My Love From The Dark

My Love From The Dark
13. Trauma



Elea tercekat mendengar apa yang dikatakan Archilles. Dan Elea melihat raut wajah Archilles yang muram penuh kemarahan dan tangan yang menggengam erat tangannya.


"Aku berjanji akan membalas dan membunuh mereka semua! " Elea yang mendengar perkataan itu sampai berdiri bulu kuduknya. Tapi ada kesedihan mendalam dalam diri Elea ketika mengingat kejadian dimana ibunya dibunuh


"hiks....hiks...hiks " Elea tidak bisa menahan tangisannya lagi, badannya mulai gemetaran dan wajahnya pucat karena traumanya.


Archilles menoleh ke arah Elea yang sedang menangis dan langsung memeluk tubuh mungil itu untuk menenangkannya.


" Tolong ibuku.....jangan menyiksanya lagi....pergi kalian " Elea tidak bisa mengontrol dirinya lagi dia mulai mengingat kejadian pahit yang menimpa ibunya waktu masih kecil.


" Elea...?! " panggil Archilles karena Elea sudah mulai kehilangan kendali dalam dirinya


" Lepaskan....lepaskan... aku ingin menolong ibuku....pergi kalian...!! " Teriak histeris sambil mendorong dorong tubuh Archilles. Namun Archilles tidak melepas pelukannya dan karena tidak tahan dengan apa yang dilakukan Elea, Archilles melumat bibir merah Elea agar Elea tersadar dari bayangan traumatiknya.


" Tu.... an....mmmmm.....tu...mmmm " Elea yang tersadar mencoba melepaskan ciuman Archilles namun tidak dihiraukan oleh Archilles.


Tok... Tok.... Tok.... suara ketukan pintu


Archilles melepaskan ciuman dan Elea masih terengah engah mengusap bibirnya dan mengambil nafas.


Ceklek... suara pintu terbuka


" Tuan ini makanan yang anda pesan " ucap Ceres pada tuannya.


" Ceres kembalilah ke kastil temani Rico di sana. Disini sudah ada aku." perintah Archilles


" Baik tuan... Saya permisi " pamit Ceres


" Terima kasih Ceres " ucap Archilles kembali


Archilles membawa sebuah nampan yang berisi banyak makan lalu diletakkan di sebuah meja kecil di dekat Elea. Saat itu Elea merebahkan dirinya di ranjang berukuran king size itu.


" Makanlah ... " perintah Archilles


" .... " Elea hanya diam tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


" Kenapa? " tanya Archilles... dan Elea tetap terdiam


Elea mengalihkan pandangannya keluar Jendela. Archilles duduk dipinggiran ranjang itu disamping Elea yang membelakangi dirinya.


" Apa kamu ingin aku memakanmu? " spontan Elea mengambil posisi duduk dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan menggelengkan kepalanya tanda dia tidak menginginkannya. Namun sudah terlambat bagi Elea karena gairah Archilles sudah memuncak sejak melihat Elea yang dirias sangat cantik dengan gaun merahnya. Archilles menarik selimut itu dan membuangnya.


Archilles mendekati Elea dan memenggang kedua tangan Elea lalu menariknya menjadi satu ke atas.


" Tu....an... aku mohoonn... mmmm" ucap Elea terhenti karena bibir merahnya sudah dilahap oleh Archilles. Elea yang kembali ketakutan menangis namun tidak dihiraukan oleh Archilles. Ciuman pelan pelan dilepas oleh Archilles dan sambil terengah engah Archilles menempelkan dahinya untuk mengambil nafas dan matanya menatap Elea yang sama terengah engah dengan memejamkan matanya dan pipinya sudah basah karena air matanya. Ciuman Archilles berlahan berpindah ke leher jenjang Elea.


" Aahhh....... " Elea tidak bisa menahan suara desahannya dan itu membuat Archilles tambah bergairah.


" Bagus...nona... ayo bersuaralah " puji Archilles dan Elea menggelengkan kepalanya dan menahan suaranya.


Archilles melanjutkan aktifitasnya menurunkan gaun Elea hingga memperlihatkan ******** nya.


dan Archilles menciumnya, tangannya mulai meremas kedua bukit kembarnya. Elea mulai berontak namun apa daya tenaganya tidak bisa melawan Archilles.


" ahhh... tuan ... aku mohon...hentikan " teriak Elea namun tidak dihiraukan oleh Archilles yang sudah sangat menginginkan.