My Love From The Dark

My Love From The Dark
23. Dipermalukan



" Kau masih hidup?! " Enan begitu senang bisa bertemu wanita yang diinginkannya. Elea berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Enan.


Plaaaakkkk..... sebuah tamparan mendarat di pipi Elea.


Mata Elea terbelalak ketika melihat Jenny yang menamparnya.


" Je-jenny! " lirih Elea sambil memegangi pipinya yang panas karena tamparan yang begitu keras.


Ceres yang melihat itu langsung menghadang Jenny.


" Dasar jalang ... berani beraninya kau masih menggoda calon suamiku " teriak Jenny hingga orang orang disekitarnya melihat mereka.


" Aku tidak melakukannya! " ucap Elea sambil menangis


" Kau bohong...dasar jalang penggoda calon suami orang! " teriak Jenny sambil menunjuk nunjuk Elea.


" Itu tidak benar nona...nona Elea tidak melakukannya karena saya bersamanya " Bela Ceres


" wah wah sekarang kau benar benar hebat ya... ada pria tampan yang membelamu... " ucap Jenny sinis pada Elea sambil bertepuk tangan


" Apa pria ini sudah tidur denganmu juga?! "sambil menunjuk Ceres dan Jenny memang sengaja menaikkan volume suaranya agar semua orang yang ada disitu mendengarnya.


" Cukup Jenny!!! " Elea yang sudah geram pun berteriak pada Jenny.


" Kau berani berteriak padaku jalang! " bentak balik Jenny


" Sayang sudahlah... tadi aku hanya menyapa Elea tidak lebih " bela Enan pada Elea


" Apa kau juga membelanya?!" teriak Jenny geram membuat Jenny benar benar emosi dan ingin memukul Elea lagi. Elea hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya. Dia sudah terbiasa disiksa hingga sudah menjadi hal biasa dan bisa menahan sakitnya. Namun tangan kekar menahannya dan tatapannya begitu tajam menekan dan aura ingin membunuh pun nampak bagi yang melihatnya begitu mengerikan.


" Akh..... Sa-kit " teriak Jenny.


Enan yang melihat Archilles pun kembali ketakutan melihat tangan calon istrinya yang kesakitan.


" Sa-sakit ...Lepaskan tanganku " Ucap Jenny yang memohon.


" Berani beraninya kalian berbuat onar di kantorku! " ucap Archilles begitu menakutkan


" Bu-bukan saya tuan ...tapi wanita jalang itu" ucap Jenny sambil menunjuk ke arah Elea dan Elea hanya diam melihat dirinya yang disalahkan.


" Hmmm... begitu kah? " Ucap Archilles yang menahan amarahnya.


Archilles melihat ke arah Elea yang sedang memegangi pipinya yang merah merasa sangat marah. Apalagi sebutan untuk Elea yang diucapkan oleh Jenny. Archilles yang murka pun melepaskan tangan Jenny dengan menghempaskannya begitu kasar membuat Jenny begitu kesakitan.


" Ceres panggil satpam dan usir wanita ini! " perintah Archilles untuk mengusir Jenny kasar.


" Baik tuan " Ucap Ceres yang siap menjalankan perintah tuannya.


Datanglah beberapa satpam untuk mengusir Jenny dengan paksa keluar dari gedungnya. Enan hanya bisa mengikuti Jenny yang ditarik oleh satpam dari belakang.


Archilles berjalan mendekati Elea yang masih syok dengan apa yang terjadi padanya.


" Apa kamu tidak apa apa? " tanya Archilles lembut pada Elea. Dan Elea pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Nona... " panggil seorang resepsionis yang tadi berbicara pada Elea dan Elea menoleh kepadanya.


" kompres pake ini nona agar tidak begitu bengkak " Resepsionis ramah tadi memberikan kantong kompres kepada Elea. Elea pun menatapnya dan membaca namanya yang terpasang pada bajunya.


" Te-terima kasih Aleta " ucap Elea pada resepsionis tersebut.


" Sama sama nona dengan senang hati " ucap girang Aleta yang ramah dan senang membantu orang lain. Ceres pun diam diam tidak henti memperhatikan apa yang dilakukan Aleta gadis berpenampilan sederhana namun manis.