
Di sebuah gedung pencakar langit milik Alexander Group berhentilah sebuah mobil mewah pemilik tempat tersebut.
Keluarlah pria tampan berambut hitam bermata biru bertubuh tinggi dengan pakaian jas rapi dan berjalan memasuki gedung tersebut dengan wajah tegas dan dingin. Banyak wanita yang terpesona padanya dan mencari cari perhatian pada pria tersebut, namun diabaikannya. Lalu pria itu memasuki ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya. Pria itu adalah Archilles.
Tok tok tok tok..... suara ketukan pintu terdengar di ruangan Archilles
" Selamat pagi tuan Archilles " sapa salah satu karyawannya yaitu Enan tunangan Jenny.
" hmm..." jawab singkat Archilles
" Tuan saya ingin.... " ucapan Enan terhenti karena instruksi dari Archilles untuk tidak bicara dulu
Drrttt drrrtttt....drrrrttttt.... ponsel Archilles bergetar.
" Iya Rico, siapkan semua apa yang diperlukan Elea nanti malam.... hmm.... terima kasieh " perintah Archilles via telpon. Yang di dengar oleh Enan saat itu.
" E- elea ?! " gumam Enan mengingat nama itu adalah nama wanita yang susah ia dapatkan.
'bukankah dia sudah mati dibuang oleh ibunya Jenny' batin Enan
" Ada apa tuan Enan ?! " tanya Archilles dengan tatapan tajam dan menekan. Membuat Enan begidik.
" Ah tidak apa apa tuan....maafkan saya. " ucap Enan canggung
" Jadi....?! " tanya Archilles sambil menyangga dagunya dengan kedua tangannya.
" Begini tuan.... saya hanya ingin memastikan untuk tuan bisa hadir dalam pesta saya nanti malam " Enan benar benar berharap kepada Archilles untuk datang agar semua orang tahu betapa dia adalah orang penting di perusahaannya.
" Baiklah... aku akan mengajak istriku nanti malam " ucap Archilles datar
" Apa??!! " teriak Enan karna selama ini yang dia tahu Archilles tidak pernah dekat dengan wanita apalagi memiliki seorang istri.
" Baiklah kalau sudah selesai anda bisa keluar " ucap Archilles pada Enan
" Terima kasih tuan.. saya permisi " pamit Enan lalu pergi meninggalkan ruangan Archilles
" Dasar manusia bodoh... Akan aku buat pestamu sangat berkesan dan tidak akan terlupakan " Senyum menyeringai pun terukir di bibir Archilles
Beberapa jam kemudian Elea sampai di sebuah gedung yang sangat tinggi sampai sampai dia tertegun melihat kemegahan gedung tersebut. Ketika Elea masuk membuat banyak mata memandang Elea terutama laki-laki.
" Permisi nona... sedang mencari siapa?? " tanya salah satu penjaga resepsionis
" Sa-saya mencari tuan Archilles " ucap Elea lalu mendapat tatapan sinis dari beberapa wanita di resepsionis tersebut.
" Apakah nona sudah ada janji? " tanya salah satu Resepsionis dengan ramah
" Sa-saya.... " sebelum menyelesaikan ucapan Elea, Ceres tiba tiba datang
" Tuan yang menyuruhnya datang ke kantornya " ucap Ceres mengagetkan Elea dan orang orang yang berada disitu.
" Baik tuan Ceres... silahkan " Ucap salah satu resepsionis ramah tersebut.
" Terima kasih " Ucap Elea
" Sama sama nona " ucap resepsionis ramah itu
Pada saat Elea hendak berjalan menuju ke sebuah lift tiba tiba terdengar suara teriakan seorang pria yang ditakuti oleh Elea.
" Elea...!! " panggil Enan dan Elea pun menoleh secara reflek ketika dipanggil namanya.
" ......... " Elea hanya terdiam dan tidak berani menatap Enan. Lalu mengalihkan pandangannya dan hendak melanjutkan langkahnya namun tangannya ditarik oleh Enan.
" Kau masih hidup?! " Enan begitu senang bisa bertemu wanita yang diinginkannya. Elea berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Enan.
Plaaaakkkk..... sebuah tamparan mendarat di pipi Elea.
--------
Jangan Lupa VOTE LIKE & KOMENT ya...
Terima kasih bagi para pembaca yang sudah membaca dan memberikan Vote nya buat saya...