My Love From The Dark

My Love From The Dark
6. Pedih



" T-tolong tuan ... Ak-aku tidak sanggup lagi! " Elea hanya bisa menangis dan memohon belas kasihan Archilles.


" Kalau begitu makanlah... aku akan mengambilkan makanan untukmu " ucap Archilles lalu melangkah pergi untuk mengambil makanan untuk Elea.


Elea memeluk kakinya dan masih terduduk bersandar di jendela kaca yang besar itu.... ingin rasanya dia mengakhiri hidupnya. Dia termenung masih meratapi kehidupannya. Walau dia bertemu dengan laki-laki tampan dan menawan namun dia membencinya karena sudah menghancurkan hidupnya.


" Aku ingin mengakhiri hidupku saja.... hiks " Elea yang begitu putus asa. Dia berdiri dan membuka jendela besar itu walau sangat berat. Ketika terbuka, kakinya melangkah ke jendela tersebut. Dia merasakan hembusan angin yang menerpa dirinya. Elea memejamkan matanya dia menarik napas panjang.


" Apa kau ingin mati ?? " ucapan tersebut membuat Elea kaget dan tanpa persiapan Elea terpeleset lalu terjatuh.


" Aaaaaaaa....... " suara teriakan Elea saat terjatuh.


" Eleaaaaaaaa....!!! " teriak Archilles dan dengan cepat dia ikut melompat untuk menolongnya.


Elea memejamkan matanya, dia pasrah jika harus mati saat ini juga. Namun dengan cepat tangan yang kokoh memeluknya dengan erat. Ya, Archilleslah dengan kekuatannya yang menarik tangan dan memeluk tubuh Elea lalu dibopongnya Elea kembali ke kastilnya.


" Berani sekali gadis ini mencoba bunuh diri dan tidak mau bersamaku, aku akan menghukumnya saat dia sadar " gumam Archilles yang begitu kesal karna selama dia hidup tidak pernah ada yang penolak keinginannya.


Elea POV


Aku perlahan lahan membuka mataku, aku begitu terkejut ketika aku kembali di kamar dimana aku dikurung.


"Kenapa aku belom mati" gumamku, aku terduduk dan menangis.


Ceklek..... ku menoleh saat aku mendengar suara pintu kamar yang aku berada saat ini terbuka. Badanku bergetar ketakutan saat melihat siapa yang berdiri di pintu itu. Ya dia pria yang menghancurkan hidupku. Aku benar benar merasa takut ketika melihat dia. Dan saat ini ku lihat dia seperti mengeluarkan aura gelap yang menakutkan. Aku juga melihat pria itu membawa sebuah nampan agak besar berisi makanan dan berjalan ke arahku.


" Ja-jangan mendekat.... " Ucapku gugup, dan pastinya bukannya dia berhenti tapi terus melangkah mendekat ke arahku. Aku memeluk erat kedua kakiku. Badanku lemas tak bertenaga ingin berdiri saja aku tak sanggup apalagi berlari darinya.


" Makanlah.... " ucap pria itu padaku dan tiba-tiba dia mengangkatku dan membawaku duduk di tepi ranjang.


"A-pa yang kamu lakukan?!" tanyaku terkejut dengan apa yang dia lakukan. aku tidak mau melakukan hal itu lagi.


" Aku hanya menyuruhmu makan " ucapnya datar


" Aku tidak napsu makan! " jawabku sedikit berteriak


" Kalau kamu tidak makan... aku akan melakukannya lagi ...aku akan memakanmu ... aku tidak mau tahu...ketika aku kembali nampan itu harus bersih dan ingat walau kamu mencoba membunuh dirimu sendiri aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah " ancam pria itu padaku membuat ketakutanku menjadi jadi dan kembali air mataku menetes.


" Tuhan, kenapa hidupku jadi seperti ini, bahkan aku ingin mati pun aku tidak bisa?!....hiks....... " tangisku pedih.