My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 68



Flashback ~ Momen Leo dan Adelia ...


.


.


.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Di dalam Stadion, Hara dan Adelia terus mencari keberadaan Sarah. Karena mereka tidak kunjung menemukan Sarah, akhirnya mereka memutuskan untuk bepencar.


Hara terus mencari Sarah di sekitar toilet wanita karena dia merasa Sarah masih tidak jauh dari sana. Sedangkan Adelia pergi ke ruang para pemain bola. Di ruangan itu sangat sepi karena sudah malam dan para pemain sudah kembali ke kediaman nya masing-masing.


"Kak? Kak Sarah?"


Adelia berfikir Sarah mencari Luan di ruang khusus pemain bola. Adelia terus mencari hingga ke ruang ganti baju para pemain. Saat Adelia membuka pintu, betapa terkejutnya dia saat melihat sosok laki-laki yang sedang telanjang dada memamerkan bentuk tubuhnya yang atletis dan berotot di depan cermin.


"Aaaaahhhhhhhh!?" teriakan Adelia membuat laki-laki itu terkejut.


Braakkk ...


Adelia menutup pintu itu kembali. Adelia malu dan setengah tidak percaya dengan apa yang di lihatnya tadi. Sebenarnya Adelia terpesona pada pandangan pertama.


"Benarkah yang ku lihat barusan itu? Apa dia seorang arjuna tampan dan gagah yang di kirim Tuhan untuk ku? Ahh! Jika memang ia, kenapa aku harus menolak nya. Baiklah, akan ku lihat sekali lagi untuk memastikannya."


Adelia berjalan mendekati pintu dan perlahan membukanya lagi. Namun, dia merasa heran karena tidak melihat laki-laki itu lagi di dalam. Adelia pun membuka pintu itu lebar-lebar dan mulai masuk ke dalam. Dia mencari laki-laki itu dan lupa bahwa dia sedang mencari kakaknya.


"Hei, wanita mesum?" suara seorang laki-laki dari arah belakang Adelia yang membuatnya terkejut.


"Aahhhhhhh! Kau membuat jantungku hampir copot saja."


"Apa yang kau cari di sini? Apa kau hanya ingin mengintipku?" goda laki-laki itu.


Plakk ... plakk ... plakk ...


Adelia berulang kali memukul bahu laki-laki itu. "Kau! Jangan bicara sembarangan ya! Untuk apa aku mengintipmu? Tak ada gunanya bagiku."


"Oh, ya."


Laki-laki itu berjalan ke arah Adelia dan semakin mendekat yang membuat Adelia harus berjalan mundur untuk menghindarinya. Namun, sayangnya sudah tidak ada ruang lagi. Adelia berhenti di pojok ruang ganti baju sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan. Hembusan nafasnya yang terdengar memperlihatkan bahwa dia sedang gerogi. Jantung nya pun terus berdebar kencang.


Laki-laki itu mendekatkan wajahnya ke wajah Adelia dan mata nya terus mengamati setiap detail wajah Adelia. Satu tangan nya di tempelkan ke tembok dekat tubuh Adelia agar Adelia tidak bisa pergi kemana-mana.


"Hah! Mengapa ada pria setampan dan segagah dia? Aku tidak bisa mengendalikan diriku lagi, bagaimana ini? Bahkan Lucas pun lewat di bandingkan dengan nya. Aku akan berbelok untuk memutar haluan saja. Kini incaranku bukan Lucas lagi, tapi pria yang sedang ada di hadapanku ini. Bukan Adelia namanya kalau tidak bisa mendapat kan nya. Hahaha."


*Pleta*kkk...


Pria itu menyentil kening Adelia yang membuat Adelia sedikit kesakitan. "Hei, kenapa menyentil keningku? Sakit tahu," gerutu Adelia.


"Hahaha, makanya segera bangun dari khayalanmu itu."


"A-aku sedang tidak mengkhayal. Hmm, namaku Adelia, boleh tahu namamu?" ucap Adelia sambil mengulurkan tangan nya kepada laki-laki itu.


Laki-laki itu hanya tersenyum tipis. Dan berbalik untuk mengambil baju gantinya di dalam lemari.


"Hei! Aku hanya ingin tahu siapa namamu, kenapa sok jual mahal sekali? Hiss."


"Untuk apa kita berkenalan, jika nantinya kita tidak terhubung dalam waktu yang lama. Hah! Aku sudah bosan dengan wanita yang hanya datang dan pergi sesuka hati."


Adelia terkejut mendengar ucapan laki-laki itu. "Apa maksudmu? A-aku tidak mengerti, kalau bicara itu yang jelas."


Adelia masih kebingungan dan tidak mengerti apa yang di maksud oleh laki-laki itu. Tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang dari luar dan mendekat ke ruang ganti. Adelia panik dan berusaha bersembunyi. Laki-laki itu menyuruh Adelia untuk bersembunyi di dalam lemari pakaian. Pintu pun di buka oleh seseorang.


Berbicara dengan bahasa inggris yang saya artikan.


"Hai, Le? Kau masih di sini?" ujar Samuel.


"Haha, aku sedang melatih otot-otot kaki ku yang keram setelah bertanding tadi."


"Jangan! A-aku melihat ada kecoak di dalam lemari itu tadi. Biar aku saja yang mengambilkan baju gantimu. Kecoaknya sangat banyak dan aku tahu kau tidak suka dengan itu."


"Apa kau serius? Menjijikan sekali. Mengapa di stadion semegah dan sebersih ini, kecoak itu masih bisa masuk?"


"Apa dia bilang? Aku kecoak! Hiss, awas saja dia nanti," gumam Adelia yang berada di dalam lemari.


"Ahaha, entahlah. Sebaiknya kau keluar dulu ya!" ujar Leo sambil menarik Samuel untuk keluar dari ruang ganti.


❇❇❇


Setelah memastikan Samuel pergi, Leo kembali untuk membuka lemari itu dan menyuruh Adelia keluar dari sana.


Dug ...


Adelia memukul badan Leo dengan tas nya.


"Hei! Mengapa kau memukulku?"


"Dasar tidak tahu malu. Kau bilang aku apa tadi? Kecoak! Hah! Seenaknya saja mengejek ku begitu. Kau tahu, aku bahkan sehari bisa mandi berkali-kali dan perawatan di salon yang menguras isi dompet ku. Dan kau? Kau seenaknya mengatakan aku kecoak."


"Hahaha, ya itu kan hanya sebuah alasan agar kau tidak ketahuan saja. Kau ini mudah sekali marah. Hah! Aku yakin tidak ada yang mau menjadi kekasih mu dengan sifat mu yang seperti ini."


"Kenapa yang kau katakan itu benar? Walau kebenaran itu pahit tapi rasanya aku sulit menghindarinya," raut wajah Adelia pun menjadi sedih.


"Hah! Sudahlah. Mengapa bersedih hati, cukup jadilah dirimu sendiri dan selalu tersenyumlah. Oh iya, Kau tadi ingin tahu namaku kan? Namaku Leo Andreas, aku memiliki seorang kakak sepupu sekaligus sahabat di sini, namanya Luan."


"Kak Luan? Dia adalah pacar kakak ku. Oh astaga! Aku lupa bahwa kakak ku hilang. Aku harus mencarinya kembali."


"Bagaimana kakak mu bisa hilang? Aku akan membantu mu mencarinya?"


"Baiklah, terima kasih. Aku juga tidak tahu bagaimana dia bisa hilang, tadi dia pamit kepadaku akan pergi ke toilet sebentar namun, sampai saat ini dia belum juga kembali," ujar Adelia panik.


Hara, Adelia dan Leo terus mencari di dalam stadion, sedangkan Luan mencari Sarah di luar dan menyusuri jalan yang tidak jauh dari stadion tersebut.


Mereka terpaksa menghentikan sementara pencarian itu. Leo mengantar Adelia dan Hara kembali ke hotel karena sudah larut malam. Leo bertukar nomor telepon dengan Adelia. Setelah Luan mengabari Hara bahwa Sarah sudah di temukan dan di bawa ke apartemen Luan. Akhirnya mereka merasa lega dan dapat istirahat dengan tenang.


Adelia mengabari Leo bahwa kakaknya sudah di temukan. Semakin lama, mereka menjadi semakin dekat. Leo berhasil membuat Adelia merasa nyaman dengannya. Hingga akhirnya, beberapa bulan setelah pertemuan pertama itu Leo menyatakan perasaan nya kepada Adelia. Dan Adelia pun menerima cinta Leo. Ternyata cinta itu datang tanpa kita tahu jalan nya seperti apa. Selama ini Adelia terus memaksakan cintanya kepada Lucas namun akhirnya dia menyerah juga dan memilih untuk menerima Leo sebagai kekasih hatinya.


.


.


.


πŸ€ Bersambung ... πŸ€


###


.


.


.


Hai semua ... 😊😊😊


Semoga puasa hari ini lancar ya ...


Selamat beraktivitas dengan semangat walau harus berada di dalam rumah.


πŸ‘‰Jangan lupa like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya.


Terus nantikan episode MHIOFY selanjutnya ya ...


Terima kasih. πŸ’‘


🌹~l Miss You~🌹