
Elea POV
Sebenarnya apa maunya pria ini, aku begitu ketakutan ketika melihat matanya yang memandangku dengan tajam. Pria ini tampan tapi seram. Kenapa hidupku harus begini dan bertemu dengan pria menakutkan itu bahkan dia telah merenggut satu satunya yang selama ini aku jaga. Aku berusaha tidak takut padanya tapi apa yang dia katakan selalu membuat badanku bergetar. Bahkan melihat bayangannya saja aku sangat ketakutan. Aku merasa Aura gelap selalu menyelimutinya. Tapi entah sejak kapan aku merasakan hal yang berbeda, aku merasa tenang jika bersamanya.
" Hai nona, apa yang kamu pikirkan? " ucapnya membuatku tersadar dengan lamunanku dan aku hanya menggelengkan kepalaku.
" Ayo! " ajaknya... dan entah perasaan apa ini. Di dalam dadaku berkecamuk ketika tangannya menggandeng tanganku. Mukaku benar benar terasa panas.
" Tu-tuan.... bisakah jalannya pelan sedikit... Kakiku sakit sekali " ucapku karena sepatu yang aku pakai tidak nyaman sekali
" aaakkkhh.... Bruuukk " teriakku yang tersandung sesuatu karna jalanan yang tidak rata dan dengan sigap tuan Archilles menangkap tubuhku.
" Apa kamu tidak apa apa?? " tanyanya dengan wajah yang tanpa ekspresi sama sekali.
" Tu-tuan ... kalau ingin membunuhku langsung saja bunuh aku... jangan menyiksaku seperti ini! " teriakku kepadanya dan aku mulai menangis lagi.
" Tenanglah...! aku akan menggendongmu! " masih dengan ekspresi datarnya lalu dia langsung mengangkat tubuhku. Tangisku berhenti seketika dan aku benar benar terkejut dengan perlakuannya.
" Tuan, tolong turunkan aku ! " kataku padanya namun apa artinya teriakkan ku baginya, bukannya menurunkan aku dia malah lebih erat menggendongku.
" Jika aku menurunkan mu dan kamu berjalan tertatih tatih seperti itu nanti kamu kira aku menyiksamu lagi" jelasnya kepadaku
' Ada apa dengan dadaku...rasanya begitu sesak dan sesuatu di dalamnya ingin melompat keluar ' batinku sambil memegang dadaku yang tidak nyaman.
" Tu-tuan a-ku mohon turunkan aku! " sambil aku pukul pukul dada bidangnya tapi pria ini bukan menurunkan aku malah tersenyum melanjutkan langkahnya
" Ehem.... !! " suara daheman seseorang yang mengagetkan kami dan kami pun menoleh lalu aku melihat sosok seorang kakek tampan memakai kursi roda bersama pria tampan lagi yang sedang mendorongnya.
" Hmmm..... ternyata kamu disini anak nakal " kata kakek tersebut entah kepada siapa memanggil anak nakal.
" Siapa yang kamu gendong itu Archilles? " tanya kakek itu padanya. Aku hanya bisa diam dan tertunduk karena aku sangat malu dan takut menyapa pun aku tidak sanggup.
" Tuan bisakah turun kan aku...aku mohon! " bisik ku pada pria itu. Lalu pria itu menurunkan aku.
" Dia akan aku jadikan pendampingku kakek " aku tercekat dengan perkataan pria itu dan mulai memperkenalkanku dengan kakeknya. Aku melihat kakek itu agak shock melihatku, wajahnya jadi begitu sedih melihatku.
" Mendekatlah.... Siapa namamu nak?! " tanya kakek itu kepadaku dan aku berlahan mendekatinya
" E-elea.... Scarlette " balasku kepadanya
" Namamu sangat cantik " kakek itu tersenyum kepadaku walau aku merasa tatapannya begitu sedih saat melihatku
" Kau harus menjaganya baik baik Archilles!! Aku kembali ke dalam" perintah kakeknya.
" Baik kakek.... jaga dirimu " Pria itu membungkukkan badannya memberikan hormat pada kakeknya.
" Pantas dia melihatmu... kau sangat cantik seperti ibunya Archilles... kakek harap kamu jaga baik baik dirimu " ucap kakek padaku membuat aku sangat tersipu. Dan aku hanya bisa menganggukkan kepalaku saja.
------
Btw makasieh yang sudah LIKE dan Koment buat saya....🤭🤭🤭🤭
jangan lupa baca juga karya saya yg laen " our love story "
Sepertinya saya akan Off dlu dalam seminggu... jd maaf ya kalo g up 🙏🙏🙏