
Setelah Archilles dan Elea menikah secara resmi pada malam harinya Archilles ingin mengatakan sesuatu pada Elea. Namun Archilles mengurungkannya karena ingin memberi kejutan untuk besok.
" apa yang kamu pikirkan?" tanya Elea lembut sambil menggendong Alia yang tadi habis menangis.
" tidak ada" ucap Archilles singkat
Elea pun terdiam dan mulai menimang Alia kembali. Archilles melihat betapa cantiknya Elea ketika menggendong Alia. lalu Archilles melangkah mendekati Elea lalu memeluknya dari belakang. Elea sedikit terkejut dan membiarkan Archilles memeluknya.
" kamu sangat cantik sayang " ucap Achilles
" apa suamiku menginginkan sesuatu?" tanya Elea
" apakah aku boleh meminta sesuatu darimu, sayang?" tanya balik Archilles
" tentu saja boleh, nyawaku pun pasti akan aku serahkan padamu" ucap Elea yang begitu saja, membuat Archilles sekilas membayangkan mimpinya.
" tidak boleh, nyawamu sangat berharga sayang dan aku tidak menginginkan itu" ucap Archilles
" lalu apa yang kamu inginkan?" tanya Elea lagi
" aku hanya meminta kasih sayangmu saja sayang dan jangan pernah meninggalkan aku" ucap Archilles yang begitu takut kehilangan Elea
tiba-tiba suara tangisan dari Alius pun terdengar.
" kamu gendong dulu ya Alia, aku akan memberi asi pada anak laki-laki kita yang tampan " ucap elea menyerahkan Alia kepada Archilles
" aku tidak sabar melihat mereka tumbuh dewasa" ucap Archilles
" benar sekali, aku juga tidak sabar menunggu saat itu" ucap Elea tersenyum
" sayang, berkencan lah denganku besok" ucap Archilles
" Apa? " tanya Elea memastikan apa yang baru saja dia dengar.
" Besok, kita berkencan dan biarlah anak kita dijaga oleh bibi dan Aleta. apakah kamu mau berkencan denganku?" ucap Archilles yang susah payah mengucapkannya.
" iya, aku sangat menginginkannya" jawab Elea sangat senang.
" kita akan berangkat pagi, jadi bersiap-siaplah besok" ucap Archilles
" terimakasih" ucap Elea membuat Archilles tercengang
" seharusnya aku melakukan itu sayang" ucap Archilles
Kemudian Archilles melanjutkan obrolannya dengan Elea sambil menggendong Alia dan Alius hingga akhirnya mereka terlelap.
Dan keesok harinya
Josh melihat Archilles dan Elea yang sudah rapi namun pakaiannya santai akan melangkah keluar rumah.
" kalian mau kemana?" tanya Josh
" kak, nitip Alia dan Alius ya, kami akan berkencan" jawab Elea
" ck... kalian ini, sudah sana pergi" ucap Josh
" cepat cari Olivia, ajak dia kencan" ucap Archilles yang tiba-tiba menyebut nama Olivia
" sudah sana pergi" ucap Josh yang malas menanggapi ejekan Archilles
" kak, cepatlah cari wanita, jadi nanti kita bisa sama-sama kencan" ucap Elea
" kau..." ucap Josh terhenti dan berjalan menuju ruang makan untuk makan.
" kalau aku tidak lapar pasti aku tanggapi kalian, sudah sana pergi" ucap Josh membelakangi Elea dan Archilles sambil melambaikan tangannya.
Elea dan Archilles hanya tersenyum melihat perlakuan Josh lalu mereka pergi untuk berkencan.
sambil menikmati kopinya Josh mulai memikirkan Olivia.
'bagaimana keadaan Olivia dan apa yang dilakukannya sekarang?' tanya Josh dalam hati yang mulai merindukan sosok Olivia
dan tiba-tiba ponsel Josh berdering membuat Josh sedikit terkejut karena melihat nama dilayar ponsel adalah wanita yang baru saja dia pikirkan.
" baru juga memikirkannya, sudah menelpon saja" ucap Josh lirih
" halo" lanjut Josh menjawab panggilannya.
" bisakah kamu menemaniku untuk berkencan?" tanya Olivia
" tidak, aku tidak mau" jawab tegas Josh yang sekali lagi ingin menghindar
" kenapa?" tanya Olivia yang didengar Josh begitu sedih
" aku masih sarapan dan aku harus pergi" jawab Josh
" tidak apa-apa, aku bisa menunggu di sini" ucap Olivia yang bersedia menunggu
" kamu ingin menungguku, bagaimana kalau aku tidak datang ?!" tanya Josh
" aku yakin, kamu pasti datang" jawab Olivia yang langsung menutupnya dan tidak lama setelah teleponnya ditutup Olivia mengirimkan alamat tempat dimana dia menunggu Josh datang ke alamat tersebut. Itu membuat Josh senang dengan keyakinan Olivia terhadap dirinya.