
Archilles berjalan dan menggandeng tangan Elea menuju ke mobil yang sudah menanti mereka. Namun ditengah perjalanan mereka Elea menghentikan jalannya.
" Ada apa? " tanya Archilles heran, dia menatap Elea yang badannya gemetaran dan menangis
" T-tuan.... ka-kakek.... " sambil menunjuk ke arah Caesar yang kaki tangannya tertancap paku disalah satu tembok di bangunan itu dan tembok itu berlumuran darah.
" Kakek !!! " Archilles berteriak sangat keras, dia berlari dan berusaha melepaskan Caesar kakeknya tersebut.
" A-rchilles...... cepat pergi.... da-ri sini.... ! " ucap Caesar tersendat sendat.
" Tidak kakek!! katakan siapa yang melakukan ini padamu?!! " ucap Archilles Marah dan sedih.
Elea juga berlari dan membantu melepaskan paku yang menancap di tubuh Caesar.
" Bertahanlah kek... Elea mohon " ucap Elea menangis
" Hahahahahaha.... biarkan saja si tua bangka itu mati disitu Archilles" tawa seseorang yang baru datang yang tak lain adalah paman Dean.
" Apa ini perbuatan kalian, hah?! " Teriak Archilles sangat lantang, wajah kemarahan Archilles pun tampak jelas.
" Itu adalah keinginan kakekmu Archilles hahahahahha " Jawab paman Dean pada Archilles
" Apa kau ingin marah Archilles?? " tanya Edward dengan senyum miringnya.
Dengan cepat Archilles berada didepan wajah Edward lalu memukul wajahnya dengan kekuatannya hingga dia terlempar jauh dan menghantam tembok. Archilles benar benar marah dan diluar kendali. Dia juga memukul pamannya Dean dan bernasib sama dengan Edward. namun mereka tidak merasa sakit dan terluka berat.
Elea yang melihat itu sangat kaget dibuatnya. Dan tiba tiba tangan Caesar menggenggam tangan Elea yang membuat Elea mengalihkan pandangannya ke Caesar.
" Nak.... kakek mohon .... jika nanti Archilles diluar kendali.... tolong bantu kakek menyadarkannya ! " ucap Caesar tertatih tatih.
" Ma-maksud kakek? " tanya Elea karena bingung.
" Nak... kami bukanlah manusia seperti kalian..... " Elea masih bingung dengan apa yang dikatakan Caesar dan Caesar tahu kebingungannya Elea
Betapa terkejutnya Elea mendengar ucapan dari Caesar tersebut.
" I-itu tidak mungkin ! " Elea tercekat dengan pernyataan itu
" Itu benar nak " ucap kembali Caesar pada Elea dan Elea pun membulatkan matanya antara percaya dan tidak percaya.
" Kakek mohon Elea ... sekali lagi...jika Archilles diluar kendalinya... sadarkanlah dia... " Elea hanya diam...tubuhnya benar benar bergetar karena ketakutan.
" Wajar jika kamu sangat takut pada kami.... uhuk...uhuk... " ucap Caesar kembali dengan sedih... membuat Elea menjadi kasihan terhadap Caesar dan spontan saja menganggukkan kepalanya
" Elea akan berusaha kek..." balas Elea
" Terima kasih.... Kakek sangat yakin padamu Elea ... kalau kamu bisa membantu kakek " Caesar tersenyum
"Hanya segitu saja kemampuan penerus bangsa kita ini hahahahahahah" ucap sombong Dean pada Archilles
" Lihatlah kakek .... cucu kesayanganmu ini sangat lemah .... bahkan aku tidak sakit sama sekali terkena pukulannya " Ejek Edward pada Archilles yang sedari tadi menundukkan kepalanya dan mengepalkan tangannya begitu erat.
" hahahahahahahaha...... " tiba tiba Archilles tertawa terbahak bahak ... yang semula matanya biru berubah menjadi merah yang menandakan bahwa Archilles benar benar di luar kendali karena amarahnya.
Aura yang sangat menakutkan keluar dari tubuhnya.
" A-apa yang terjadi padanya ayah ?! " tanya Edward yang terkejut dengan perubahan Archilles
" Ayo cepat kita habisi dia " perintah Dean
Ketika Dean dan Edward menyerang dan hampir mendekati Archilles, tubuh mereka tiba tiba tidak dapat bergerak.
" A-pa ini...?! " ucap Dean yang tidak tahu tentang kekuatan yang dimiliki Archilles.
Archilles yang sudah haus untuk membunuh pun menghajar mereka sampai babak belur.