My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 43



๐Ÿ’–Orang yang kusayang๐Ÿ’–


โ™ฅโ™ฅโ™ฅ


Pagi itu, Sarah terbangun dari tidur lelap nya. Saat dia terbangun, dia melihat sosok pria yang dia cintai masih tertidur lelap di sofa yang ada di hadapan nya. Sepertinya pria itu sangat kelelahan.


Sarah pun bangun dari tempat tidur nya dan menghampiri pria yang sedang tidur di hadapan nya. Dia mengelus lembut wajah pria itu, pria yang membalas cinta nya dengan kesetia'an dan kasih sayang.


"Luan," Sarah memanggil nama pria itu dengan kasih sayang. Dia lalu mencium kening nya, tanpa dia sadari dia meneteskan air matanya.


"Kamu tahu, betapa bahagia nya aku hari ini." Sarah membisikan kata mesra ditelinga Luan. "Hari ini adalah momen berharga yang ku tunggu sejak dulu. Dimana aku bisa memandang wajah mu begitu dekat. Semakin dekat, hingga aku tak dapat bernafas karna rasa bahagia ku yang begitu dalam. Luan, aku_ ," belum sempat Sarah melanjutkan kata-kata nya tubuhnya sudah ditarik dan didekap oleh Luan.


Sarah pun berusaha untuk melepas nya, namun dekapan Luan semakin kuat. Mau tidak mau Sarah pun harus mengalah dan memilih untuk diam. Luan yang merasa sudah tidak ada perlawanan dari Sarah pun segera melepaskan pelukan nya.


"Sudah puas?" tanya Sarah sambil menatap mata Luan.


"Belum!" Luan kembali mendekap tubuh Sarah, kali ini lebih lembut dan mesra.


"Ahh... Lepaskan! Aku sulit bernafas." ujar Sarah


"Baiklah," jawab Luan sambil melepaskan pelukan nya.


"Ayo kita makan siang dibawah!" ajak Luan kepada Sarah sambil memegang tangan nya.


"Apa? Aku bahkan belum mandi," ucap Sarah yang menarik tangan nya kembali.


"Baiklah, aku tunggu 5 menit. Cepat!" ucap Luan.


"Hei, 5 menit mandi apa? Tidak mau, aku butuh 15 menit," ujar Sarah.


"Baiklah, tuan putri. Saya menunggu anda disini," ujar Luan sambil membukukan badan nya.


"lhh! Jangan membuat ku geli," ucap Sarah sambil tertawa dan pergi meninggalkan Luan ke kamar mandi.


Luan pun menunggu Sarah sambil membaca koran. Didalam kamar mandi, Sarah memandang wajahnya di cermin sambil tersenyum-senyum mengingat tingkah laku Luan tadi. Dia merasa sangat bahagia.


***


Selang 20 menit Sarah keluar dari kamar mandi dan mendapati Luan sedang memandang pemandangan dari jendela apartemen nya.


"Kenapa masih disitu? Aku mau ganti baju dulu, Keluar sana!" perintah Sarah yang masih mengenakan handuk.


"lho, ini kan kamar ku. Kenapa aku yang harus keluar?" ujar Luan menggoda Sarah.


"Hahaha, baiklah-baiklah! Kau ini memang tidak bisa diajak bercanda ya," ujar Luan sambil keluar dari kamar nya dan meninggalkan Sarah sendiri.


Sarah pun segera berganti pakaian dan menyisir rambut nya. Setelah selesai dia pun turun untuk makan siang bersama Luan.


"Nona, anda sudah ditunggu tuan muda untuk makan siang. Silahkan ikuti saya ke ruang VIP di apartemen ini," ucap resepsionis apartemen tersebut.


"Hmm, makan siang saja pakai diruang VIP segala. Kenapa tidak diruang terbuka aja, seperti yang lain nya? Lebih enak makan sambil memandang pemandangan di luar, sejuk dan alami. Bukan dari dalam ruangan yang super pengap dan hanya bisa memandang dinding saja," batin Sarah.


Sarah pun terus berjalan mengikuti langkah Resepsionis tersebut. Langkahnya terhenti di sebuah pintu. Setelah pintu itu dibuka, betapa terkejutnya Sarah saat melihat pemandangan yang ada di hadapan nya. Ruangan yang ia kira hanya menggambarkan sebuah tembok yang tebal ternyata terbuat dari kaca yang dapat melihat ke luar ruangan. Dinding ruangan yang tinggi bak istana itu membuat sarah kagum. Dia pun dapat melihat pemandangan pantai dan lautan dari sana.


Benar-benar menakjupkan dan memanjakan mata. Luan kemudian menghampiri Sarah yang masih berdiri sambil melihat pemandangan itu. Luan memeluk Sarah dari belakang dan mencium pipinya berkali-kali.


"Luan, hentikan!" ucap Sarah sambil berusaha melepas tangan Luan dari pinggangnya.


"Hmm, apa aku tidak boleh memeluk kekasihku?"


"Bukan begitu, tapi aku tidak enak jika ada yang melihat tingkah mu ini. Nanti mereka bisa salah paham."


"Biarkan saja ada yang melihat. Di luar negri banyak yang melakukan lebih dari ini. Kamu saja yang tidak tahu. Mereka yang memiliki pasangan kekasih sudah biasa berciuman didepan umum, itu sudah wajar disini," ucap Luan sambil menyuruh Sarah untuk duduk dan menyantap makanan yang telah dihidangkan special untuk nya.


Sarah melahap makanan nya sambil memikirkan perkataan Luan. Dia masih tidak percaya ada pasangan yang bebas bercumbu didepan umum. Tiba-tiba timbul sifat jahil Luan, dia memang senang bila menjahili Sarah.


๐Ÿ€Bersambung... ๐Ÿ€๐Ÿ˜‚


###


.


.


.


Apa yang akan dilakukan Luan kepada Sarah?


Nantikan nexs episode berikutnya ya.๐Ÿ‘‰๐Ÿ˜˜


Jangan lupa like ๐Ÿ‘ dan vote sebanyak-banyaknya.๐Ÿ™†


Terima kasih.๐Ÿ™


โ™ฅ~l Miss You~โ™ฅ