My Love From The Dark

My Love From The Dark
21. Undangan



Setelah Caesar selesai bercerita ia kembali ke kamarnya diantar oleh Ceres yang sudah menunggu di depan pintu.


" Tuan.... " panggil Elea pada Archilles


" hmmm? " balas Archilles singkat


" Apakah ada kaitannya ibuku dan orang tua tuan yang sama sama dibunuh? " tanya Elea


" Sepertinya begitu tapi aku juga belum yakin karena ini masih dalam penyelidikanku " jelas Archilles pada Elea dan Elea hanya menganggukkan kepalanya


" Hmm....saudara tirimu bernama Jenny kan??" tanya Archilles tiba tiba membuat Elea tersentak


" Ba-bagaimana tuan tahu? " tanya Elea gugup


" Enan adalah manager diperusahaanku tapi kerjanya tidak pernah selesai dan suka sekali berganti ganti wanita.... manusia menjijikkan! " Celetuk Archilles dan membuat Elea tersenyum manis. Archilles yang melihatnya pun merasa sangat senang dan terpesona


" Sering seringlah tersenyum Elea...." ucap Archilles yang sukses membuat wajah Elea memerah dan Archilles senang melihatnya.


" Ini... ( sambil memberikan sebuah undangan kepada Elea) Aku mendapat undangan pernikahan dari mereka " ucap Archilles


" Aku ingin kamu menemaniku menghadiri undangan itu " ucap Archilles.


" Ta-tapi... Ak-aku .... " ucap Elea ragu


"Aku sudah tahu semua kisahmu nona Elea." Archilles memang sengaja ingin membalas perbuatan mereka


"...... " Elea hanya bisa diam karna meski menolak pun pasti Archilles tetap akan memaksanya untuk ikut bersamanya


" Aku hanya ingin melihat reaksi mereka karna sudah membuangmu" ucap Archilles datar


" T-tapi aku t-takut.... " ucap lirih Elea yang masih bisa didengar oleh Archilles.


" Aku akan selalu melindungimu Elea.... jangan khawatirkan hal yang tidak perlu... sekarang kamu adalah milikku" ucap Archilles yang sukses membuat Elea begitu merona dan Archilles tersenyum ketika menyadari wajah Elea yang menunduk dan memerah.


' Sungguh menggemaskan .... ingin rasanya aku memakannya ' batin Archilles gemas


" Bisakah tidak memanggilku 'tuan' ?! " ucap Archilles yang ingin mendengar Elea menyebutkan namanya.


" A-ku tidak mau " ucap Elea gugup dan secara langsung Archilles menglumat bibir mungil Elea.


" Akh... " teriak Elea ketika bahunya terasa nyeri dan membuat Archilles menghentikan ciumannya.


" Maafkan aku " ucap Archilles merasa bersalah.


" Tidak apa apa tuan" sambil memegang pundaknya yang sakit.


" panggil namaku Elea " Ucap Archilles sedikit kesal dengan menatap tajam Elea.


" Aku tidak pantas memanggil tuan dengan nama saja " ucap Elea sedikit merasa canggung.


" Apa yang membuatmu tidak pantas?... hmm? " tanya Archilles


" aku hanya manusia biasa yang tidak mempunyai apa apa dan bukan siapa siapa tuan " jawab Elea yang hampir menangis.


" Aku tidak butuh kamu yang harus sempurna, kamu tidak pergi dariku saja itu sudah cukup bagiku " Ucap Archilles yang memeluk Elea dengan lembut.


Archilles kembali mencium Elea dengan lembut dan Elea pun membalas ciuman Archilles. Archilles begitu senang saat tahu Elea sudah membalas ciumannya.


Setelah selesai, Archilles naik ke ranjang Elea dan memutuskan untuk tidur di samping Elea lalu mendekap Elea dalam pelukkan Archilles.


**********


" Mama... Pestaku nanti harus sempurna karena akan kedatangan pimpinan perusahaan yang terkenal Pak Archilles " ucap Jenny dengan suara via telpon ke Rose ibunya.


" Apa? Yang benar sayang?! " tanya Rose


" iya mam, tadi Enan bilang begitu padaku " jelas Jenny


" Iya kita harus tampil sempurna saat pernikahan mu! " ucap Rose gembira.