My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 62



🌡 Membebaskan Samuel Part 1 🌡


.


.


.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Lucas dan teman-temannya sudah tiba di luar negri. Mereka lalu menemui Luan dan Leo di kantor polisi. Kemudian Lucas menyewa sebuah rumah, untuk menjadi tempat persembunyian yang aman. Tentu mereka diberi bekal alat pendeteksi oleh polisi.


Lucas, Luan dan Leo menyusun sebuah rencana untuk memancing penjahat itu keluar dari persembunyian nya. Namun, ditengah obrolan phonsel Luan berbunyi. Panggilan dari nomor yang tak dikenal. Luan pun segera mengangkatnya.


Percakapan menggunakan bahasa inggris yang saya artikan.


"Hallo?"


Mmm ... mmmh ... mmmh ...


Suara seseorang yang disekap.


"Siapa anda? Mengapa hanya diam?"


Penjahat itu pun membuka penutup mulut Samuel.


"Luan ... Luan ini aku," ucap Samuel ketakutan.


"Sam? Kamu dimana?" tanya Luan khawatir.


Dengan ketakutan Sam pun berbicara lagi. "Luan, sebaiknya kau segera menceraikan Sarah atau mereka akan membunuhku."


Luan menjadi bingung dengan ucapan Sam. "Sarah? Apa hubungannya dengan Sarah?"


Luan melospeker suara telefon tersebut agar semuanya bisa mendengarkan percakapan itu.


"Aku tidak bisa menjelaskan nya, yang jelas dia ingin kau menceraikan Sarah. Barulah aku akan dibebaskan. Kirim surat cerai itu besok ditaman dekat kampus kita dulu."


Lucas yang geram mendengar itu, langsung merebut phonsel Luan. "Baiklah, besok akan ku kirim surat cerai itu. Tapi ingat jika penjahat itu tidak membebaskan mu maka, lihat saja akibatnya." Lucas kemudian menutup telepon nya.


Luan pun marah kepada Lucas. "Apa kau gila? Mana mungkin aku menceraikan Sarah."


"Dengarkan aku, dia ingin kau cerai dengan Sarah. Berarti penjahat itu orang terdekatmu atau orang terdekat Sarah. Ya pokoknya orang terdekat diantara kalian berdua. Jika tidak mantanmu berarti mantan Sarah."


"Bagaimana kau tahu kebenaran itu? Aku dan Sarah tidak memiliki mantan. Jangan mengada-ngada."


"Ya berarti jika dia wanita, dia mencintaimu atau jika dia pria, dia mencintai Sarah. Namun, kejadian ini diluar negri. Hmm, berarti dia seseorang yang menyukaimu," ujar Lucas sambil menopang dagunya.


Luan merasa heran. "Apa itu artinya dia seorang wanita? Tidak! Bagaimana bisa seorang wanita bisa melakukan kejahatan besar seperti ini?" tanya Luan yang masih tidak percaya.


"Jika seseorang sudah dibutakan dengan cinta, baik pria maupun wanita, apapun akan dia lakukan."


"Luan, aku jadi teringat sesuatu," sahut Leo.


"Apa? Katakan dengan segera kawan," ujar Luan.


"Setelah kau bertanding tempo hari, saat Sarah datang untuk menonton pertandinganmu. Aku sempat melihat Gracia, menangis dipelukan Alex sambil menyebut namamu. Aku tidak curiga saat itu dan mengabaikannya saja hal itu karena, aku tidak mau ikut campur. Tapi sepertinya sekarang aku mencurigainya."


"Ya, aku juga sering merasa aneh dengan sikapnya akhir-akhir ini. Dia tidak lagi menghubungiku setelah pernikahanku. Padahal sebelumnya dia sangat perhatian kepadaku."


"Siapa Gracia?" tanya Lucas.


"Dia adalah sahabatku, Kak. Dulu kami selalu


belajar dikampus bersama-sama."


Lucas mengerutkan dahinya seraya melihat ke arah Luan. "Hmm, berarti jangan bertindak gegabah. Wanita itu jiwanya sangat rentan, setelah kita tangkap, mungkin dia bisa saja bunuh diri. Namun, jika kita biarkan, nyawa Sarah akan terus dalam bahaya."


"Luan, kembalilah ke negara kita dan buat surat cerai mirip dengan yang asli dengan stempel kantor pengadilan. Bawa polisi bersamamu agar mereka percaya, kau dalam keadaan terpaksa dan mendesak."


"Baik, Kak."


"Leo dan yang lainnya, ikut bersama ku. Kita selidiki rumah wanita itu."


"Baik."


Luan pun segera kembali ke tanah air sesuai perintah Lucas, untuk membuat surat cerai sementara, dalam keadaan terpaksa yang akan dibantu oleh pihak kepolisian, demi menjebak penjahat tersebut.


***


Ditempat lain, tepatnya dirumah Gracia. Lucas, Leo dan teman-temannya, sedang mengintai pergerakan Gracia. Lucas mengira Gracia tidak akan berani kembali kerumahnya. Namun, dugaan nya salah. Gracia ternyata sudah ada didalam rumahnya.


Tak lama kemudian Gracia keluar rumah dengan pakaian setelan serba hitam dan berkaca mata hitam. Tingkahnya sangat mencurigakan. Dia lalu masuk kedalam mobilnya. Lucas pun menyuruh Leo untuk mengikuti kemana Gracia pergi bersama sebagian temannya. Sementara Lucas mencoba masuk ke dalam rumah Gracia.


Lucas pun menggunakan sebuah alat khusus untuk membuka pintu rumah Gracia. Setelah terbuka, Lucas langsung masuk ke dalam. Tidak ada yang mencurigakan diruang tamu. Hingga Lucas sampai di kamar Gracia, barulah dia terkejut.


"Sial, wanita itu rupanya sudah merencanakannya."


Lucas melihat banyak foto Sarah yang dicoret-coret oleh Gracia. Bahkan foto Luan yang dipenuhi dengan tanda bibir Gracia yang berarti Gracia sangat terobsesi dengan Luan.


"Bagaimana bisa aku menangani kasus wanita saico seperti dia. Kasihan Sarah dan Luan yang harus menjadi korban, atas keganasan macan betina ini."


Lucas kembali dibuat terkejut saat melihat sebuah pisau tertancap di foto Samuel. Lucas sudah bisa menebak bahwa ini hari terakhir Samuel hidup.


"Ternyata, penjahat itu sangat cerdik dan licik. Dia ingin menjebak Luan. Aku harus segera membebaskan Samuel dan memberitahu Luan."


Lucas lalu membuat rencana baru. Dia pun segera menelfon Leo.


"Hallo, Le?"


"Ya, Kak. Aku sudah mengikuti wanita itu, namun dia menghilang begitu saja, Kak."


"Kembali lah, ini keadaan darurat. Nyawa Samuel dalam bahaya."


"Baiklah, Kak."


Leo langsung memutar balik mobilnya dan kembali untuk menemui Lucas. Setelah Leo sampai ditempat Lucas berada. Lucas langsung menyusun srategi.


"Le, ternyata wanita itu menjebak kita. Hari ini dia akan membungkam mulut Samuel selama-lamanya."


Leo terkejut dan panik. "Apa maksudmu Samuel akan dibunuh?"


"Ya, kau benar. Surat cerai yang diinginkan nya ternyata hanya pengalihan agar kita fokus pada keinginan nya itu. Dalam artian kita tidak sadar bahwa Samuel lebih terancam, karena kunci dari semua jawaban dari masalah ini ada padanya."


"Lalu, bagaimana kita bisa tahu dimana keadaan Samuel, Kak?"


"Aku sudah memikirkan sebuah cara yang mungkin dapat memancing dia keluar dari persembunyian nya. Namun, kau harus berani menghadapi nya sendiri."


"Apa maksudmu, Kak?"


"Kau harus menelfon wanita itu dan pura-pura tahu bahwa dia pelakunya. Ancam dia, agar dia merasa terdesak dan akan menangkapmu. Aktifkan alat pendeteksi didalam tubuhmu agar aku bisa mengikutimu dari belakang. Jika ada dua orang yang ditangkap, kemungkinan untuk membunuh Samuel mereka tunda. Apa kau siap?"


"Baiklah, Kak. Demi sahabat-sahabatku, aku rela menghadapi mereka."


Lucas lalu menepuk bahu Leo. "Jangan khawatir, aku akan bertindak cepat. Walau kau tertangkap, aku sudah berada didekatmu. lngat satu hal, jangan memancing emosi wanita itu. Pikirkan kata-kata yang membuat dia percaya bahwa Luan benar-benar menceraikan Sarah."


"Baik."


Leo menelfon Gracia untuk mengajak bertemu. Gracia mengangkatnya seolah-olah tidak tahu apa-apa. Mereka lalu janjian untuk bertemu di taman dekat kampus mereka dulu.


πŸ€ Bersambung ... πŸ€


###


.


.


.


Hai semua ... 😊


Nantikan episode selanjutnya ya...


πŸ‘‰ Jangan lupa like πŸ‘ dan vote novel ini.


"Selamat menjalankan ibadah puasa, dibulan suci ramadhan ini."


Terima kasih. πŸ™


🌹~l Miss You~🌹