
☘️Merawat nenek setulus hati☘️
Mentari pagi muncul setelah sembunyi dalam gelapnya malam. Burung-burung berkicau ria diatas pepohonan, banyaknya belalang yang menandakan adanya banyak lahan persawahan yang digarap oleh warga sekitar.
Diarea sekitar rumah nenek Sarah, juga terdapat perkebunan yang luas. Banyak macam-macam sayuran dan buah-buahan yang tumbuh dengan suburnya disana.
Kecantikan dan kesederhanaan Sarah sudah diturunkan oleh ibunya sejak ia kecil. Seluruh warga desa sudah tahu akan hal itu, mereka ingin menjodohkan anak mereka dengan Sarah. Namun nenek Sarah tidak memaksa cucunya untuk segera menikah.
Setelah sarapan, Sarah berpamitan pergi ke kebun, untuk memetik sayur dan buah-buahan untuk dimasak dan dihidangkan sebagai makan siang nanti.
"Nek, aku pergi ke kebun dulu ya? Aku ingin memetik sayur dan buah-buahan untuk makan siang kita nanti."
Ny.Lauren hanya mengangguk tanda setuju. Karena kondisinya sudah tidak sehat seperti dulu waktu Sarah masih kecil.
Dibawah ini gambaran pemandangan di desa nenek Sarah.
Setelah sampai dikebun, Sarah terpana melihat pemandangan disekitar nya. Terlihat sangat hijau dan asri, dia sangat betah berada ditengah kebun itu, lalu dia memetik buah dan sayuran yang dibutuhkan.
"Wah ... Sungguh indah pemandangan ini," ucap Sarah.
Angin yang bertiup sepoy - sepoy, menggoyangkan daun-daun dan ranting-ranting. Menggerakan rambut Sarah yang lurus, hitam dan panjang. Senyumnya yang manis, kulitnya yang putih dan badan nya yang ramping serta aura nya yang indah dipandang mata membuat laki -laki yang melihat nya akan jatuh cinta padanya. Sungguh dia mendekati gadis yang sempurna.
Setelah pulang dari kebun dia langsung memasak sendiri. Karna pelayan neneknya sedang diliburkan oleh Sarah, sengaja agar dia bisa berdua saja dengan neneknya. Sarah tidak keberatan dengan hal itu malah dia sangat senang merawat nenek nya seorang diri.
Sarah lalu menghidangkan masakan nya dimeja makan dan memanggil neneknya untuk makan. Sarah menyuapi nenek nya dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang.
"Enak kan, Nek? besok aku akan masak yang lebih lezat dari ini."
Nenek hanya tersenyum dan mengusap kepala Sarah. Dia sangat bangga dan menyayangi cucunya itu.
***
Siaran di TV itu membuat sarah tidak terlalu suka. Lalu, dia memindahkan ke chanel lain. Siaran langsung sepak bola luar negri, dia tidak terlalu memperhatikan. Sarah malah asyik memakan cemilan yang diambilnya dari dapur tadi. Tapi saat pergantian pemain, salah satu MC menyebutkan nama seseorang yang ia kenal. Seseorang yang namanya sangat familiar ditelinga nya.
"Baiklah, pergantian pemain dengan nomor punggung 09 Robert Alfonso digantikan oleh nomor punggung 11 yaitu Luan Brayan Wesley," ucap MC tersebut.
Sarah yang mendengar nama Luan dipanggil, langsung spontan maju kedepan dekat dengan layar TV, dia ingin melihat dan memastikan apa itu Luan yang ia kenal dulu,dia juga ingin melihat dengan jelas seperti apa wajah Luan sekarang.
"Tampan, tinggi, gagah, berenergik, karismatik.Tidak seperti dulu saat masih cengeng dan ingusan. Sekarang penampilan Luan Benar-benar berbeda," gumam Sarah.
Bahkan banyak sekali penonton wanita yang meneriaki nama Luan dan terpesona akan ketampanan nya. Luan hanya fokus bermain, dia memang terkenal cuek dari sejak sekolah sampai kuliah diluar negri. Tidak ada yang pernah melihat sekali saja dia kencan dengan seorang wanita.
"Apa ini benar dia? Aku yakin itu dia.Tapi kenapa sekarang dia semakin tampan. Tubuhnya sangat sexy. Ahh! Huuusssttt, aku ini kenapa sih? Kenapa aku jadi membayangkan yang macam-macam. Tidak! tidak boleh aku menyimpan rasa padanya. Sarah, buang jauh-jauh pikiran kotormu itu! Kenapa aku jadi tergila-gila sama dia," ucap Sarah.
Sampai pertandingan berakhir mata Sarah tidak lepas dari Luan. Semalaman dia tidak bisa tidur, didalam pikiran nya hanya Luan, Luan dan Luan saja.
☘️Bersambung ...☘️
###
.
.
.
Nexs ke episode selanjutnya ya >>>👉
Baca dan like 👍sampai episode terakhir ya...📖
Terima kasih.🙏
🌺~l Miss You~🌺