My Love From The Dark

My Love From The Dark
71. Bahagia



Elea sangat tenang dengan tidurnya dan Archilles masih setia menemaninya. Archilles mengusap lembut pipi Elea lalu mengecup kening Elea dengan lembut.


" Maafkan aku Elea, selalu membuatmu menderita " ucap Archilles penuh penyesalan. Archilles lalu merebahkan kembali tubuhnya disamping Elea dan mengelus perut Elea.


" Maafkan ayah ya, baik-baik diperut ibu kalian " ucap lembut Archilles kepada dua anaknya yang masih dalam perut Elea.


Keesok hariannya dengan cuaca yang masih mendung dan gerimis, Elea berlahan membuka matanya. Elea memegangi kepalanya karena masih terasa pusing dan Elea juga merasakan nyeri di tangannya.


Elea berlahan memposisikan tubuhnya dengan posisi duduk.


" Apa yang terjadi, tanganku sakit sekali?" Elea sejenak lupa dengan apa yang telah terjadi.


Lalu Elea teringat Archilles yang kesakitan.


Elea POV


aku terbangun dan merasakan sakit dipergelangan tanganku dan aku mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Benar, aku mengingat tuan Archilles begitu kesakitan yang luar biasa dan aku merasa tertekan melihatnya kesakitan.


aku melihat setiap sudut kamar dan aku berada di kamar tuan Archilles. Aku tidak melihat sosoknya dan saat ini aku masih benar-benar merindukannya.


Ceklek....aku mendengar suara pintu yang terbuka. Aku menahan tangis ketika melihat sosok yang masuk ke dalam kamar. Ya, dia tuan aku sangat rindukan. Dia membawa nampan berisikan makanan dan minuman. Matanya yang masih sayu dan lembut menatapku.


" Tu-an..apa tuan sudah baikan?" tanyaku padanya


Dia meletakkan nampannya di meja kecil sebelah ranjang dan nampak bergegas menuju ke arahku dan tiba-tiba tuan Archilles memeluk dengan lembut.


" Kenapa kamu bodoh sekali, sayang?! apa ini masih sangat sakit?" tanya tuan kepadaku sambil memegang tanganku dengan hati-hati


" Tidak tuan, aku rela melakukan apa saja demi tuan" ucapku tegas


" Dan aku juga rela kalau harus mengorbankan..nya......" ucapanku terhenti, tuan Archilles tiba-tiba menciumku


" Tu-tuan ...... huuufhh....hmmm....hmmm..." panggilku


"Ma-maaf " ucap tuan Archilles


Aku benar-benar ingin memeluknya.


" Ke-kenapa kamu menangis sayang?" ucap tuan Archilles kaget dan begitu Khawatir padaku.


" Aku benar-benar sangat bahagia dan bersyukur bisa bertemu dengan tuan" Ucapku diperlukannya


" Aku juga begitu sayang, karena sudah menerimaku apa adanya " ucap tuan padaku


" Haiyaaaahh.... bisakah kalian berhenti bermesra-mesraannya?" tiba-tiba suara kakak Josh memecahkan keromantisan kami.


" Kakak..." ucapku padanya


"kapan kamu masuk ke kamar ini?!" Aku merasa ucapan tuan yang dilontarkan ke kakak sedikit merasa jengkel.


"dasar jomblo tidak sopan" lanjut ucap tuanku ketus


" hai... jaga omonganmu.... mau aku kasih racun heh?!" sahut kakak juga sepertinya merasa jengkel pada tuan.


" setidaknya ketuk pintu dulu" balas tuan


" Haiss... malas berdebat denganmu...dari tadi aku ketuk pintu...karena asyiknya kalian .... kami pun di abaikan" ucap kakakku


" untuk apa kamu kemarin?" tanya tuan


" aku ingin memeriksa nyonya Archilles" jawab kakakku


" Baiklah, periksalah " jawab tuanku


Kemudian kakak memeriksaku dengan hati-hati dan penuh kasih sayang.


" Baiklah...sudah selesai dan semuanya baik-baik saja " ucap kakakku setelah memeriksa


" Yang kamu perlukan sekarang adalah mengisi perutmu sesuatu yang enak " ucap Josh pada semua yang berada di situ