My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 56



🌸 Gugup 🌸 πŸ˜‚


.


.


β™₯β™₯β™₯


Malam itu, setelah acara pernikahan selesai dan semua saudara beserta kerabat, telah kembali ke kediaman nya masing-masing. Keluarga J. Piter pun berpamitan kepada keluarga Dr. Antonio untuk kembali ke kediamannya.


Lucas pun masih sempat menggoda adiknya. "Dik, jangan lupa minum ramuan untuk menambah staminamu, Hahaha," bisik Lucas kepada Luan.


"Ahh! Kau ini, pulang sana!"


"Hei! Kau sudah tidak sabar ya?" goda Lucas kembali.


"Cih! Sial," ujar Luan sambil menendang pelan bokong kakaknya.


"Hahaha, Jangan buang-buang tenagamu, Dik. Sisakan buat nanti."


"Sudah pulang sana! Seharusnya kau malu, Kak. Umur sudah tua tapi masih melajang, Hahaha," balas Luan.


"Hah! Aku belum menemukan yang sesuai dengan selera ku. Yasudah, aku tinggal ya? Jaga dirimu baik-baik," ujar Lucas sambil menepuk-nepuk bahu adiknya.


J. Piter dan Ny. Juliana menghampiri Luan.


"Nak, kami pulang dulu ya? Jaga dirimu baik-baik!" ucap Ny. Juliana sambil memegang pipi Luan.


"Baik, Bu. Jaga kesehatan mu!" ujar Luan khawatir.


Orang tua Luan pun segera pulang. Dr. Antonio dan Ny. Madona masuk ke kamarnya karena sudah kelelahan. Begitu juga Adelia yang ingin tidur menemani Ny. Lauren. Hara pun berpamitan pulang kepada Sarah dan dia di antar oleh Lucas.


***


[ Di kamar pengantin ]


Karena kelelahan, Sarah pun pergi ke kamarnya dengan perlahan menggunakan tongkat meninggalkan Luan yang masih sibuk diruang tamu. Sesampainya dikamar, Sarah segera mandi dan berganti pakaian. Sarah tidak lupa menyiapkan baju tidur untuk suaminya. Dia pun berbaring di atas tempat tidur pengantin nya yang sudah dihiasi dengan bunga mawar.


Sarah menepuk-nepuk pipinya sendiri sambil bergumam. " Apa ini benar kamarku? Malam ini tidak akan terjadi apapun kan? Aku tidak akan diterkam olehnya kan? Ya ampun! Aku gugup sekali. Aku tidak membayangkan idolaku akan menjadi suamiku sekarang. Ahh! Apa ini hanya mimpi? Jika ini mimpi maka aku tidak akan bangun-bangun dari mimpi ini."


Saat Sarah masih dalam lamunan nya, tiba-tiba dia dikejutkan dengan suara pintu yang diketuk. Sarah pun pura-pura tidur.


Tok ... tok ... tok.


Luan mengetuk pintu kamar Sarah, Luan pun merasa ragu untuk masuk ke dalam.


Tok ... tok ... tok.


Setelah tidak ada jawaban, barulah Luan membuka pintu dan masuk kedalam. Luan pun mengunci pintu. Dia melihat Sarah sudah tidur dan dia bingung harus berbuat apa. Jantungnya menjadi berdebar kencang.


"Kenapa aku jadi gerogi begini? Biasanya aku tidak seperti ini di hadapan nya," gumam Luan.


Luan pun segera mandi dan mengganti pakaian nya dengan baju tidur yang sudah disiapkan istrinya. Luan kemudian menyusul Sarah ke tempat tidur. Tangan Luan ingin memegang pundak Sarah namun, ia urungkan kembali. Dia ragu untuk mendekati istrinya.


Sarah yang membelakangi Luan pun membuka matanya dan pipinya yang perlahan memerah. Dia benar-benar sangat cemas, membayangkan yang akan terjadi selanjutnya. Luan yang gelisah akhirnya juga berbalik membelakangi Sarah. Mereka saling membelakangi dan bergumam satu sama lain. Jantung mereka berdebar kencang.


Sarah ingin menoleh namun takut. "Singa yang dulu sering memarahiku kenapa sekarang berubah menjadi ciut seperti kucing? Hahaha."


"Hah! Ada apa denganku? Dimana keberanianku selama ini? ini bukanlah diriku. Aku tidak selemah ini bila menghadapi seorang wanita. Tapi, kenapa jika berada didekatnya aku tidak bisa berkutik?" gumam Luan.


Sarah pun berbalik menghadap ke arah Luan dan masih pura-pura tidur. Luan pun berbalik dan menatap wajah Sarah. Luan menyibakan rambut Sarah yang menutupi wajah istrinya itu. Luan pun tersenyum dan ingin segera menyusul istrinya untuk tidur.


Namun, saat Luan ingin memejamkan matanya. Tiba-tiba Sarah membuka matanya dan bergerak mendadak mencium pipi Luan, kemudian segera membalikan badannya kembali membelakangi Luan karena malu. Jantung Sarah berdebar semakin kencang.


Luan pun bangun dan tersenyum, dia pun segera memeluk tubuh Sarah dari belakang. Luan terus menciumi leher Sarah, sampai membuat Sarah merasa geli dan tersipu malu.


"Aku tidak akan memaksamu saat ini, aku akan menunggumu sampai kau siap," ujar Luan yang berbisik lirih ditelinga Sarah.


Sarah pun hanya tersenyum dan berbalik memeluk suaminya. Akhirnya mereka pun sama-sama tertidur karena kelelahan.


πŸ€Bersambung...πŸ€


.


.


.


Hai readers ... 😊


Hayo ... nungguin apa? Hehe πŸ˜‚


Nantikan episode berikutnya ya πŸ‘‰


Jangan lupa like πŸ‘ dan vote sebanyak-banyaknya.


🌹~l Miss You~🌹