My Love From The Dark

My Love From The Dark
51. Ciuman Ceres



" Tunggu kau...enak saja kau menamparku dasar ******!" teriak karyawan wanita itu


PLAAAKK.... wanita itu lebih keras menampar wajah Aleta hingga terlihat memar di pipinya


Tanpa disadari air mata Aleta mengalir, Dia berlari melewati Ceres.


Ceres menggenggam erat tangannya karena melihat semua kejadian itu dan dia berjalan menuju ke arah karyawan karyawan wanita itu.


" Berani beraninya seorang resepsionis menamparku aku karyawan berbakat disini...dan tuan Ceres milikku" ucap karyawan wanita yang sombong itu


" siapa milik siapa?! " Ucap Ceres tegas dengan wajah yang begitu dingin.


Karyawan yang berada disitu terkejut dan takut melihat Ceres yang terlihat lebih menakutkan dari biasanya.


" Apa tadi tuan mendengarnya ya?!" bisik bisik karyawan karyawan itu.


" Pa-pagi Tuan Ceres...." Ucapan salam dari beberapa karyawan wanita. Namun Ceres hanya memperlihatkan wajah dinginnya tanpa membalas sapaan mereka.


" Apa ada masalah sehingga kalian ini berkumpul disini?! " Tanya Ceres memancing reaksi mereka


" Ahh tuan, tadi ada seorang resepsionis menampar wajah manager " karyawan lain menyahut.


" kenapa dia menamparmu?" tanya Ceres lagi


" Karena tadi dia menabrak saya dan saya menegurnya agar tidak lari larian di dalam kantor" ucap wanita itu dan mencari perhatian Ceres.


" Tuan... pecat saja karyawan itu" pinta karyawan wanita itu


' ingin sekali ku cekik wanita ini...tapi aku harus mencari Aleta dulu lalu bikin perhitungan dengan wanita ini' batin Ceres.


Ceres mengabaikan perkataan wanita tersebut dan pergi mencari Aleta.


Aleta pergi ke atas gedung dan menangis terisak disana. Ceres pun dengan mudah menemukan Aleta.


" Kenapa semua orang beranggapan bahwa aku ini adalah wanita murahan ... padahal aku sudah berdandan biasa saja tapi kenapa masih dianggap seperti itu" teriak kesal Aleta sambil menangis dan mengelus pipinya yang memar.


" Tapi aku tidak menganggap kamu wanita murahan" tiba tiba terdengar suara lembut di telinga Aleta.


" T-t-tuan .... Apa yang kamu lakukan ?" tanya Aleta grogi


" Lalu apa yang kamu lakukan di sini teriak teriak tidak jelas hingga menangis?! " tanya balik Ceres


" T----tidak apa apa.... L-lepaskan! Aku akan kembali bekerja" jawab Aleta sambil meronta agar Ceres melepaskan pelukkannya.


" Tidak mau " ucap Ceres


Ceres membalikan badan Aleta lalu menarik pinggang ramping Aleta. Membuat Aleta terkejut dan merasakan sesuatu di dalam dada nya berdebar.


" A-apa yang tuan lakukan?! lepaskan!" Aleta bingung harus menghadapinya. Aleta hanya bisa mendorong dorong dada bidang Ceres dan meronta namun percuma.


" Apa ini sakit? "tanya Ceres sambil mengusap usap wajahnya yang memar dengan lembut dan dianggukki oleh Aleta.


wajah Aleta tak terhindar lagi begitu merona.


Tiba tiba Ceres mencium pipi merah Aleta.


" t---tuan...A--apa yang kamu lakukan?!"


tanya Aleta


" menyembuhkan pipi bengkakmu " ucap santai Ceres


" Ma-mana ada hal seperti itu" teriak Aleta heran


" Tu-tuan aku tidak apa apa...lepaskan aku !!" Aleta memohon dan meronta namun tidak dihiraukan Ceres. Tiba tiba Ceres mencium bibir merah Aleta dan membuat Aleta terpaku tak bergerak lagi. Betapa terkejutnya Aleta hingga air matanya bertambah banyak yang keluar.


" hufftt ....hufftt...." Aleta sudah pasrah hingga susah bernapas dan Ceres akhirnya melepaskan ciumannya.


" Apa kamu sudah tenang?" ucap Ceres lembut


Lutut Aleta lemas hingga dia terduduk tidak mampu untuk berdiri.


Dengan cepat Ceres menggendongnya dan membawanya ke ruangannya. Saat berjalan menuju ruangannya banyak yang melihat apa yang dilakukan Ceres.