
π Berlatih Berjalan Kembali π
.
.
.
πΈπΈπΈ
"Pagi itu, ku hirup udara sejuk nan segar dari pedesaan. Burung-burung berkicau ria, ayam jago pun mulai berkokok. Hujan semalam telah reda. Cuaca pun kembali cerah, ku lihat dari sela-sela jendela, matahari telah mulai menampakan cahayanya. Saat aku menoleh kesampingku, betapa bahagianya aku melihat suamiku masih terlelap dalam tidurnya. Dia sangat manis saat tidur. Apa yang kualami semalam, tak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Perlakuannya yang begitu lembut, membuatku merinding tak berdaya. Aku seakan-akan terbawa oleh arus ombak hangatnya dekapan cintanya."
Sarah pun tersenyum dan mengecup kening suaminya. Dia kemudian bangun dan segera mandi. Setelah itu, dengan perlahan dia berjalan ke dapur untuk memasak. Dia dibantu oleh pelayan neneknya, memasak makanan kesukaan suami dan neneknya.
Saat mencium aroma masakan yang harum, Luan pun terbangun dari tempat tidurnya. Dia melihat disekelilingnya dan melihat Sarah sudah tidak ada disamping nya. Dia sangat khawatir dengan Sarah. Luan pun segera bangun dan mencari Sarah ke dapur. Setelah sampai didapur, ternyata Sarah memang berada disana.
Luan lalu memeluk istrinya yang sedang menggoreng ikan. "Hah! Ternyata bidadari surgaku ada disini."
"Luan, kamu ini. Lepaskan pelukanmu! Kamu ga malu apa dilihat sama Bibi," ujar Sarah sambil mencoba melepaskan pelukan suaminya.
Pelayan itu hanya tersenyum dan menundukan kepalanya. Dia pun mengerti situasi itu dan segera pergi meninggalkan suami istri yang sedang dimabuk asmara itu.
"Memangnya kenapa kalau dia lihat, kan kita sudah halal," ujar Luan membela diri.
"Iya, tapi ga enak kan. Malu tahu," ujar Sarah sambil mematikan kompornya dan membalikan badannya ke arah Luan. Luan pun segera mencium kening Sarah dan kemudia turun ke pipinya. Sarah yang merasa malu langsung mendorong tubuh Luan.
"Hmm, apa kau masih malu denganku?" goda Luan.
"Bukan begitu, tapi aku takut ada yang lihat. Yasudah cepat mandi dulu sana."
"Tidak mau."
"lho, kenapa?"
"Panggil aku " Sayang " baru aku mau mandi," ujar Luan sambil merengutkan bibirnya.
"Ahh! Baiklah, Sa-sayang."
"Belum puas."
"Sayang, sayang, sayaaaaangggg. Hisss, sudah puas," ujar Sarah sambil tersenyum sinis.
"Haha, dia memang lucu. Hanya dia yang mengerti isi hatiku."
β₯β₯β₯
Makanan pun sudah siap dan segera dihidangkan. Luan, Sarah dan Ny. Lauren pun sarapan pagi bersama. Luan sangat lahap sampai menambah lagi. Dia melirik ke arah istrinya sambil tersenyum bahagia. Dia sangat beruntung karena, walau istrinya masih sakit dia tetap berusaha untuk melaksanakan kewajibannya untuk menyenangkan suaminya.
Setelah Sarapan, Sarah pun mengajak Luan pergi ke kebun milik neneknya. Luan sangat takjup melihat perkebunan dan persawahan yang sangat luas dan terawat.
"Sayang, aku ingin berlatih berjalan disini. Apa kamu bersedia membantuku?" tanya Sarah sambil menatap ke arah Luan.
Luan sejenak berpikir dan dia pun tersenyum. " Apapun yang kamu inginkan aku bersedia melakukannya, bidadari."
Sarah pun merasa senang, dia lalu melepas tongkatnya dan memegang tangan Luan. Tak lupa dia melepas sendalnya, lalu perlahan Sarah mencoba berjalan dibantu oleh Luan. Walau masih sulit, namun Sarah tidak mudah menyerah dan putus asa. Luan kagum melihat semangat istrinya.
"Dia tidak berubah, dia masih sama seperti dulu. Seorang gadis yang memiliki semangat dan tekad yang tinggi. Apakah dia benar istriku? Atau seorang bidadari yang dikirim Tuhan untuk menghapus kesedihanku. Sarah, kini kau adalah separuh hidupku. Aku tak akan pernah melepasmu lagi. Jiwa ku sudah menyatu denganmu saat ku ucapkan janji suci itu."
Saat Sarah sedang fokus berlatih, tiba-tiba Luan menarik pinggang Sarah dan kemudian mencium bibirnya dengan lembut. Mereka pun berciuman dengan semilir hembusan angin yang sejuk. Membuat suasana semakin indah untuk pasangan itu.
π Bersambung ... π
###
.
.
.
Hai Readers ... π
Mohon maaf jika ada keterlambatan Up, karena masa review yang lumayan lama. Saya sangat berterima kasih jika kalian masih setia menunggu kisah ini. π
π Jangan lupa like π dan vote sebanyak-banyaknya ya...
Terima kasih. πβ€β€β€
πΉ~ l Miss You~πΉ πΌ