My Love From The Dark

My Love From The Dark
72. Meminta Ijin



Tuan Archilles mengambil nampan isi makanan dan minuman tadi dan menyuapiku dengan hati-hati.


" Apakah enak?" tanya tuan Archilles


" iya " jawabku


Dan ketika aku sedang menikmati makanan dan suapan dari tuan, perut ku merasa sedikit sakit karena tendangan kecil yang ada di perutku


" aduh..." ucapku


" a-apa yang sakit?" tanya tuan Archilles panik.


" tidak apa-apa tuan hanya di sini" jawabku sambil menunjuk dan mengelus perutku.


tuan Archilles lalu meletakkan makanan dan minumannya di tempat sebelumnya.


" Kalian jangan nakal ya, anak ayah yang baik, kasihan ibu kalian dia kesakitan" ucap tuan Archilles lalu lanjut dengan mencium dan mengelus perutku dengan lembut.


Aku tidak tahan dengan perlakuannya dan aku ingin sekali memeluknya. Aku peluk dengan erat tubuhnya.


" Sayang, kenapa memelukku begitu erat? apakah perutmu sakit?" ucap tuan Archilles begitu panik


" tidak, aku tidak apa-apa tuan, aku hanya ingin memelukmu" ucapku padanya.


" kalau begitu peluk aku sepuasmu" ucap tuan dan aku tidak segan memeluknya.


" Sayang, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" tiba-tiba tuan mengatakan hal yang membuatku penasaran.


" Tuan, apakah ada hal yang serius?" tanyaku melihat wajahnya yang agak murung dan serius


" Aku akan pergi, untuk membalas dendam kedua orang tuaku dan ibumu " ucapnya membuat aku membelalakkan mataku.


" Kamu jagalah anak-anak kita kelak dan jangan pernah meninggalkan kediaman ini selama aku pergi" ucap tuan membuat aku sangat khawatir dan kata-katanya seperti kata-kata perpisahan.


" apakah tuan harus balas dendam, apakah tidak bisa memaafkan mereka?" tanyaku yang sudah mengeluarkan air mata


" asal tuan berjanji, akan kembali kesini lagi aku tidak menghalangi niat tuan" ucapku pada tuan Archilles.


" ya aku berjanji, aku akan selalu melindungi kalian" Ucap tuan Archilles membuat mataku tidak berhenti mengeluarkan air mata.


Tuan Archilles berlahan mengusap air mataku dan memelukku.


" Kapan tuan pergi?" tanyaku


" belum tahu, aku masih ingin bersamamu dan anak - anak " ucap tuanku


" Tuan terus terang aku sangat khawatir jika tuan pergi dan tidak akan kembali" ucapku sedih, karena selama ini aku merasa seperti itu dan terlihat jelas di wajahnya yang tidak yakin dirinya akan selamat atau tidak.


" Ini demi kalian Elea.... aku akan melindungi kalian walau harus mempertaruhkan nyawaku" ucap tuan Archilles dengan wajah sedihnya dan memelukku dengan erat.


" Tidak! aku tidak mau tuan berbicara seperti itu!" ucapku dan aku mendorong tubuh tuan dan menutup telingaku karena aku memang tidak ingin mendengar.


" Elea...." ucap tuan Archilles lirih


" Aku tidak sanggup kalau harus kehilangan tuan! aku tidak ingin kebahagiaan ini berakhir begitu saja, aku mohon tuan jangan berkata seperti itu" tangisku pecah, aku benar-benar takut kehilangan sosok yang selama ini mencintaiku dengan tulus, melindungiku dan menjagaku. Aku benar-benar takut, membayangkan saja aku tidak sanggup kalau harus kehilangan tuan Archilles.


" Aku berjanji, sayang untuk kembali "ucap tuan dengan memeluk dan menenangkan aku.


" aku mencintaimu tuan" ucapku yang masih dengan menangis sesenggukan


" aku juga sangat mencintaimu Elea." ucap tuan.


setelah beberapa saat karena aku merasa sangat lelah akhirnya aku pun memejamkan matanya dan tertidur di pelukan tuan dan aku samar-samar mendengar suara tuan yang aku mendengarnya setengah sadar.


" aku berharap kamu dapat menjaga dirimu dan anak kita kelak ketika aku tidak ada"ucap tuan Archilles lirih


" selamat beristirahat sayangku" ucapnya samar