
πΏ Melepas Kepergianmu πΏ
.
.
.
πΌπΌπΌ
[ 05.30 ]
Sarah sedang memasak di dapur, dibantu oleh pelayan neneknya. Dia sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya karena, nanti jam 07.00 pagi, Luan harus segera berangkat ke bandara.
Setelah matang, Sarah segera menghidangkan sarapan untuk Luan di meja makan. Sarah pun segera membangunkan suaminya dikamar.
Sarah menghampiri Luan yang masih terlelap. "Sayang ... bangun sayang, sarapan sudah siap."
"Hmmzz." Luan masih setengah sadar, dia kemudian membuka matanya dan melihat istrinya didepannya.
Bukannya bangun, Luan malah menarik istrinya untuk tidur bersamanya. Alhasil Sarah pun berada diatas tubuh Luan. "Sayang, ini sudah jam 06.00 pagi, katanya mau berangkat jam 07.00 pagi. Semua sudah ku persiapkan lho. Mulai dari pakaianmu, sudah ku masukan ke dalam koper dan aku juga sudah memasak untuk sarapanmu."
"Iya sayang, tapi aku masih ingin bersamamu. Rasanya sangat berat meninggalkanmu sendirian disini. Apa kau yakin akan baik-baik saja disini?"
Sarah pun tersenyum. "Jangan khawatir, sayang. Aku akan baik-baik saja disini. Justru yang aku khawatirkan adalah keadaanmu disana."
"Hahaha, aku kan laki-laki sayang. Aku bisa jaga diri," ucap Luan sambil mengecup kening istrinya.
Sarah pun menatap mata Luan dengan sedih, matanya berkaca-kaca seakan tak ingin berpisah dengan Luan.
"Sayang, sebenarnya aku sudah ikhlaskan kejadian kemarin. Tidak usah mencari pelakunya lagi. Mungkin dia tidak sengaja, aku kan tidak mengenal siapa-siapa disana. Mana mungkin ada yang memiliki kebencian sebesar itu kepadaku," ujar Sarah yang mencoba mencegah kepergian Luan.
"Hah! Pemikiran inilah yang membuat seseorang menjadi lemah, kita tidak tahu siapa musuh kita sebenarnya jika, kita meremehkan sebuah masalah."
Sarah pun merengut. "Hmm, baiklah. Tapi berjanjilah untuk segera kembali."
"Sebenarnya hatiku tidak rela melepas kepergianmu. Firasatku mengatakan akan ada bahaya yang akan kau hadapi. Namun, aku tidak bisa mencegah keinginanmu yang sudah bulat itu. Aku hanya bisa berdoa agar kau baik-baik saja suamiku. Kau bagaikan matahari yang menerangi hatiku, dan menjadi gelap setelah kepergianmu. Luan, aku mencintaimu, dan akan selalu menunggumu kembali kepadaku." Sarah kemudian memeluk erat tubuh Luan. Luan pun membalas memeluk Sarah dan mencium ubun-ubunnya.
"Sarah, maafkan aku yang harus meninggalkanmu. Andai kau tahu, meninggalkanmu adalah hal tersulit dalam hidupku. Namun, tak ada pilihan lain saat ini, jika aku tetap diam, maka akan ada kejahatan lain yang akan mengintaimu. Aku tidak ingin kau terluka lagi. Caraku tersenyum, berbeda dengan caraku menatap wajahmu. Itu hanya alasan agar kau tidak merasa sedih atas kepergianku. Sarah, andai aku tidak kembali, keinginanku yang terdalam adalah kau masih setia menungguku. Menunggu seperti dulu saat kau menunggu balasan cintaku."
"Yasudah, ayo bangun sayang, nanti terlambat." Sarah menyadarkan Luan dari lamunannya.
"Ehh! Iya sayang." Luan pun segera bangun dan pergi ke kamar mandi.
Sarah kemudian menyiapkan baju yang akan dikenakan oleh suaminya. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Luan pun segera sarapan ditemani oleh Sarah. Sarah tidak tega membangunkan neneknya karena masih terlelap.
Setelah sarapan Luan segera berpamitan dan memasukan kopernya ke dalam mobil.
Sebelum berangkat, Luan memeluk tubuh istrinya dengan erat. Begitu juga Sarah yang memeluk erat tubuh suaminya. Luan kemudian mengecup kening istrinya.
"Sayang, berjanjilah akan selalu menungguku!" ujar Luan berpesan kepada Sarah.
"Tanpa kau minta pun, aku akan selalu menunggumu tuan rajaku," jawab Sarah sambil tersenyum kepada Luan.
"Hah! Aku akan rindu bertengkar denganmu seperti dulu," ucap Luan sambil mencubit hidung istrinya.
"Aku juga akan rindu dengan kejahilanmu."
"Baiklah, aku berangkat ya?"
"Siap, sayang. Hati-hati dijalan ya!"
"Tentu."
Luan pun segera masuk kedalam mobilnya dan melambaikan tangannya kepada Sarah. Sarah pun membalas dengan melambaikan tangannya kepada Luan. Luan pun menghidupkan mesin mobilnya dan kemudian berangkat ke bandara.
Saah terus melihat ke arah mobil Luan, sampai tidak terlihat lagi. Setelah itu Saah segera mashk kedalam rumah.
***
Ditengah perjalanan Luan mendapat telefon dari seseorang. Luan pun segera mengangkatnya.
Berbicara menggunakan bahasa inggris yang saya artikan.
"Hallo, Luan?"
"Ya, Leo. Ada apa?"
"Luan, Samuel menghilang."
Luan pun terkejut dan meminggirkan mobilnya. "Apa maksudmu, Leo?"
"Aku terakhir kali bersamanya, saat penyelidikan dua hari yang lalu dan sampai sekarang dia menghilang tanpa sebab. Polisi sedang menyelidiki apartemennya. Dugaanku yang paling kuat adalah Sam telah diculik oleh penjahat itu. Karena hanya Sam yang mengetahui siapa pelaku itu sebenarnya."
"Baiklah Leo, kau harus terus bersama polisi. Karena nyawamu juga dalam bahaya. Aku akan segera berangkat kebandara dan setelah sampai disana aku akan segera menemuimu."
"Segeralah Luan, dan berhati-hati lah. Karena situasi disini sudah tidak aman lagi. Pelaku itu sangat sadis dan tidak segan-segan untuk membunuh siapa saja yang menjadi penghalang baginya. Sepertinya dia sangat berambisius untuk menghancurkanmu."
"Ya, Leo."
Luan pun menutup telfonnya dan segera berangkat lagi ke bandara.
Saat Luan sedang berada dipesawat. Untuk terakhir kalinya sebelum lepas landas Luan menyempatkan untuk memberi pesan kepada Sarah.
[ "Sayang, jaga diri dan jaga kesehatanmu. Jangan lupa makan dan jangan patah semangat, untuk berlatih berjalan lagi ya. Agar saat aku kembali, kau akan berlari menyambut kedatanganku. Aku mencintaimu, bidadariku." ]
Sarah pun tersenyum membaca pesan dari Luan. Luan pun segera mematikan phonselnya karena, pesawat akan segera lepas landas.
"Sarah, semoga ini bukan yang terakhir kalinya aku menatap senyumanmu pagi ini. Dan semoga aku bisa melihat senyuman itu kembali. Kan ku ingat setiap memory kenangan bersamamu. Kan ku simpan namamu dihatiku sampai ajal menjemputku."
Setelah sampai di bandara, di luar negri. Beberapa pesan masuk dari Lucas yang menanyakan keadaan adiknya itu. Luan pun segera menelfon Lucas.
"Dek, apa kau sudah sampai diluar negri?"
"Sudah, Kak. Kak, Samuel menghilang. Aku akan langsung ke apartemen menaruh koperku dan segera ke kantor polisi untuk menemui Leo."
"Apa? Berarti nyawamu dan Leo juga dalam bahaya. Sebaiknya jangan ke apartemen mu dulu karena, penjahat itu pasti memasang CCTV untuk mengintai kalian."
"Oh, iya aku sampai lupa dengan hal itu."
Lucas pun merasa cemas. "Bagaimana kau seceroboh itu, Dek. Jangan menyepelekan hal sekecil apapun. Aku akan membantumu, aku dan teman-temanku sesama TNI akan berangkat kesana. Jangan bertindak sebelum aku sampai, Dek."
"Baiklah, Kak."
Luan pun menutup telefonnya dan segera ke kantor polisi untuk menemui Leo.
π Bersambung ... π
###
.
.
.
Hai Readers ... π
Nantikan episode menegangkan berikutnya ya...
π Jangan lupa like dan vote novel ini.
Sambil menunggu update selanjutnya, kalian bisa mampir dinovel saya yang lain dan novel sahabat-sahabat saya.
Nama pena : Erggina putri
Judul : Putri Asisten Pribadiku ( Romantis, komedi )
Nama pena : Erggina putri
Judul : Melawan Rasa Takutku ( Fantasy , Romantis, Action )
β₯β₯β₯
Nama pena : Mr. Adam
Judul : Malaikat Mautku
Nama pena : Golden_ing
Judul : Cinta seorang Berandalan
Nama pena : Wulan
Judul : Istri pilihan Ibu
Nama pena : Novi wu
Judul : Boss come here please
Nama pena : Azis
Judul : Pujaku mayang
Nama pena : WenzOnly
Judul : Wonder World
Nama pena : Diar Rochma
Judul : Reingkarnasi cinta sicantik ruby
Nama pena : Risky Rahm
Judul : Mine
Nama pena : viviani
Judul : Marriage Order
Nama pena : Elfazr
Judul : Penjelajah Malam
Nama pena : intan laksmiana
Judul : Friendzone
Nama pena : Deni Marlina
Judul : OB kerudung biru
Nama pena : Akhwat uyee
Judul : Penghujung cinta
Dan masih banyak lagi novel-novel sahabat saya yang lain yang nanti juga akan saya sarankan kepada kalian.
Terima kasih. π
πΉ~l Miss You~πΉ