
Setelah selesai makan dan mengobrol, bibi Eli berpamitan pada Archilles.
" karena tuan sudah selesai, sekarang beristirahatlah" ucap Bibi Eli
" terimakasih bibi" ucap Archilles
" nanti kalau nona Elea sudah bangun, saya akan menyiapkan makanannya" ucap bibi Eli
" baiklah, aku akan memberi kabar kalau Elea bangun" ucap Archilles
" baiklah kalau begitu tuan, saya permisi dulu" ucap bibi Eli pamit sambil membungkukkan badannya.
setelah bibi Eli pergi, Archilles berjalan menuju ranjang dan membelai wajah Elea. Namun tiba-tiba salah satu dari si kembar terdengar menangis dan dengan segera Archilles mendekati anaknya itu.
Dengan hati-hati Archilles mencoba menggendong bayinya yang baru lahir itu.
" kenapa kamu menangis, Putri ayah yang mungil?" tanya Archilles sambil menimang anaknya agar berhenti menangis.
Elea terbangun mendengar suara anaknya yang menangis. Elea sangat terpukau ketika melihat apa yang belum dia lihat sebelumnya.
" Bawalah dia kemari, mungkin dia haus dan lapar" tiba-tiba Elea jawab pertanyaan
" kamu sudah bangun, sayang?" tanya Archilles sedikit terkejut
"hmm" jawab Elea singkat
Lalu Archilles membawa putrinya itu kepangkuan ibunya dan dengan segera Elea memberikan asinya pada putrinya itu.
Archilles terpesona dengan apa yang dilihatnya sekarang. Namun tiba-tiba bayangan mimpi tentang Elea pun membuat pikirannya gusar.
Elea melihat raut wajah yang berbeda pada Archilles, dia melihat wajah sedih dan khawatir akan sesuatu.
" tuan, ada apa?" tanya Elea pada Archilles
" tidak, tidak ada apa-apa sayang" jawab Archilles yang langsung tersenyum melihat Elea.
" Benarkah?" tanya Elea memastikan
" iya, .... apa kamu lapar? biar aku menyuruh bibi Eli untuk menyiapkan makanan untukmu."ucap Archilles sedikit canggung
" iya, terimakasih tuan" ucap Elea
Archilles segera memberi tahu bibi Eli untuk menyediakan makanan untuk Elea via telepon
Archilles dengan segera menggendong putranya itu ke pangkuan ibunya.
"Tuan, beristirahatlah aku akan menjaga mereka" ucap Elea lembut
" Tidak apa, aku sudah terbiasa tanpa istirahat" ucap Archilles datar.
Elea lupa kalau Archilles bukan manusia, walaupun Archilles memang seperti manusia.
" ah benar sekali ..." gumam Elea
" apa nya yang benar?" tanya Archilles yang mendengar gumaman Elea
" ah tidak...." ucap Elea terhenti dan sedikit canggung
tok tok tok.... terdengar suara pintu diketuk
" masuk" ucap Archilles mempersilahkan dan ternyata bibi Eli dengan membawa berbagai makanan sehat untuk Elea.
" nona, bagaimana keadaanmu?" tanya bibi Eli sambil mendekati Elea
" aku baik- baik saja Bi" jawab Elea
" syukurlah kalau begitu nona, makanlah yang banyak nona agar mereka pun kenyang.
Elea lalu memakan makanan bergizi yang sudah disiapkan oleh bibi Eli ketika sang putranya juga sudah terlelap.
Archilles juga ikut merebahkan diri disamping putra putrinya sambil melihat mereka.
Elea melihat itu sambil makan makanannya dan mengingat apa yang menjadi harapan dan cita-cita.
" tu-an, bolehkah aku meminta sesuatu dari tuan?" tanya Elea sambil makan dan sedikit ragu.
" apapun aku akan berusaha melakukan dan mewujudkannya, sayang" ucap Archilles tanpa ragu.
" tuan, aku ingin pergi ke taman hiburan tetapi tuan harus menemaniku" ucap Elea tanpa ragu lagi
" Kenapa harus aku temani?" tanya Archilles sedikit penasaran dengan keinginan Elea
"mmmmm.... be-gini tuan, ketika aku masih disiksa rumah, aku selalu punya keinginan ketika aku mencintai seseorang dan orang itu juga juga mencintaiku. aku ingin sekali berkencan di taman hiburan. hanya berdua saja " ucap Elea