My Love From The Dark

My Love From The Dark
40. Dendam



Rose melihat Jenny yang sudah tenang dan mulai mendekatinya lalu mencium keningnya.


Rose terpukul dengan ucapan yang dikatakan oleh Jenny.


" Nyonya.... " sapa seorang dokter yang memakai sebuah masker yang menutupi hidung dan mulutnya yang menangani Jenny.


" I-iya? " jawab Rose


" Apa anda kerabatnya?" tanya dokter itu lagi


" S-saya ibunya! " jawab Rose


" Dokter, Tolong sembuhkan anak saya! " Rose memohon pada dokter tersebut.


" Saya akan berusaha melakukan yang terbaik nyonya " jawab dokter itu


"Kalau begitu saya pamit dulu, saya titip anak saya karena saya ada urusan " pamit Rose


" Tentu nyonya, saya akan merawatnya dengan baik" jawab dokter itu dengan senyuman yang tersembunyi dibalik maskernya.


Lalu Rose keluar dari kamar Jenny dengan wajah sedihnya dan Dokter itu pun melepas maskernya dan menatap lekat wajah Jenny.


" Aku kan menyembuhkanmu dan menjadikan kamu seorang wanita yang baik dan tidak bisa lepas dariku!" Dokter itu mencium lembut bibir Jenny.


Drrrrrrtttttttt......drrrrtttt.....


Ponsel dokter itu bergetar lalu dengan cepat dokter itu menjawab


" Ada yang bisa saya bantu Tuan Archilles?" tanya dokter itu


" Apa sudah ada perkembangan Rico?! " tanya Archilles pada dokter itu yang tak lain adalah Rico salah satu Asisten pribadi Archilles


" Iya tuan...kali ini rencana kita berjalan dengan baik" Jawab Rico


" Tuan, bolehkah saya bersenang senang dengan wanita ini? " tanya Rico


" Tentu saja, lakukan sesukamu dan jangan sampai wanita itu jadi wanita jahat seperti ibunya, ubahlah dia jadi wanita baik dan aku yakin dengan kemampuanmu kamu pasti bisa." ucap Archilles


" Terima kasih tuan!" Lalu Rico menutup panggilan dari Archilles lalu pergi dari kamar Jenny.


Di tempat lain


berhentilah sebuah mobil berwarna hitam disebuah rumah tua klasik yang sangat besar dan agak menyeramkan.


" Nona Olivia, dimanakah kita ini?" tanya Rose yang sedikit merasa takut melihat sekitarnya.


"Ini rumah kami nyonya ... ayo ayahku sudah menunggu di dalam" Jawab Olivia lalu mereka masuk ke dalam rumah tua tersebut dan berhenti di ruang utama dimana Dean sudah menunggu mereka.


Mata Rose terpaku pada sesosok pria paruh baya yang duduk menghadap jendela dan menatap arah luar.


" Ayah... aku kembali" ucap Olivia


" Dan aku sudah membawa nyonya Rose... " lanjut Olivia dan Dean membalikkan badannya dan menatap Olivia dan Rose.


" Bagaimana keadaan anda nyonya Rose?" tanya Dean


"B-baik tuan dan terima kasih sudah membebaskan saya " Jawab Rose gugup dan terkesima dengan wajah Dean yang masih tampan walau sudah paruh baya.


" Tidak perlu berterima kasih nyonya, saya yakin anda sudah tahu apa yang harus anda lakukan?" ucap Dean tanpa basa basi.


" Ba-baik tuan " Jawab Rose


" Olivia .... antar kan nyonya Rose ke kamarnya ... biarkan dia beristirahat dulu" Perintah Dean


" Baik ayah " ucap Olivia lalu membawa Rose ke kamar yang sudah disiapkan.


" Silahkan nyonya, anggap saja ini rumah anda sendiri" ucap Olivia pada Rose dan diangguki oleh Rose


" Terima kasih nona Olivia " ucap Rose dan Olivia meninggalkan Rose sendirian.


Rose terduduk dan masih mengingat semua yang dikatakan Jenny padanya.


" Maafkan mama Jenny, ini semua demi kamu tapi kenapa kamu mengatakan seperti itu sayang" ucap lirih Rose dengan berlinang air mata


" Ini semua gara gara kamu Elea... Aku akan menghancurkanmu....aku benar benar akan menghancurkanmu!" lanjut Rose yang tanpa menyesal sedikitpun.