
" Bagaimana kalau nama anak kita Archillia Alia dan Archillio Alius? " tanya Archilles dan diangguki oleh Elea.
" nama yang bagus" ucap Elea
" tentu saja, nama mereka harus bagus" ucap Archilles mengembangkan senyumnya.
Elea yang melihat itu sangat terpesona
" tuan sangat tampan ketika tersenyum seperti itu" ucap Elea
" bukankah aku selalu tampan?" tanya Archilles bercanda.
" benar, tuan sangat tampan dan menakutkan! namun tadi ketika tuan tersenyum benar-benar lebih tampan" ucap Elea. Archilles sedikit canggung dan malu mendengar perkataan Elea.
" sudah, sekarang istirahatlah, aku akan disini menjaga kalian " ucap Archilles untuk meredakan rasa malunya.
Elea tahu bahwa tuannya sedikit malu dan Elea hanya bisa mematuhi perkataan Archilles. Lalu tidak butuh waktu lama Elea terlelap. Archilles begitu bahagia melihat Elea dan kedua putra putrinya. Hidupnya yang penuh dengan kekosongan dan balas dendam pun berubah menjadi penuh cinta dan kasih sayang.
" Ayah, ibu, lihatlah istriku yang cantik seperti ibu dan cucu-cucu kalian ini yang mungil dan lucu" gumam Archilles yang menahan tangisnya karena mengingat ke dua orang tuanya.
Archilles mendekati kedua anaknya dan melihat anaknya juga terlelap.
" ayah akan melindungi kalian, cepatlah besar anak-anakku dan kalian bisa melindungi ibu kalian" ucap Archilles berlahan.
Tangan Archilles bergetar ketika mengingat mimpi buruknya tentang Elea.
' Tidak akan aku biarkan siapapun menyentuh Elea dan anak-anakku' batin Archilles
Tok tok tok..... suara ketukan pintu terdengar dan bibi Eli membawakan makanan untuk Archilles dan Elea.
" Tuan, makanlah dulu" ucap bibi Eli sambil menyiapkan meja untuk makan Archilles
" Bibi, ketika aku nanti pergi, tolong jagalah mereka dan jangan biarkan Elea kemana-mana" pesan Archilles
" Apa?! tuan ingin pergi lagi?" tanya Bibi Eli yang sedikit terkejut.
" benar Bi, aku harus menyelesaikan sesuatu" ucap Archilles.
"Tuan, sebaiknya anda menunggu nona Elea bangun dan baru pergi" ucap bibi Eli
" Apa tuan tahu, betapa nona sangat merindukan tuan beberapa waktu lalu?!" sambung bibi Eli
" Aku tahu bibi, karena aku pun merasakan hal yang sama sepertinya. Tapi, jika ini tidak cepat aku lakukan maka, nyawa mereka taruhannya Bi" ucap Archilles sangat khawatir.
" apakah ini gara-gara paman tuan, Dean?" tanya Bibi Eli
" Benar bi, aku juga tidak tahu apa yang membuatnya menjadi iblis seperti itu, bahkan membunuh keluarganya sendiri" ucap Archilles sambil mengepalkan tangannya dengan erat.
" tuan, saya hanya menyarankan tuan untuk tinggal disini dulu beberapa saat sebelum tuan pergi lagi. saya hanya tidak tega melihat nona yang selalu menangis dan mengurung dirinya di kamar tuan" jelas bibi Eli lagi. Archilles yang mendengar itu pun sangat terkejut dan merasa bersalah.
" apakah benar yang bibi katakan?" tanya Archilles merasa bersalah
" Bibi tidak berani bohong pada tuan" jawab bibi Eli pada Archilles
" Aku memang salah Bi, namun apa yang aku lakukan juga bukan keinginanku, aku terpaksa meninggalkannya karena memang ada urusan penting" jelas Archilles.
" saya mengerti posisi tuan, dan anda harus bersyukur memiliki wanita seperti nona yang lugu dan sederhana. ketika tuan Datang, nona menghapus air matanya dan selalu menunjukan senyumannya pada tuan" cerita bibi Eli
" jelas aku sangat bersyukur bi, dia yang berbeda dari wanita yang lain dan waktu pertama kali aku melihatnya aku juga tidak berani berbuat kejam padanya" ucap Archilles sambil menatap wajah cantik Elea.