
πΉ Bulan Madu Yang Kedua Di Luar Negri πΉ
.
.
.
πππ
Luan sudah di izinkan pulang oleh dokter. Namun, dia tidak terburu-buru kembali ke tanah air karena kondisi nya yang belum sembuh total. Dia takut jika Ny. Juliana mengetahui kabar yang meninpanya dan kembali jatuh sakit.
Lucas memang sengaja tidak mengabari orang tua nya agar tidak membuat mereka khawatir. Ny. Juliana sebenarnya sangat merindukan dan mengkhawatirkan keadaan Luan, namun beliau tahu, jika Luan pasti dalam keadaan baik-baik saja bersama Sarah.
βββ
Di Apartemen, Sarah mengelap tubuh suaminya. Luan hanya tersenyum bahagia melihat keseriusan yang terpancar pada raut wajah istrinya itu saat merawatnya. Timbul lah niat iseng Luan kepada Sarah.
"Sayang, jika aku meninggal dunia bagaimana?" ucap Luan sambil tersenyum.
"Apa?"
Plak ... plak ... plak.
Sarah memukul pelan bahu Luan.
"Sayang, kenapa malah memukulku?"
"Makanya jangan bicara sembarangan! Kamu ingin meninggalkanku? Baiklah, kalau begitu aku akan menyusulmu."
"Jangan! Aku hanya bercanda."
"Hmm, bercandamu tidak lucu," ujar Sarah sambil merengut yang membuat Luan gemas.
Luan menarik tangan Sarah hingga duduk di pangkuan nya dan mencubit hidung Sarah.
"Kalau begitu aku mau memberimu sebuah hadiah spesial. Apa kau mau?"
"Hadiah? Aku tidak meminta hadiah apapun.
"Benarkah? Apa kau yakin?" goda Luan.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?"
"Kalau begitu aku yang meminta hadiah darimu?"
"Hadiah apa?"
"Aku ingin mendengar tangisan bayi-bayi mungil di rumah kita. Ayo buat sekarang!
"Apa? lhh, memangnya semudah itu membuat bayi?"
"Mudah saja, ayo kita buat sekarang juga," ujar Luan sambil membaringkan tubuh Sarah.
"Ti-tidak! Jangan sekarang!" Sarah berlari untuk menghindari Luan.
"Aku ingin sekarang," ujar Luan yang berlari lebih cepat dan menangkap tubuh Sarah.
βββ
Di luar Apartemen, Lucas melihat Hara sedang duduk sendirian.
"Ehem, hai?"
"Hai juga, kak Lucas."
"Mengapa hanya sendirian? Sarah mana?"
"Dia belum keluar dari dalam Apartemen sejak tadi pagi."
"Apa? Astaga, apa yang mereka lakukan di dalam sampai selama itu ya?"
"Kakak, ingin tahu saja urusan suami istri. Biarkan saja mereka menghabiskan waktunya berdua."
Baiklah, jika urusan kita berdua bagaimana?"
"Hah! Memangnya kita punya urusan apa?" tanya Hara kebingungan.
"Hmm, apa kau bersedia menjadi tanggung jawabku sekarang?"
"Ma-maksud kakak?"
"Apa kau anak sd yang harus ku beri tahu lagi?"
"Cih! Nembaknya tidak romantis sekali. Langsung main tembak-tembak saja. Pakai basa basi dulu atau gimana kek. His! Orang ini kaku sungguh kaku."
"Bagaimana?" tanya Lucas kembali.
"Bagaimana apanya? Aku saja belum mengerti apa maksudmu?"
"Hmm, jadi kau tidak mau jadi istriku, yasudah kalau begitu."
"Ehh, aku mau," ucap Hara pelan karena malu.
"Hahaha, katanya kau tidak mengerti maksudku."
"His! Dia benar-benar menguji kesabaranku."
"Kenapa merengut seperti itu?"
"Tidak! Aku hanya berpikir, mengapa ada laki-laki yang sangat tidak romantis seperti dirimu, Kak."
"Romantisku berbeda dengan orang lain. Aku tidak mau sebuah romantis itu di buat-buat. Biarkan keromantisan ini mengalir begitu saja. Terkadang dengan bercanda seperti ini, juga bisa di sebut romantis."
"Jadi, yang tadi itu hanya bercanda?"
"Kalau itu lain," ucap Lucas sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Hara.
Seketika pipi Hara menjadi pucat dan tidak tahu harus apa.
"Kak Lucas? Hara?" suara Leo yang memanggil mereka dari kejauhan.
Mereka pun kembali bersikap biasa.
"Kak, jaga rahasia ini. Jangan sampai Leo tahu!"
"Memangnya kenapa? Bagus kalau Leo dan Samuel tahu."
Leo memapah Samuel berjalan pelan-pelan. Lucas menghampiri mereka dan membantu Samuel berjalan.
"Sam, kau masih lemas. Mengapa memaksa keluar?" tanya Lucas.
βββ
Malam itu, Sarah dan Luan pun akhirnya keluar dari kamar dan bergabung bersama sahabat-sahabatnya.
"Ehem, kemana saja tuan raja dan ratu dari tadi pagi?" tanya Lucas menggoda.
"Kakak, kau ini, senang sekali menggoda adikmu," ujar Luan.
"Hahaha, habis kau tidak mengajakku."
"Apa nanti kau juga akan mengajakku saat malam pengantinmu?" tanya Luan balik kepada Lucas.
"Ehh! Enak saja. Akan ku kunci rapat-rapat pintunya kalau perlu ku borgol dan ku gembok. Hahaha."
"Hahaha, kau tahu kan kak, aku seperti tikus kecil yang bisa menyelinap. Aku bisa mengintipmu dari mana saja," sahut Leo.
Plak ...
Lucas memukul lirih di bahu Leo.
"Apa kau sudah tidak sayang dengan nyawamu?"
"Hehehe, mana berani aku mengintip malam pertama kakak nantinya. Kecuali aku di perintahkan langsung untuk mengabadikan momen bersejarah itu. Hahaha," ujar Leo menggoda Lucas yang membuat semua sahabat-sahabatnya tertawa.
Mereka pun memesan makanan untuk makan malam. Setelah makanan datang mereka segera menyantapnya.
βββ
Luan tidak ingin melewatkan begitu saja momen malam itu. Dia mengajak istrinya jalan-jalan.
"Sayang?"
"Hmm, apa?"
"Sekarang kan kita sudah menikah, jadi kau tidak akan malu lagi jika ku ajak ke pusat kota kan?"
"Memangnya tidak ada tempat yang lain? Aku tetap tidak mau."
"Hahaha, aku hanya menggodamu. Baiklah, ayo kita ke pantai dekat sini?"
"Pantai?"
"Iya, ada sebuah pantai di pinggir kota."
"Baiklah, aku akan mengajak Hara dan yang lain nya."
Sarah kemudian mengajak Lucas, Hara, Leo dan Samuel ke pantai.
Mereka bersenang-senang bermain pasir dan air di pantai itu.
Leo pun menelfon Adelia dengan vidio call.
"Hai sayang?"
"Hai ... kalian sedang apa?"
"Kami sedang bermain pasir di pantai, sayang."
"Hmm, kalian jahat sekali tidak mengajakku."
"Maaf, sayang kami baru saja menyelesaikan misi penting. Hehe."
"Hai Adel?" sapa Hara.
"Hai, kak Hara. Dimana kakak ku? Aku sangat merindukannya."
"Hah! Jangan tanyakan dia. Lihatlah dia sedang pacaran lagi bersama suaminya."
"Hahaha, mereka itu sangat lucu."
"Kapan kita menyusul ke pelaminan sayang?" tanya Leo kepada Adelia.
"His! Jangan keras-keras nanti ibuku dengar."
"Baiklah, maaf. Hehe."
"Sudah dulu ya, aku sudah mengantuk disini sudah larut malam sayang."
"Istirahat lah sayang, jangan lupa mimpikan aku. Selamat malam."
"Malam."
Leo pun menutup telefon nya. Leo kembali bergabung bersama sahabat-sahabatnya.
Puncak malam itu, Lucas meminjam gitar dari penjaga pantai dan kemudian menyanyikan sebuah lagu untuk Hara. Hara sangat tersanjung karena ternyata Lucas tidak sekaku yang ia kira selama ini. Malam itu, Lucas dan Hara akhirnya menjadi sepasang kekasih.
.
.
.
π Bersambung ... π
###
.
.
.
Hai semua ... πππ
Pertanyaan yang mungkin akan muncul.
"Kakak Author, semuanya sudah bahagia. Apakah kisahnya sebentar lagi akan tamat?
Jawabannya ...
π Yukk nantikan episode berikutnya ya... Hehehe πππ
Jangan lupa like, komen, dan vote sebagai bentuk dukungan kepada novel ini. Dan saya sangat berterima kasih sekali kepada kalian yang sudah mendukung dan selalu setia kepada novel ini.
Terus ikuti kelanjutan MHIOFY ( My Heart is Only For You ) ya ...
Terima kasih. π
πΉ~l Miss You~πΉ