
๐Masa lalu yang baru terungkap๐
โฅโฅโฅ
[Dirumah Luan]
J.Piter mengerutkan dahinya dan mendengus penuh dengan amarah yang ingin dia keluarkan. Namun, dia masih memendamnya. "Ayah sudah katakan. Menikah itu bukan suatu hal yang mudah! Kau masih saja mengganggap ini hanya sebuah permainan. Sama seperti cita-citamu, yang tidak jelas itu. Apa kau tidak menghargai Lucas sebagai kakakmu? Kau tidak boleh menikah sebelum Lucas menikah. Mengerti!"
"Sampai kapan aku harus menunggu kakak menikah, Yah? Sampai kapan? Aku mencintai Sarah dan Sarah sudah menungguku. Dari kecil, ayah selalu mementingkan kakak dari pada aku. Aku tidak pernah mengeluh atas perlakuan ayah kepadaku. Kali ini, aku hanya meminta restu dari ayah. Hanya itu saja, Yah."
"Restu? Untuk apa kau meminta restu dariku jika kau selalu membantah perintahku. Dasar anak pembangkang!"
"Karena kau ayahku, aku menghormatimu. Aku harus meminta izin darimu."
"Aku bukan ayahmu! Kau bukan darah dagingku." J.Piter mengatakannya dengan sangat lantang dan membuat semua orang takut.
"Pah, apa yang kamu katakan? Sudah cukup! Jangan katakan apapun lagi. Luan adalah anakku. Dia anak kita, Pah. Apa papah masih mengganggapnya orang lain? Aku yang membesarkannya, jadi jangan katakan lagi kalau dia bukan anak kita," ujar Ny.Juliana yang membela Luan.
"Dia hanyalah anak yatim piatu yang kita tolong dan kita rawat. Dia bukanlah anak kandungku, lihat saja sifatnya. Sangat jauh berbeda denganku, jangan selalu membelanya atau mamah akan menyesal," ujar J.Piter sambil menatap tajam Luan.
"Sifat Luan sama dengan sifat mamah, Pah. Dia juga anak mamah, sama seperti Lucas. Papah selalu pilih kasih antara Luan dengan Lucas. Luan, kamu jangan mendengar perkataan ayahmu. Dia selalu bebicara yang tidak-tidak jika sedang marah. Ayo, Nak! Kamu pergi ke kamarmu, ya," ucap Ny.Juliana sambil menangis.
"Tunggu, Bu. Apa benar yang dikatakan ayah?"
"Tidak, Nak. Ayahmu hanya_"
"Ya, semua itu benar! Bertahun-tahun aku memendamnya hanya karena, Lucas dan ibumu melarangku untuk mengatakannya. Namun, kesabaranku sudah habis. Apa salah Lucas kepadamu? Dari kecil, dia selalu membelamu dan dia selalu memberikan mainannya untukmu. Sekarang, kau ingin melangkahinya dan membiarkan orang-orang menertawakannya? Dia anak kandungku satu-satunya, aku tidak akan membiarkan hatinya terluka. Aku juga sudah memberikan nama keluargaku kepadamu. Apa semua ini masih kurang? Dimana rasa terima kasihmu selama ini? Hah!"
Luan meneteskan air matanya mendengar ucapan ayahnya. "Cukup! Yah. Ahh! Bukan. cukup, Paman. Mulai saat ini, hilangkan namaku dari keluargamu. Aku memang tidak bisa membalas budi baikmu yang telah merawatku dari kecil. Dan sekarang, aku bukan lagi anggota dari keluarga ini. Aku akan pergi," Luan tidak ingin berdebat dengan ayahnya lagi. Dia memilih mengalah dan pergi.
Ny.Juliana mencoba menghentikan kepergian Luan. "Nak, apa yang kamu katakan? Kau adalah putra ibu. Jangan pergi, Nak. Pah, hentikan Luan, jangan biarkan dia pergi, Pah! Apa papah ingin membuat keluarga kita hancur? Jangan mengingat masa lalu lagi, Pah. Luan anak kita, Luan anakku. Luan... Luan... kembalilah, Nak."
Saat Luan berjalan sampai didepan pintu, Ny.Juliana tidak bisa menahan dirinya lagi, dia pun pingsan dan membuat semua orang panik. Penyakitnya kambuh kembali. Luan terkejut dan segera kembali untuk memangku ibunya.
Luan pun menyesal telah meninggalkan ibunya. "Bu, bangunlah! Semua ini salahku, aku memang anak yang hanya bisa membuat susah semua orang, aku tidak pantas menjadi anakmu. Bu, bangunlah! Aku berjanji akan membuatmu bahagia. Bu, Maafkan aku."
J.Piter pun panik, kemudian dia segera membawa Ny.Juliana ke rumah sakit.
Lucas mendengar kabar dari pengawalnya kalau ibunya dibawa kerumah sakit. Lucas langsung meminta izin untuk menjenguk ibunya.
***
Sesampainya dirumah sakit, Ny.Juliana langsung dibawa ke ruang UGD dan segera ditangani oleh tim medis di rumah sakit tersebut.
Luan sangat panik hingga tidak sempat mengabari Sarah. Seharian, Sarah menanti kabar dari Luan. Luan menunggu ibunya diluar ruangan.
Selang beberapa jam, Lucas sampai dirumah sakit. Dia langsung menanyakan keadaan ibunya kepada ayahnya dan Luan.
"Ayah sudah mengatakan semuanya kepada adikmu. Ibumu selalu membelanya, karena ulah adikmu itu, ibumu selalu menderita," ucap J.Piter.
Luan hanya diam dan memalingkan wajahnya. Dia tidak ingin membuat kakaknya semakin marah. Dia pun pergi keluar untuk menghindar dari kakaknya.
"Apa? Kenapa ayah mengatakannya? Aku sudah melarangnya kan!" ujar Lucas yang kesal kepada ayahnya.
"Ayah sangat menyayangimu, Nak. Kau adalah putra kandung ayah, putra kebanggaan ayah. Ayah takut, dia akan menjadi penghalang bagi kebahagiaanmu, Nak," ujar J.Piter yang memegang pundak Lucas.
"Aku menyayangi Luan dan tidak pernah mengganggap dia adalah sainganku, Yah. Sudah cukup ayah menyakiti hati semua orang. Ibu, aku, Luan. Kami semua merasa ayah tidak adil, terutama kepada Luan. Aku tahu sekarang, siapa Luan sebenarnya."
Deg....
J.Piter terkejut mendengar ucapan Lucas tentang siapa sebenarnya Luan. "Apa? Apa maksudmu, Nak?"
"Iya, ayah. Aku sudah tahu asal usul Luan yang membuat ayah membencinya. Dia adalah anak dari almarhum Ny.Sintia, cinta pertama ayah. Ayah masih menyimpan cinta dihati ayah untuknya dan tidak rela jika ada yang menikahinya. Dan yang menikahinya adalah musuh besar ayah. Penjahat dan bandar narkoba nomor satu di negara ini yang sudah lama dieksekusi mati. Ny.Sintia tidak rela suaminya dieksekusi dan menitipkan anaknya yaitu Luan, kepada ayah. Dan akhirnya dia mengakhiri hidupnya sendiri dengan meminum racun. Benarkan, Yah?"
J.Piter tidak ingin mendengar cerita masa lalunya lagi. "Sudah cukup! Hentikan omong kosong itu. Dari mana kau tahu cerita karangan itu."
"Itu bukan karangan ayah. Aku seorang TNI dan bukan anak kecil yang bisa ayah bohongi lagi. Jangan menutupi apapun lagi dariku, Yah. Ayah tidak mencintai ibu kan? Kalian menikah hanya karena dijodohkan oleh Kakek. Ayah terpaksa menikahi ibu, iya kan, Yah?!" Lucas berbicara dengan keras kepada ayahnya karena, dia sangat kecewa kepada ayahnya.
"Hentikan, Lucas! Jangan jadi anak pembangkang seperti adikmu."
Selama bertahun-tahun J.Piter memendam rapat-rapat cerita masa lalunya. Dia kubur semua jejak masa lalunya. Bahkan, Ny. Juliana tidak tahu hal itu. Ny.Juliana hanya tahu bahwa Luan diambil dari panti asuhan oleh J.Piter. Ny. Juliana sangat menyayangi Luan dari kecil, dia tidak membeda-bedakan Lucas dengan Luan. Entah dari siapa Lucas bisa mengetahui segalanya, tentang masa lalu ayahnya.
๐Bersambung...๐
###
.
.
.
Hai Readers... ๐๐
\=> Siapakan tisu ya, karena ceritanya akan semakin syedihhhh.... ๐ญ Aku yang menulisnya pun tak bisa membayangkan jika aku diposisi Luan.
Ehh, tapi tetap semangat ya ... tunggu episode berikutnya... ๐
\=> Jangan lupa like ๐, coment, dan vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin rajin up lagi.
Terima kasih.๐๐
๐น~l Miss You~๐น