My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 31



πŸ’–Luan menemani malamku...πŸ’–


β™₯β™₯β™₯


Malam telah tiba, Sarah tidak bisa tidur karena memikirkan kesalahannya dan menyesali perbuatannya. Dia merindukan keluarganya.


"Ayah ...ibu ...Adelia ..., Maafkan aku yang telah membuat kalian sangat khawatir, aku terpaksa melakukan ini. Ayah tolong hentikan perjodohan ini, ayah kau sangat sayang kepadakukan? Jadi, tolong bujuk paman piter agar dia mengerti," gumam Sarah.


Bunyi telefon Sarah berdering ...


"Hai! Apa kau sudah tidur?" tanya Luan.


"Belum, aku sedang merindukan keluarga ku," jawab Sarah.


"Hmm, apa hanya keluarga mu saja. Apa kau tidak rindu padaku?"


"Huh! Kamu ini, tadi kan kita sudah bertemu."


"Hahaha, ia aku hanya bercanda, aku mengerti perasaanmu saat ini. Terima kasih ya! Kau telah banyak berkorban demi pria sepertiku. Aku baru sadar bahwa gadis berhati malaikat itu ternyata ada didekatku selama ini. Sarah jujur, kau adalah gadis terbaik yang pernah aku temui, kau sangat pemberani dan baik hati."


"Hah! Apa aku tidak salah dengar. Apa kamu tidak merasa harga diri mu turun dengan memuji ku? Tidak tahu malu."


Padahal Sarah ingin sekali berteriak dengan kencang dan melompat dari tempat tidurnya karena, sangat senang akhirnya Luan mengakui usahanya selama ini dan memujinya.


"Harga diriku, perasaanku, bahkan, diriku sudah ku berikan padamu. Jadi, untuk apa aku malu lagi padamu. Kau bahkan sudah mengetahui bentuk tubuhku tanpa sehelai benang pun waktu itu kak?" ucap Luan mencoba mengingatkan Sarah, saat Sarah merawatnya dulu ,dia mengelap tubuh Luan dan memakaikan bajunya.


"Hei! Aku tidak melihat nya," ujar Sarah yang mencoba membela diri. "Aku bahkan menutup mataku saat memakaikan bajumu waktu itu. Huh!" ucap Sarah malu.


"Apa kau menutup mata mu setiap hari? Setiap kali kau mengelap tubuh ku dan mengganti baju ku?" ujar Luan mencoba menggoda Sarah lagi.


"Ahh! Sudah lah, aku bahkan tidak mau mengingatnya lagi, itu sangat memalukan. Oh ia, ini sudah larut malam cepatlah tidur! Kamu harus beristirahat dengan cukup kan, apa badan mu masih sakit setelah berkelahi dengan pengawal - pengawal tadi?"


"Hmm, tidak! Aku sudah merasa lebih baik setelah bertemu dengan mu dan mendengar suara mu. Tiba-tiba saja rasa sakitku hilang, entah kenapa aku selalu merasa nyaman saat berbicara dengan mu seperti ini. Kamu juga harus istirahat ya! Jangan lupa mimpikan aku! selamat malam."


"Setiap malam, aku sudah memimpikan mu**," gumam Sarah.


"lya, selamat malam Luan."


Karena sudah tidak tahan, Sarah akhirnya melompat-lompat dari tempat tidur nya dan berteriak dengan kencang. Bahkan membuat pengawal didepan pintu nya bingung.


"Nona, apa nona baik-baik saja didalam?" tanya Pengawal itu.


"Ooopppss! lya aku baik-baik saja. Tenanglah!" ujar Sarah.


Bunyi telefon Sarah pun kembali berdering ...


Sarah melihat hp nya dan ternyata Lucas yang menelfon .


"Hallo Lucas, kenapa kamu menelfon ku tengah malam begini?" tanya Sarah.


Lucas sudah tahu bahwa Luan yang menelfon Sarah, namun Lucas pura-pura tidak tahu.


"A_aku tadi sedang berbicara dengan teman ku," ujar Sarah.


"Teman? Teman mu yang mana sampai membuat mu betah berbicara lama-lama dengan nya?" tanya Lucas kembali.


"Mmmmhh.., apa kamu melihat ku di CCTV? Aku lupa bahwa penglihatan mu ada dimana- mana. Hehehe," ucap Sarah.


"Ya, bahkan aku melihat mu tertawa, melompat-lompat dan tersenyum-senyum sendirian seperti orang gila. Aku yakin dia adalah orang yang special buat mu, bagaimana jika aku memberitau kelakuanmu ini kepada orang special mu itu? Hmmm, kira-kira bagaimana reaksinya ya? Hahaha," ucap Lucas menggoda Sarah.


"Ja_jangan! Lucas aku mohon, aku akan sangat malu, dia akan meledek ku habis-habisan. Kamu tau kan sifat Adikmu, dia tidak akan menyianyiakan kesempatan untuk mencari kesalahan ku untuk dibahas olehnya," ucap Sarah.


"Ooohhh..., jadi orang special itu adikku!"


"Kamu sudah tahu, kenapa masih berpura-pura tidak tahu," ucap Sarah kesal.


"Hahaha, cinta kalian memang sangat menarik, aku senang mempermainkan kalian berdua. Yasudah cepat lah tidur nanti pangeran mu marah. Selamat malam Sarah," ucap Lucas.


"Ya, selamat malam Lucas.


"Ahh.., kenapa aku ceroboh sekali, karena sangat senang, aku jadi lupa bahwa ada benda berbahaya yang selalu mengintai ku disini. Yasudahlah mau bagaimana lagi, Sudah terlanjur," gumam Sarah.


Sarah lalu meletakkan phonselnya dan kemudian pergi tidur.


πŸ€Bersambung...πŸ€


###


.


.


.


.


Nexs episode selanjutnya ya... πŸ‘‰


Pesanku di tahun 2020 ini adalah...


"Jaga kesehatan kalian ya, jangan lupa berdo'a, rajin minum air putih dan jaga kebersihan diri maupun lingkungan. Semoga kita semua dilindungi dari segala penyakit yang datang ke negara kita yang tercinta ini." πŸ™†


"Bersama kita bisa melewati segala ujian dan cobaan yang datang."πŸ˜ŠπŸ˜˜πŸ’–


Jangan lupa like πŸ‘ dan vote novel ini sebanyak-banyaknya ya. 😊


🌹~l Miss You~🌹