
Hari Pernikahan Lucas dan Hara
.
.
.
π»π»π»
Hari yang di tunggu pun tiba, Lucas mengenakan setelah jas berwarna putih dengan dasi yang membuat nya semakin tampak rapi dan tampan.
Begitu juga Hara yang menggunakan gaun pengantin yang sangat cantik dengan riasan natural yang menambah aura kecantikan yang alami.
Semua keluarga telah berkumpul di aula pesta pernikahan. Semua terlihat sangat berbeda. Dekorasi aula yang sangat indah dan mewah menambah kesan persiapan yang sangat matang.
Berbeda dengan Sarah, dia nampak murung di depan cermin. Karena gaun yang ia beli tempo hari bersama Hara ternyata kekecilan. Kini perutnya terasa semakin membesar. Membuat dia terlihat tidak ramping lagi seperti dulu.
Hah! Bagaimana ini? Aku harus pakai gaun yang mana? Aku tampak jelek sekali. Perutku semakin buncit saja. Bagaimana jika Luan melirik gadis lain?
Setelah semua keluarganya sudah menunggu Sarah sangat lama akhirnya Luan kembali ke dalam kamar untuk melihat persiapan Sarah.
"Sayang, kenapa kamu belum siap juga? Semua orang sudah menunggu di bawah."
"Aku bingung pakai gaun yang mana. Semua gaun nya terasa sesak. Waktu baru beli sepertinya masih pas, tapi sekarang mengapa terasa sempit." Sarah kembali bersedih dan murung.
Luan lalu memeluk istrinya itu. "Sayang, tentu saja gaun mu yang lama terasa sempit kan ada si kecil di dalam nya." Ujar Luan sambil mengelus perut Sarah.
Luan lalu menelpon teman nya, seorang desainer. Luan meminta gaun khusus untuk Sarah. Setelah menunggu selama satu jam gaun pun akhirnya datang.
Sarah sangat menyukai nya karena terasa pas dan tidak sesak saat di kenakan. Sarah memeluk Luan sebagai tanda terima kasih. Luan pun tak lupa mencium kening istrinya dengan kasih sayang.
Walau akhir-akhir ini Sarah sering sensitif kepadanya namun dia tahu bahwa itu hanya karena bawaan bayi atau karena dia sedang mengandung.
Sarah sering cemburu dan marah kepada Luan juga kepada Adelia jika dia mengganggu Sarah.
Sarah tidak menyadari sikap perubahan nya. Namun anehnya dia tidak nyidam ingin sesuatu apapun seperti ibu hamil lain nya. Dia juga tidak merasakan mual. Justru dia makan dengan lahap dan banyak sekali.
Setelah selesai berias Sarah dan keluarganya berangkat ke pesta pernikahan Lucas dengan Hara.
βοΈβοΈβοΈ
Sesampainya di sana Sarah dan keluarganya langsung membantu menyambut dan menjamu tamu yang datang.
Luan di buat sangat khawatir melihat istrinya yang terus menerus aktif dengan tamu yang lain nya. Kemudian Luan menghampiri istrinya dan mengajaknya ke kamar tamu. Kebetulan kamar tamu dekat dengan aula pesta.
Awalnya Sarah tidak mau namun karena Luan terus membujuk akhirnya Sarah mau istirahat di kamar tamu. Sesampainya di kamar tamu Sarah meminta makanan kepada Luan karena dia merasa sangat lapar.
"Sayang, aku lapar sekali ambilkan aku makanan."
"Baiklah sayang, tunggu di sini ya?"
"Iya."
Luan lalu mengambil sepiring makanan untuk Sarah dan kembali ke kamar tamu. Sarah lalu dengan lahap memakan nya.
"Sayang, aku masih belum kenyang."
"Apa?! Baiklah akan aku ambilkan lagi."
Luan lalu mengambil satu piring lagi dan memberikan kepada Sarah.
"Sayang, aku masih mau makanan penutup, seperti kue dan yang lain nya."
"Sayang, kamu sudah menghabiskan 2 piring makanan dan itu sangat banyak. Biasanya kamu hanya makan sedikit saja. Tapi kali ini sudah melebihi batas sayang. Aku takut kamu akan kekenyangan dan perutmu akan sakit."
Sarah tetap merengek meminta makanan penutup. Luan akhirnya menuruti keinginan istrinya. Ny. Juliana merasa heran dengan tingkah Luan yang mondar mandir mengambil makanan. Dia lalu menghampiri Luan.
"Nak, jika ingin makan mengapa tidak di sini saja," ujar Ny. Juliana kepada Luan.
"Ini bukan untuk ku, Bu. Ini adalah permintaan Sarah. Aku juga heran mengapa akhir-akhir ini dia makan sangat banyak sekali. Aku takut perut nya tidak akan muat."
"Tapi Bu, aku tidak mau merepotkan ibu."
"Ibu justru merasa sangat senang sayang."
Ny. Juliana lalu membawakan makanan untuk Sarah. Sarah sangat senang dan memeluk Ny. Juliana. Sarah menganggap Ny. Juliana bukan mertuanya namun seperti ibu kandungnya sendiri.
Ny. Juliana memang sangat memanjakan Sarah. Sarah kadang merasa takut jika Hara nantinya merasa iri dengan sikap Ny. Juliana. Namun Ny. Juliana berjanji akan bersikap adil kepada semua menantunya. Setelah kekenyangan Sarah pun tertidur pulas.
Acara akad nikah pun berjalan dengan lancar. Semua merasa lega dan gembira. Semua mengucapkan selamat kepada Lucas dan Hara. Hari pun sudah gelap, Luan membangunkan Sarah untuk mengajaknya kembali ke rumah.
"Sayang, ayo kita pulang!"
Sarah tidak juga bangun, Luan akhirnya menggendong Sarah untuk masuk ke dalam mobil. Sebelum pulang Luan berpamitan kepada keluarganya terutama kepada kakaknya.
"Kak, aku pulang dulu ya. Semoga malam ini lancar oke, hehe."
Lucas tersenyum malu kepada adiknya. Dia menyenggol bahu adiknya sambil berkata pelan.
"Aku sudah menyiapkan obat kuat. Jadi jangan khawatir, hahaha."
Mereka berdua pun tertawa tanpa memperdulikan orang-orang di sekitar mereka. Setelah berpamitan Luan lalu membawa Sarah pulang.
Sesampainya di rumah Luan lalu membaringkan Sarah di tempat tidur. Setelah berganti pakaian, Luan lalu ikut tidur sambil memegang perut istrinya.
Di acara pesta, setelah semua orang kembali ke kediaman nya Hara dan Lucas masuk ke dalam kamar pengantin mereka. Jantung Hara sangat berdebar begitu juga Lucas.
Hara segera mandi dan berganti pakaian. Hara sangat cekatan, dia langsung menyiapkan baju tidur untuk suaminya. Lucas kemudian mandi dan berganti pakaian yang telah di siapkan istrinya.
Hara pun hanya duduk terdiam entah dia menatap ke arah mana namun hatinya sedang bertanya-tanya. Lucas pun bergeser mendekat ke arah Hara dan perlahan tangan nya menyenggol tangan Hara. Hara menjerit pelan karena terkejut. Hara langsung buru-buru menutup mulutnya.
"Belum terjadi apa-apa sayang," ujar Lucas pelan.
"A-aku hanya terkejut dan belum terbiasa di dalam kamar dengan orang lain."
"Aku kan bukan orang lain lagi. Aku suamimu sekarang." Lucas memeluk istrinya untuk menenangkan Hara. Lucas sepertinya tahu bagaimana menaklukan hati perempuan.
Lucas lalu mencium perlahan bibir Hara, dia memperlakukan Hara dengan sangat lembut. Sikapnya yang dewasa membuat nya tidak terburu-buru. Lucas ingin Hara yang lebih agresif kepadanya.
Lucas memasang AC yang sangat dingin, membuat Hara berkali-kali memeluknya untuk meraih kehangatan. Malam itu adalah malam yang indah untuk mereka berdua.
.
.
.
π Bersambung ... π
###
.
.
.
Hai semua...
Author tidak sanggup menceritakan secara detail malam pengantin mereka, author merasa malu sendiri hehehe... π
Author hanya menggambarkan secara umum saja selebihnya kalian sendiri yang membayangkan nya hahaha... Jangan! Ini hanya gurauan ya... π€£
Salam manis dan salam hangat untuk kalian semua sahabat MHIOFY. Tetap jaga kesehatan kalian di rumah ya...
Jangan lupa like, rate dan vote karena rate novel ini sedang turun.
Terima kasih. π
πΉ~I Miss You~πΉ