihat Aleta yang gemetaran membuat Ceres ingin sekali menggodanya.
" Entahlah ...mungkin kamu melakukan sesuatu yang fatal hingga dia mencarimu " goda Ceres dengan wajah tanpa Ekspresi.
" B-benarkah tuan...T-tapi selama ini s-saya bekerja dengan baik "jelas Aleta membuat Ceres ingin tertawa melihat wajahnya yang sudah pucat pasi.
" Aku hanya bercanda....Kamu disuruh membuat kompres lagi untuk nona Elea " terang Ceres yang spontan mendapat pukulan dari Aleta
"Tuan anda sungguh membuat saya ketakutan " teriak Aleta yang sudah hampir menangis sambil memukul mukul Ceres.
" sampai kapan kamu akan memukuli aku terus! " ucapan Ceres membuat Aleta tersadar dan merasa canggung pada Ceres
" M-maaf tuan...maafkan saya....! " sambil membungkukkan badannya berkali kali membuat Ceres sedikit tersenyum melihat tingkah Aleta.
" Ya sudah cepat kerjakan... Aku tunggu di depan ruangan tuan Archilles.
" B-baik tuan " jawab Aleta dengan wajah yang sudah memerah.
Sementara itu Aleta mengambil kantong kompres di ruang kesehatan dan kembali ke pantry menuju lemari es lalu membukanya dan mengambil beberapa es lalu memasukkannya kedalam kompres tersebut. Ketika Aleta sudah menyelesaikannya. Aleta dengan segera membawa kompres itu ke lantai atas dimana Ceres sudah menunggu.
" Ini pertama kalinya aku berbicara dengan Tuan Ceres ternyata tidak seburuk mereka katakan, malahan dia mengerjaiku sampai membuat aku benar benar ketakutan. " gumam Aleta dan Aleta tersenyum saat mengingat kejadian ketika dia dengan tanpa sadar memukul mukul Ceres.
'oh Tuhan...sungguh beraninya aku memukul tuan Ceres ' batin Aleta.... banyak hal yang berkecamuk dalam pikiran Aleta yang tanpa sadar dia sudah sampai di lantai paling atas dimana Ceres sudah menunggunya.
Ceres yang menatap Aleta yang datang dengan lamunannya.
" Ehem!! " Ceres berdehem membuat Aleta tersadar dan tersenyum canggung pada Ceres
" Apa kamu tidak takut menabrak lagi nona Aleta berjalan dengan melamun seperti itu? " tanya Ceres menyindir Aleta
" Ma-maaf tuan " jawab canggung Aleta
" Baiklah... ayo masuk! tuan Archilles sudah menunggu " ucap Ceres sambil merapikan pakaiannya bersiap menuju pintu ruang Archilles
" Tu-tunggu tuan " spontan Aleta menarik jas Ceres
" Ada apa lagi...? " Ceres melihat Aleta yang begitu gemetaran
" Tuan...bisakah tuan saja yang memberikan kompres ini padanya " ucap Aleta ketakutan.
" Tidak! ini adalah perintah tuan... jadi aku hanya menjalankannya " ucap tegas Ceres
Lalu Ceres menarik tangan Aleta berjalan menuju ruangan Archilles.
" Tamatlah riwayatmu Aleta...siap siap mencari pekerjaan baru " gumam Aleta yang masih bisa didengar oleh Ceres dan Ceres tersenyum geli mendengarnya.