
Melihat Elea, Archilles lalu melangkah mundur dengan raut wajah yang sedih.
" A-ku akan panggilkan dokter.... " lalu Archilles berpaling dan hendak melangkah keluar.
" T-tuan ..... " Panggil Elea membuat langkah Archilles terhenti dan menoleh ke arah Elea.
" Bi-bisakah ambilkan aku segelas air? Aku sangat haus " pinta Elea masih dengan mata yang berkaca kaca.
" Sebentar... akan aku ambilkan " lalu Archilles mengambil segelas air dan diberikannya pada Elea. Lalu Elea menerimanya dan meminumnya sampai kandas.
Archilles mengambil gelas kosong Elea lalu meletakkan kembali ke tempat semula. Archilles duduk di samping ranjang Elea.
" Terima kasih tuan " Ucap Elea.... Archilles hanya terpaku dengan ucapan Elea. Dia begitu gembira melihat Elea yang sudah tidak takut padanya.
" iya ... sama sama " balasnya lembut
" Aku akan memanggil dokter untuk memeriksa keadaanmu " ucap Archilles yang beranjak dari duduknya dan akan melangkah keluar namun terhenti oleh Elea yang memegang lengan Archilles.
" Tu-tuan.... aku tidak apa apa ... bisakah membawaku pulang saja?! " pinta Elea.
Archilles dengan sigap langsung memeluk Elea.
" Ku mohon jangan tinggalkan aku... akan ku lakukan apapun agar kamu tetap bersamaku " ucap Archilles sendu
Elea hanya bisa menangis dipelukkan Archilles, dia merasa serasa senang dengan perlakuan Archilles yang begitu perhatian bahkan takut kehilangan dirinya.
' Bahkan pria ini bukan siapa siapa aku, bahkan pria ini sudah menghancurkan hidup, bahkan pria ini bukan manusia... tetapi mengapa dia begitu perhatian dan tidak ingin aku tinggalkan?! " ucap Elea dalam hatinya.
" Apa sebenarnya mau mu tuan? "tanya Elea yang masih ragu dengan perasaannya.
" Mau ku adalah kamu tetap bersamaku dan dalam pengawasanku " ucap Archilles.
" K-kenapa harus aku? " tanya Elea
" Entahlah... yang pasti aku hanya menginginkan kamu! " jawab Archilles yang membuat Elea begitu merona dalam pelukkannya Archilles.
" Jika kamu tahu kebenaran tentang aku....maukah kamu menerimaku dan tidak mengatakannya pada siapapun?! " Archilles yang balik bertanya dan diangguki oleh Elea.
" Ibuku adalah seorang vampir dan ayahku adalah manusia serigala " cerita Archilles
" B-bagaimana mereka bisa bersama ? " tanya Elea
" Kata ibuku dulu, bukankah mereka saling bermusuhan ?" tanya Elea kembali karena penasaran
" Cintalah yang mempersatukan mereka " tiba tiba Caesar masuk dan menjawab pertanyaan Elea.
" Kakek " ucap Elea dan Archilles bersamaan membuat Caesar tersenyum senang.
" Bisakah kakek menceritakan kisah mereka kepada kami? " tanya Archilles yang juga ingin tahu. lalu Caesar pun mengangguk tersenyum tanda setuju.
" Awalnya aku mengajak Anna ke sebuah pesta rakyat yang boleh dihadiri oleh siapa pun, Anna lah yang ingin sekali keluar rumah dan melihat dunia luar " cerita Caesar
" Siapa itu Anna ? " tanya Elea
" Anna adalah anak perempuan satu satunya kakek dan dialah ibu dari Archilles. " jawab Caesar tersenyum
" Dia cantik seperti dirimu " sambung Caesar dan Elea tersenyum merona mendengar apa yang dikatakan Caesar.
" Ini semua berawal dari pamanmu Dean ! " Caesar memancarkan amarahnya.
" Jika dia tidak berulah maka Anna masih bisa hidup sampai sekarang " wajah Caesar kembali sendu.
" Memangnya apa yang dilakukan paman Dean pada ibu tuan? " Elea benar benar penasaran dengan cerita yang disampaikan Caesar.
" Di pesta rakyat itu Dean bermain judi dengan kaum wolf dan Anna menjadi taruhannya...itu tanpa sepengetahuanku " cerita Caesar
" Dean dinyatakan kalah dan mau tidak mau harus menyerahkan Anna pada mereka... betapa murkanya aku pada Dean dan merusak tempat judi tersebut. Aku menyuruh Anna untuk berlari sejauh mungkin dan kembali rumah " Elea yang mendengar cerita tersebut dengan serius begitu pula dengan Archilles.