My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 57



🌸 Surat Cinta Luan Dimasa Remaja 🌸


.


.


.


β™₯β™₯β™₯


Pagi itu, Sarah terbangun dari tidurnya dan melihat suaminya sudah tidak ada disampingnya. Dia mengucek matanya untuk memastikan dan mencari dimana keberadaan Luan.


Sarah ingin memanggil Luan dan mencarinya namun masih terasa canggung. Aku harus memanggil dia apa ya? Suamiku? Ahh! Tidak. Itu tidak enak didengar. Sayangku? Ihh! Kedengarannya aneh. Lalu aku harus panggil dia apa?"


Sarah bangun dan menemukan sebuah surat di meja samping tempat tidurnya. Bentuk kertasnya sangat lucu dengan gambar, khas kegemaran anak remaja laki-laki.


Dear Sarah ...


"Hai gadis bodoh! Aku saat ini sedang berada diluar negri, rencananya aku akan sekolah disini. Maafkan aku ya, karena sejak kita piknik bersama ditaman itu, aku langsung pergi ke luar negri bersama kakakku untuk masuk sekolah disini. Kamu tahu kan aku seperti apa? Aku sebenarnya sudah tahu kamu mencintaiku tapi, aku pura-pura tidak tahu karena aku ingin tahu seberapa besar perjuangan cintamu untukku. Aku tidak seperti kebanyakan orang, yang mudah jatuh cinta lalu jika sudah bosan, pergi mencari cinta yang lain. Kau masih ingat saat aku menolak menjadi temanmu saat dihari ulang tahunmu? Alasannya adalah aku tidak secepat itu menerima orang baru karena, aku sangat sulit melupakan jika sudah dekat. Maafkan aku Sarah, aku tidak mudah jatuh cinta karena aku takut patah hati. Akan sulit dan perlu waktu lama untuk kembali menyembuhkannya. Sarah, sebenarnya bukan dirimu yang bodoh. Tapi aku yang pengecut, aku bodoh dalam hal cinta. Karena aku tidak pernah main-main jika sudah mencintai satu wanita. Dan mungkin sekarang aku sedang merasakannya, aku tidak tahu kapan rasa ini tumbuh karena terjadi begitu saja. Aku jatuh cinta kepada seseorang yang telah meluluhkan hati yang beku ini. Tapi sungguh, aku takut memilih orang yang salah. Pernah aku ingin membuang rasa ini tapi, entah kenapa semakin sulit melupakanmu, Sarah. Semakin aku mencoba membencimu semakin aku jatuh cinta kepadamu. Jika Tuhan berkehendak, tolong jadikan gadis ini cinta pertama dan terakhirku. Jadikan dia pendamping hidupku."


From Luan ...


β™₯β™₯β™₯


Sarah menangis bahagia saat membaca surat dimasa remaja dari Luan. Sarah pun segera mengambil tongkatnya dan mencari Luan diseluruh ruang dirumahnya namun, tidak ketemu. Sarah pun kembali ke kamarnya dan mencari phonselnya untuk menghubungi Luan.


Namun, phonsel Luan tidak aktif dan membuat Sarah semakin khawatir, dia sangat merindukan kekasih halalnya itu. Dia menangis disudut kamar sambil memegang kertas yang berisikan surat dari Luan untuknya dimasa remaja. Ternyata Luan juga jatuh cinta kepadanya sejak kecil. Namun, Luan tidak berani mengirim surat itu karena dia takut patah hati.


Sarah pun segera mandi dan berganti pakaiannya. Dia kemudian turun kebawah, namun, semua orang sedang sibuk. Sarah bertanya kepada ayahnya namun beliau menjawab tidak tahu keberadaan Luan. Sarah kemudian bertanya kepada Ny. Madona dan Adelia. Namun, jawaban mereka pun sama.


Hingga malam hari, Sarah terus berdiam diri dikamarnya. Dia tidak mau makan atau pun minum. Dia mencoba menghubungi Lucas dan anggota keluarga Luan yang lain. Namun, mereka semua sedang sibuk dan susah di hubungi.


Saat Sarah sedang melamun, tiba-tiba lampu kamarnya mati dan seluruh ruangan menjadi gelap. Sarah terkejut, dia pun segera menyalakan lampu senter yang ada pada phonsel nya.


Dia menggunakan tongkatnya lagi untuk berdiri dan berjalan ke arah pintu. Saat pintu itu dibuka dia sangat terkejut karena bertabrakan dengan seseorang sehingga membuatnya terjatuh.


Lampu pun seketika menyala kembali dan Sarah kembali terkejut saat Luan sudah berdiri dihadapan nya. Luan berlutut dan perlahan menggendong Sarah, Luan membawa Sarah ketempat tidur dan dengan perlahan dia membaringkan tubuh Sarah disana. Luan menatap Sarah dengan perasaan penuh cinta yang terpendam sejak kecil, begitu juga dengan Sarah yang baru menyadari bahwa Luan memang ditakdirkan untuknya.


Sarah menggerakan tangannya untuk meraba wajah Luan. Dia menelusuri dan merasakan hembusan nafas Luan yang memburu. Kemudian Luan perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Sarah. Dia menempelkan hidungnya ke hidung Sarah. Kemudian tangisan bahagia itu tidak dapat terbendung lagi. Mereka berdua menangis karena tidak menyangka, Tuhan telah mempersatukan cinta mereka.


πŸ€Bersambung ... πŸ€


###


.


.


.


Hai Readers... 😒


Sedih sekaligus terharu ya, baca perjuangan cinta mereka. Nantikan episode berikutnya ya ... πŸ‘‰


Aku hanya ingin kalian tetap setia membaca novel ini. Karena, sebuah karya tulis tidak akan membuat penulis bahagia, jika tidak ada pembaca yang selalu setia membaca karyanya.


😘😘😘


Terima kasih. πŸ™


🌹~l Miss You~🌹