My Love From The Dark

My Love From The Dark
3. Membawa Ke Kastil



Dengan secepat kilat Archilles melesat kearah Elea dan melihat apa yang dilakukan beberapa manusia di Wilayahnya. Archilles melihat beberapa orang itu menyiksa seorang wanita yang diikat dan disumpal dengan kain.


Archilles menatap gadis yang terikat tersebut.


" Lebih baik kau di sini mati dengan tenang dan tidak mengganggu putriku " ucap Rose yang juga menarik rambut Elea. Elea hanya bisa mengeluarkan air matanya. Archilles melihat wajah gadis yang tersiksa itu, dia menatap dengan wajah datar dan tatapan yang tajam.


Rose menghepaskan tubuh Elea dan kepala Elea membentur pohon dan mengeluarkan darah. Aroma darah yang manis itu tercium oleh Archilles.


" Ayo kita pergi dari sini ! " ucap Rose kepada pengawalnya.


" Baik nyonya !! " jawab pengawalnya lalu mereka pergi meninggalkan Elea. Dengan posisi tertidur miring Elea mulai lemah dan samar-samar melihat seseorang mendekatinya.


Elea sudah tidak bisa menahan matanya dan mulai kehilangan kesadarannya.


' Bau darah yang manis... ' guman Archilles


Archilles menjilati darah Elea yang keluar dari dahinya. Dia ingin menggigit Elea namun ketika hendak menggigit Elea, Archilles melihat wajah Elea yang cantik


"Walau kotor namun masih terlihat cantik dan darahnya begitu lezat, sayang kalau dihabiskan sekarang !" ucap lirih Archilles lalu bawa Elea ke Kastil nya.


Ketika sampai di Kastilnya Archilles meminta pada pelayan wanitanya untuk merawatnya.


Archilles membawanya ke sebuah kamar dan membaringkan tubuh Elea disana.


" Bersihkan dan ganti pakaiannya " perintah Archilles dan pergi meninggalkan kamar tersebut


" Baik Tuan " jawab pelayan tersebut lalu melaksanakan apa yang diperintahkan tuannya


" Lihatlah wanita ini begitu cantik tapi kenapa banyak luka pada tubuhnya? " tanya pelayan lain yang heran


" Hanya tuan yang tahu ini....kita laksanakan saja perintahnya dan menyelesaikannya " ucap pelayan wanita 1


" Baik " ucap pelayan yang lain


Setelah para pelayan menyelesaikan tugasnya mereka keluar dari kamar dan salah satunya memberitahukan kepada asisten pribadi tuannya yaitu Ceres. Lalu Ceres memberitahukan kepada tuannya.


Ceres yang mengetahui sifat Tuannya pun dibuat bingung dengan apa yang dilakukan tuan yang selama ini tidak peduli dengan kehidupan makhluk lain. Apa yang membuat manusia ini menarik bagi tuannya? pertanyaan itu terus berada dipikiran Ceres.


" Kamu akan tahu Ceres kenapa manusia ini begitu menarik perhatianku " ucap Archilles datar yang tiba-tiba membuat Ceres terkejut.


" Ma-maafkan saya tuan...saya tidak bermaksud berpikir aneh-aneh pada tuan " ucap Ceres sambil membungkukkan badannya.


" Tidak masalah " ucap Archilles datar.


Kemudian Archilles melangkah menuju kamar dimana Elea berada.


Ketika masuk ke dalam kamar yang bernuasa hitam, mata Archilles tertuju pada sebuah tempat tidur berukuran king size dimana Elea berbaring sangat anggun dengan bajunya yang berwarna putih berenda di ranjang itu. Archilles yang melihat Elea begitu takjub dengan ciptaan Tuhan yang begitu mempesona. Archilles duduk di samping ranjang tersebut. Dia melihat tubuhnya yang memar-memar karena luka pukulan yang diterima dari ibu dan kakak tirinya. Namun luka itu tidak menghilangkan kecantikan Elea.


" Sungguh cantik sekali " ucap Archilles Lirih sambil membelai wajah cantik Elea


" Kamu sekarang adalah milikku nona cantik " lanjut Archilles dengan senyum miringnya. Lalu Archilles melumat bibir Elea yang ranum itu. Archilles mulai merasakan gairah seperti yang dirasakan manusia dan perasaan itu tidak disadari oleh Archilles. Dia hanya menjalankan instingnya saja.