
Kelahiran Si Kembar
.
.
.
πΉπΉπΉ
Pagi itu, Sarah ingin melangkah kan kaki ke kamar mandi namun tiba-tiba dia merasa sakit yang melanda perutnya.
"Sayang, tolong! Sayang." Sarah berkali-kali memanggil suaminya yang masih tertidur.
Luan yang mendengar suara Sarah langsung bangun dan menghampirinya. Luan terkejut melihat istrinya duduk tersungkur di depan pintu kamar mandi dengan banyak cairan dan darah. Luan langsung memanggil Dr. Antonio.
Semua keluarga panik karena Sarah merasakan kontraksi hebat. Dr. Antonio segera membawa Sarah ke rumah sakit.
Sarah bersikukuh bahwa dia ingin melahirkan secara normal namun Dr. Retno mengatakan bahwa ini tidak mungkin bisa normal karena air ketuban nya sudah pecah dan kering.
Sarah segera di larikan ke ruang operasi. Luan panik dan menghubungi keluarganya. Setelah mendapat kabar dari Luan, J. Piter, Ny. Juliana dan Hara segera menyusul ke rumah sakit. Lucas tidak bisa ikut karena dia sedang bertugas.
Di rumah sakit sudah ada Ny. Madona dan Adelia yang menunggu di luar ruangan. Sesampainya di rumah sakit J. Piter, Ny. Juliana dan Hara langsung menghampiri Luan dan keluarga Sarah.
Ny. Juliana dan Ny. Madona saling menenangkan satu sama lain. Di dalam ruang operasi Dr. Antonio dan Dr. Retno beserta tim medis lain nya bekerja sama melakukan operasi yang terbaik untuk keselamatan Sarah dan bayi kembarnya.
Ini adalah operasi tersulit yang pernah Dr. Antonio lakukan, pasalnya dia memegang tanggung jawab penuh untuk menyelamatkan putri dan juga cucunya.
βοΈβοΈβοΈ
Luan tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan Sarah. J. Piter mencoba menenangkan Luan yang terlihat sangat panik.
"Nak, tenanglah!" ujar J. Piter kepada Luan.
"Aku sangat mengkhawatirkan nya, Yah."
Hara pun memeluk Adelia yang sama paniknya dengan Luan. Mereka juga berdoa untuk keselamatan Sarah.
Sarah sudah merasa lemas sekali dia berkata bahwa dia sudah tidak kuat lagi, salah satu perawat memegang tangan Sarah untuk menenangkan nya.
Dr. Antonio sempat meneteskan air mata dan Dr. Retno dengan cekatan menggantikan Dr. Antonio. Dr. Antonio menghampiri kepala Sarah dan mengecup keningnya.
"Sabar sayang, kamu harus kuat."
Wajah Sarah sudah semakin pucat, dia sudah lemas karena kehilangan banyak darah. Dr. Retno berusaha dengan cepat mengeluarkan sang bayi dari perut Sarah.
"Dokter aku sudah tidak kuat lagi," ucap Sarah lirih.
Setelah kedua bayi kembar itu selamat, Dr. Retno segera menjahit kembali perut Sarah. Dr. Antonio pun memangku kedua cucunya dan di dekapkan di pelukan ibu mereka. Perlahan Sarah memejamkan matanya yang membuat Dr. Antonio khawatir. Dr. Retno menyuruh perawat untuk membawa Dr. Antonio keluar.
"Serahkan semuanya kepada Tuhan. Aku akan berusaha semampuku," ujar Dr. Retno.
Dr. Antonio pun keluar dari ruang operasi dan menghampiri keluarganya. Dr. Antonio menangis yang membuat semua keluarga panik.
"Ton, bagaimana keadaan menantu dan cucuku?" tanya J. Piter.
"Ayah bagaimana keadaan Sarah?" tanya Luan.
Semua keluarga pun menanti jawaban Dr. Antonio.
"Kedua cucuku sudah selamat tapi_," Dr. Antonio menghentikan ucapan nya.
"Tapi apa yah?" tanya Luan yang paling khawatir.
"Tapi putri ku, aku tidak tahu apakah dia bisa bertahan atau tidak. Aku tahu fisiknya sangat lemah."
Badan Luan seketika merasa lemas, dia sangat terpukul. Ny. Juliana dengan cepat memeluk anak nya agar Luan tidak pingsan. Luan menangis sambil membayangkan masa-masa indah bersama Sarah.
"Sayang, kita sudah berjanji akan bersama sampai kita tua nanti. Jika kau sekarang meninggalkan ku itu artinya kau sudah tidak sayang kepadaku lagi. Bagaimana aku bisa hidup di dunia ini sendiri? Aku sudah terbiasa mendengar suara lembut mu setiap hari. Sayang jangan tinggalkan aku, ku mohon! Kau bahkan belum melihat bayi kembar kita. Rencana kita kedepannya masih panjang sayang. Sayang, aku berjanji akan selalu mengingat perjuanganmu ini. Tetaplah mendampingi ku dan aku mohon kembalilah kepadaku."
βοΈβοΈβοΈ
Saat semua keluarga sudah pasrah kepada Tuhan, Dr. Retno pun keluar sambil tersenyum penuh makna.
Sarah pun di pindahkan ke ruang rawat inap. Di luar Luan bertanya kepada Dr. Retno.
"Bolehkah saya menemani nya, Dok?" tanya Luan.
"Silahkan, Pak. Saya harus mengecek kembali bayi anda."
"Terimakasih banyak, Dok." ujar Luan.
"Dr. Retno saya sangat berterima kasih atas jasa-jasamu," sahut Dr. Antonio.
"Sama-sama, memang sudah menjadi tugas saya sebagai seorang dokter. Kalau begitu saya permisi."
Luan pun masuk ke ruangan dan menghampiri Sarah. Perlahan Luan mendekati istrinya yang sedang tertidur sambil menggigit bibir bawahnya.
Luan duduk di samping Sarah sambil memegang tangan istrinya itu. Luan tidak berani membangunkan Sarah namun di hatinya selalu berdoa agar istri dan anak-anaknya selalu sehat dan di jaga oleh Tuhan yang maha esa.
Dr. Antonio menghampiri Luan dan menyuruh nya untuk mengadzankan kedua anak nya. Luan pun pergi ke ruang bayi bersama Dr. Antonio. Luan memangku kedua bayi kembarnya dan segera mengadzankan nya.
Setelah selesai Luan mencium kening kedua bayinya dan segera meletakkan kembali. Luan kembali ke ruangan Sarah dan semua keluarga sudah berkumpul di sana.
Luan melihat bahwa betapa Sarah sangat di sayangi dan di cintai semua keluarganya. Sejak Sarah menginjakan kaki ke rumahnya dia sudah membawa keceriaan bagi keluarganya terutama bagi ibunya.
Kini Sarah menambah kebahagiaan itu dengan kehadiran kedua putra mereka. Luan merasa sangat beruntung mendapatkan istri seperti Sarah.
Tiga hari telah berlalu, kini Sarah dan bayinya sudah di izinkan pulang. Setelah mengurus administrasi dan segala keperluan nya, Luan dan keluarga nya membawa Sarah dan bayi kembarnya pulang.
Untung Adelia sudah menyiapkan kamar dan segala keperluan untuk keponakan nya yakni si kembar.
Satu minggu lagi akan di adakan syukuran di kediaman Dr. Antonio untuk Sarah dan juga bayi kembarnya. Dr. Antonio sudah menghubungi semua kerabat dan juga keluarga Luan.
Adelia pun segera menghubungi Leo dan juga Samuel untuk datang ke acara syukuran itu. Hara juga menghubungi suaminya Lucas agar menyempatkan waktunya, pulang sebentar untuk melihat keponakan nya yang telah lahir.
Di luar negeri, Samuel pun mengajak Jasmin untuk pergi melihat anaknya Luan, mengingat Jasmin juga sahabat Luan. Jasmin pun bersedia dan akhirnya Leo, Samuel dan Jasmin segera memesan tiket pesawat.
Lucas pun mendapat izin pulang. Hara sangat bahagia karena dia bisa bertemu dengan suaminya lagi. Hara memang sudah tahu resiko menjadi istri seorang TNI yang harus sering di tinggal di rumah.
Hari yang di nantikan pun telah tiba, semua orang berkumpul di kediaman Dr. Antonio untuk menghadiri acara syukuran Sarah dan bayi nya.
Setelah sambutan, Luan pun mengumumkan nama dari anak-anaknya. Anaknya yang pertama di beri nama Devano Al deva Wesley dan anak nya yang kedua di beri nama Devino Al deva Wesley. Al deva di ambil dari nama kakek buyut dari keluarga Dr. Antonio dan Wesley di ambil dari nama kakek buyut J. Piter.
Semua orang gemas melihat bayi kembar dari Sarah dan Luan. Akhirnya keluarga Dr. Antonio dan keluarga J. Piter memiliki cucu yang sekaligus dua. Mereka semua sangat bahagia. Terpancar sebuah senyuman dari raut wajah Sarah kepada Luan. Luan pun membalas senyuman Sarah dan berterima kasih telah menjadi ibu dari anak-anaknya.
.
.
.
πΉ The End πΉ
###
.
.
.
Terima kasih banyak kepada sahabat MHIOFY atau My Heart Is Only For You karena kalian selalu setia menemani author sampai di akhir cerita.
Mohon maaf jika author banyak salah kepada kalian ya, author juga masih harus banyak belajar dari kalian semua.
Salam hangat dari author untuk keluarga kalian di rumah ya...
Semoga kita semua dalam lindungan Tuhan yang maha esa.
Terima kasih atas doa dan dukungan nya π
πΉ~I Miss You~πΉ