
Elea tidak memakan semua makanan yang dibawakan oleh Archilles. Elea tidak bisa makan banyak karena terbiasa dia menahan lapar dan ibu tirinya selalu memberi sedikit makanan padanya.
Di kamar lain dimana Archilles berada....
" Aku ingin kamu mencari informasi tentang keluarga gadis itu dan aku menginginkan secepatnya " perintah Archilles.
"Baik tuan " jawab Asisten pribadi Archilles
Lalu Archilles kembali ke kamar Elea dan melihat Elea yang sudah tertidur dengan lelapnya. Dia juga melihat nampan yang hanya dimakan sedikit oleh Elea.
Archilles memandang wajah Elea yang begitu damai waktu tertidur.
' Cantik.... kau benar-benar cantik seperti ibuku... aku akan selalu melindungimu ' guman Archilles dalam hati.
" I-ibu jangan pergi....jangan tinggalkan Elea..... tidak... ku mohon ..... jangan bunuh dia.... tidakkkk..... " teriak Elea.... tubuhnya bergetar, dadanya begitu sesak karna bayangan ibunya yang dibunuh selalu menjadi mimpi buruk Elea.
" Apakah kau baik-baik saja? " Elea tercekat mendengar suara yang ada disampingnya. Elea hanya menggelengkan kepalanya dan mengabaikan ketakutannya pada Archilles, Elea tiba tiba memeluk Archilles dan menangis sejadi jadinya. Archilles yang kaget karna pelukan Elea pun membalas pelukannya dengan lembut dan hangat.
" Jangan takut.... Aku akan selalu bersama dan melindungimu " ucap Archilles lembut, Elea yang semalaman menangis akhirnya kembali tidur dalam pelukan Archilles.
-----------
Pagi hari.....
Elea yang terbangun dari tidurnya terdiam didepan dada Archilles yang masih setia memejamkan matanya. Elea yang melihat posisinya saat ini pun merasa jantungnya berdetak dengan cepat sampai-sampai wajahnya begitu merona jika mengingat dia memeluk pria itu.
" Apa kau menginginkan sesuatu nona? " Elea terkejut ketika suara parau itu menyapanya.
Elea memalingkan wajahnya dan hendak turun dari ranjang namun dengan cepat Archilles menarik lengan Elea dan Archilles pun bangun dengan posisi duduk namun masih diatas ranjangnya. Archilles menatap Elea begitu pula Elea menatap mata Archilles karena Elea terkejut oleh tarikan Archilles dan tidak sengaja mata mereka saling memandang.
" Tidak! " balas Archilles dengan wajah datarnya.
" Ta-tapi a-ku ingin ke kamar mandi! " ucap Elea gugup. Lalu Archilles melepaskan tangan Elea dan Elea berlari ke kamar mandi.
" K-kenapa dadaku berdebar seperti ini? " Gumam Elea. Setelah selesai, Elea keluar dan melihat Archilles duduk di ranjang masih dengan selimut menatap ke arah jendela.
' Dia begitu tampan seperti seorang pangeran ' batin Elea
" Berhentilah menatapku seperti itu nona " Ucap Archilles yang tahu sedari tadi dilihat oleh Elea.
" A-aku tidak .... " ketika ingin mengatakan bantahannya Elea terhenti ketika ada suara ketukan pintu.
" Masuk! " perintah Archille.
Seseorang masuk ke kamar mereka dan memberitahukan bahwa apa yang diminta Archilles sudah didapatkan.
" Tuan, saya sudah mendapatkan apa yang tuan minta " ucap asisten tadi
" Baiklah .... tunggu aku di ruang kerjaku " pinta Archilles dan dipatuhi oleh asistennya... lalu archilles berdiri dan mendekati Elea.
" ku harap kamu mau sarapan bersamaku di bawah... aku akan menyuruh pelayan membantumu dan mengantarmu ke sana " ucap Archilles yang spontan diangguki oleh Elea, lalu Archilles melangkah pergi menuju ruang kerjanya.
" Gadis itu...sepertinya sudah mulai patuh sekarang " terukir senyum diwajah Archilles.
" Aku akan membuatmu tidak mau lepas dariku Elea, karna kamu adalah milikku "