My Love From The Dark

My Love From The Dark
76. Pernikahan Elea



"tuan, aku ingin pergi ke taman hiburan tetapi tuan harus menemaniku" ucap Elea tanpa ragu lagi


" Kenapa harus aku temani?" tanya Archilles sedikit penasaran dengan keinginan Elea


"mmmmm.... be-gini tuan, ketika aku masih disiksa di rumah, aku selalu punya keinginan ketika aku mencintai seseorang dan orang itu juga juga mencintaiku. aku ingin sekali berkencan di taman hiburan. hanya berdua saja " ucap Elea


" Apakah selama ini kamu tidak pernah mencintai seorang pria?" tanya Archilles ingin tahu


" Bagaimana aku bisa mencintai seseorang, aku selalu diperlakukan seperti pembantu dan selalu dikurung dan aku selalu disiksa oleh mereka" ucap Elea menjelaskan dan Archilles terdiam dan mengingat pertama kalinya menemukan Elea yang babak belur.


Disisi lain juga Archilles takut jika mengajak Elea pergi, mimpinya akan menjadi kenyataan. Archilles juga tidak tega untuk menolak permintaan Elea yang ingin sekali pergi bersamanya. Archilles juga berpikir selama ini tidak pernah sekalipun pergi berdua dengan Elea dan selama ini Elea hanya hidup di kastilnya.


Elea melihat ekspresi wajah Archilles yang sepertinya tidak akan mau dengan ajakan Elea.


Namun tiba-tiba Archilles memeluk Elea dan membuat Elea bingung dengan apa yang dilakukan Archilles.


" Tu-tuan?! " ucap Elea


" Jika tuan tidak menginginkannya, tidak apa-apa aku tidak akan memaksa untuk berkencan??" ucap Elea


" tidak, aku akan pergi berkencan denganmu, tetapi sebelum itu, maukah kamu menikah denganku?" tanya Archilles yang membuat matanya Elea terbelalak dan langsung mengeluarkan air matanya. Elea yang selama ini menganggap dirinya hanya wanita yang tidak berharga didepan Archilles, sekarang dia merasa sangat bahagia dengan apa yang dikatakan Archilles.


" Tuan, apakah yang ada katakan ini sungguhan?" tanya Elea memastikan


" iya, aku sungguh-sungguh dan aku tidak bercanda" ucap Archilles


yang bersungguh-sungguh


" Aku berjanji tuan, akan jadi istri terbaikmu" ucap Elea


" terimakasih, sayangku" ucap Archilles dengan senyumnya


setelah beberapa hari Elea sudah pulih dari melahirkan dan Archilles sibuk menyiapkan pernikahannya dibantu dengan yang lain.


Aleta tidak sabar menuju kamar Elea dengan membawa sebuah gaun pengantin berwarna putih.


" masuklah" jawab Elea


" Elea aku sudah membawa baju pengantinmu" ucap Aleta yang bersemangat


" terimakasih Aleta" ucap Elea


" tuan benar-benar pandai memilih gaun untuk nona, sangat cantik " ucap Aleta


" benar Aleta.... aku bersyukur bisa bertemu dengannya dan entah apa yang akan terjadi padaku jika tidak bertemu dengannya, saat ini aku bemar-benar sangat bahagia" ucap Elea yang sudah mengeluarkan air mata bahagianya.


" sudah sudah, kamu tidak boleh menangis dihari bahagia ini Elea" ucap Aleta yang langsung memeluk Elea


" Ayo, berdandan lah yang cantik" ucap Aleta lagi sambil ingin meriah Elea.


" tuan, semua sudah siap" ucap Ceres


" Baiklah, terima kasih Ceres " ucap Archilles


Tibalah acara pernikahan Archilles dan Elea. Archilles sangat terpesona melihat Elea yang berjalan menuju pada ya dengan balutan gaun pilihannya.


Begitu pula Elea melihat Archilles dengan memakai tuxidonya.


Pada akhirnya mereka mengucapkan janji pernikahan mereka dan sah menjadi suami istri. Karena sangat bahagia Elea memeluk Archilles dan mengucapkan terima kasih pada Archilles.


" terima kasih tuan, sudah memberikan kebahagiaan ini" ucap Elea


" kita sudah resmi menjadi suami istri, kenapa masih memanggilku tuan?!" ucap Archilles


" a-aku lebih suka memanggilmu tuan" ucap Elea sedikit gugup


" panggil aku suamiku atau sayang atau sebutkan namaku" ucap Archilles


" ba-baik suamiku" ucap Elea sambil tersenyum dan Archilles pun ikut senang dan mereka pun berciuman.