
Josh mendekati Archilles dan berbisik padanya.
" Ada Archilles junior disana " bisik Josh
" Apa?! " Archilles tersentak ketika mendengar itu.
" Ck.... Elea sedang hamil... itu perbuatanmu kan?! " ucap Josh sedikit kesal.
" Jadi kau harus jaga dia baik baik...jangan sampai dia stress dan ingat baik baik beri dia makanan yang bergizi ... aku akan pergi dulu ..jaga adikku baik baik...kalau tidak...aku akan membawa dia pergi! " ucap serius Josh
Archilles hanya berdiri terpaku saat mendengar apa yang disampaikan oleh Josh dan tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut Archilles. Josh yang melihat Ekspresi wajah Archilles pun hanya bisa tersenyum dan berlalu pergi meninggalkannya. Entah apa yang ada dipikiran dan apa yang dirasakan Archilles saat ini, Dia melihat wajah cantik Elea yang tertidur dan mulai melangkah mendekatinya. Archilles lalu duduk dipinggiran ranjang dan membelai rambutnya.
" Apa kamu mau menerimanya jika kamu tahu bahwa kamu mengandung anakku, Elea? " gumam Archilles lalu mencium kening Elea dan mengambil posisi disebelahnya.
Drrrttttt....drrrtttt..... ponsel Archilles bergetar.
" Halo, ada apa lagi?! " tanya Archilles
" Aku lupa satu hal padamu .." jawab Josh ditelepon
" Apa itu? " tanya Archilles kembali
" Jangan berhubungan ***** dahulu...itu tidak boleh untuk janinnya dimasa 1-3 bulan " jawab Josh
"Apa kau mengerti Arc ?! " tanya Josh
" Ya... akan aku lakukan apa yang kamu suruh " Jawab Archilles
" Baiklah...jaga baik baik Elea dan calon ponakan aku " pesan Josh dan dia menutup teleponnya.
Archilles kembali membaringkan badannya di samping Elea dan dia mulai memejamkan matanya.
Pagi hari mulai menjelang...
Elea terbangun dan merasakan mual lagi dan lagi, dia langsung ke kamar mandi dengan memegang perutnya.
Archilles yang berada di sampingnya pun terbangun mendengar suara mual dari arah kamar mandi dan lekas masuk ke kamar mandi membantu Elea mengusap usap punggungnya.
" Apa yang kau rasakan Elea? " tanya Archilles yang merasa kasihan pada Elea.
" Tuan.... bolehkah aku memelukmu? " tanya Elea spontan memeluk Archilles dan Archilles sempat heran dengan sikap Elea
" Ayo, kamu harus sarapan dan minum vitamin " ucap Archilles mengendalikan dirinya.
" Tuan...gendong aku ya " pinta Elea manja.
Archilles terpaku melihat tingkah Elea yang memintanya dengan manja karena ini pertama kalinya bagi Elea. Archilles hanya bisa menurutinya. Lalu dia menggendong Elea sampai ranjang dan membaringkannya.
" Tuan, aku lapar bisakah tuan memasak untukku " Archilles yang mendengar itu tersentak dengan ucapan dan tingkah lakunya.
" Baiklah aku akan menyiapkannya untukmu " ucap Archilles dan dia pergi ke dapur
Drrrttt.....Drrrttttt.... ponsel Archilles kembali bergetar...dan dilayar tertulis Josh
" Aku lupa sesuatu lagi... " ucap Josh
"Apa lagi??! " tanya Archilles
" Jika Elea meminta sesuatu yang aneh aneh atau tidak biasanya dia lakukan ...turuti saja...itu karena dia lagi ngidam " jelas Josh
" Baiklah...aku mengerti " jawab Archilles paham
Setelah Josh menjelaskan semuanya Archilles lali menutup teleponnya.
Archilles lalu ke dapur memasak sesuatu untuk Elea. Semua pelayan disana merasa sangat heran melihat tuannya yang tidak ingin siapa pun membantu memasaknya.
Setelah selesai Archilles meletakkannya di piring dan dibawanya ke kamar Elea.
Elea keluar kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang dililitnya ditubuhnya.
Archilles hanya bisa menelan salivanya melihat tubuh indah dan segar yang diperlihatkan padanya. Tapi Archilles mengingat dengan baik apa yang di sampaikan Josh padanya.
" Tuan ..." sapa Elea
" Aku sudah memasak untukmu... cepatlah ganti pakaian dan makan sarapanmu " Ucap Archilles yang ingin langsung ke ruang kerjanya. Namun tiba tiba Elea memeluknya dari belakang
" Tuan ...jangan pergi biarkan aku memelukmu sebentar " ucap Elea yang membuat Archilles menahan hasratnya hingga mengepalkan tangannya.