
โฅKencan pertamaโฅ
๐๐๐
[Didalam Mobil]
"Oh iya kemana kita akan pergi?" tanya Sarah kepada Luan.
"Duduklah dengan nyaman dan jangan banyak bertanya!" ujar Luan.
Sarah pun cemberut. "Aku kan hanya bertanya, kenapa tidak boleh? Lagi pula itu pertanyaan yang wajar kan, bagaimana jika kamu membawa ku ke tempat yang macam-macam?"
"Hahaha... Macam-macam? Pikiranmu saja yang buruk. Lagian tidak baik, berfikiran buruk kepada seseorang tanpa bukti yang kuat.
"Cih ! Dia sok bijak sekali, padahalkan selama ini, memang dia selalu mengerjaiku.Tapi, benar juga katanya. Sebaiknya, aku berfikiran positif," gumam Sarah.
***
Setelah cukup lama, akhirnya mereka sampai di sebuah gedung taman kanak - kanak.
Sarah pun kebingungan. "Kenapa kita kesini? Kita mau menjemput anak siapa?"
Luan pun tersenyum. "Kita akan melihat - lihat kondisi gedung disini. Waktu kanak-kanak dulu, aku sekolah disini."
Sarah pun terkejut. "Apa!"
"Kencan pertama? Tidak ada makan berdua yang romantis? atau tempat yang indah, atau duduk ditaman bunga? Aaaggggrrrr... *kenapa aku terlalu berharap yang berlebihan. Bodoh!" gerutu Sarah dalam hatinya*.
Luan pun mencubit hidung Sarah. "Apa yang kau pikirkan? Ayo masuk!"
"Ahh! Tidak. Aku tidak memikirkan apa-apa."
Mereka lalu berjalan memasuki gerbang.
"Selamat siang pak?" ujar Luan yang menyapa Satpam penjaga gedung tersebut.
"Selamat siang, tuan muda Luan. Silahkan masuk!" ujar Pak Satpam.
"Hei! Tunggu. Bagaimana dia tahu namamu?" tanya Sarah heran.
"Aku sering kesini, jadi dia sudah kenal dengan ku," jawab Luan.
"Hmmm ... Sok terkenal," gumam Sarah.
"Lihat taman bermain itu! Ada ayunan juga. Luan, ayo kita kesana. Aku mau naik ayunan itu. Ayo!" ujar Sarah sambil menarik tangan Luan seperti anak kecil.
"Kau tidak berubah dari kecil suka main ayunan."
"Kamu masih ingat kejadian itu? Hehehe. *S*etidaknya untuk kencan pertama ini, aku tidak terlalu kecewa. Wah! lndah sekali taman disini. Rapi dan banyak wahana permainan anak-anak," puji Sarah.
"Kau Lihat, lapangan sepak bola yang kecil disana? ltu tempatku bermain bola dulu. Dari kecil, aku sudah bercita-cita menjadi pemain bola, itulah sebabnya aku selalu bertengkar dengan ayahku. Dia ingin aku menjadi tentara sepertinya, tapi aku tidak tertarik. Aku tidak ingin menyesal seumur hidupku."
"Cita - Cita? Aku bahkan tidak tahu apa cita-cita ku. Sebenarnya, aku ingin menjadi dokter seperti ayah, tapi aku ragu dengan kemampuan ku sendiri, apa aku bisa seperti ayahku?"
"Asal ada kemauan pasti bisa, yakinlah dengan tujuan hidup mu. Menjadi seorang dokter adalah tugas yang mulia. Aku akan selalu mendukung apapun cita-citamu."
"Hmmm... Ternyata dia memang pantas menjadi idolaku, aku tidak salah memilih nya sejak kecil," gumam Sarah.
Luan menoleh kearah Sarah dan bertanya. "Apa kau bosan?"
"Ahh! Tidak. Aku sangat menikmati suasana disini."
"Hmm, Ayo kita pergi ke suatu tempat!"
"Ayo! Jangan banyak bertanya," ujar Luan sambil menggandeng tangan Sarah dan mengajaknya pergi ke suatu tempat.
***
"Hmm, aku yakin dia masih mangkal dekat sini. Tapi, dimana dia? Nah, itu dia!" ujar Luan.
"Es cream... es cream ... es cream lezat ... Ayo dek ... mari beli ... mari beli es creamnya!" ujar Penjual Es cream.
"Pak, tolong beri kami 2 Es cream rasa Mix ya!" ucap Luan.
"Baik, Tuan. Tunggu sebentar ya! ini silahkan, Tuan," ucap Penjual es cream.
"Sarah, ini ambilah!" ujar Luan sambil memberikan satu es cream untuk Sarah.
"Ahh! iya, terima kasih."
"Jadi berapa, Pak?" tanya Luan kepada Penjual es cream.
"Jadi, 20 ribu tuan," jawab Penjual es cream.
"Pak, ini uang nya. Ambil saja kembalian nya ya!" ujar Luan sambil memberikan uang 100 ribu kepada Penjual es cream tersebut.
"Baik, Tuan. Terima kasih banyak," ucap si Penjual es cream.
***
"Apa aku boleh memeluk pria yang ada di samping ku ini? Aku tidak sabar karena gemas. Kadang dia galak, kadang dia baik sekali seperti ini. Hmmm, aku berharap dia akan menjadi milik ku seutuhnya," gumam Sarah.
"Hei! Jangan melamun. Cepat makan es creamnya. Lihat! Sudah meleleh ditanganmu. Coba sini!" ujar Luan sambil menjilat es cream yang meleleh ditangan Sarah.
"Aaahhhhhhhhh ... romantis sekali dia. Aku bahkan tidak pernah membayangkan momen seperti ini akan terjadi," gumam Sarah.
"Sudah! Aku malu dilihat orang - orang."
"Anggap saja mereka tidak melihat. Yasudah cepat makanlah es Cream itu, nanti akan cair lagi."
"Iya baiklah!" ucap Sarah lalu memakan Es creamnya kembali.
Luan berjalan sambil menggenggam tangan Sarah. Sarah pun terlihat sangat bahagia.
"Walau kencan pertama ini begitu sederhana, tapi aku merasa nyaman dan senang. Hari ini akan aku ingat selama-lamanya dan akan aku cerita kan pada anakku kelak," gumam Sarah.
๐Bersambung...๐
###
.
.
.
Mohon beri dukungan kalian ya, dengan like ๐ dan vote sebanyak-banyaknya.๐๐๐
Terima kasih.๐
๐น~l Miss You~๐น
Nexs episode berikutnya>>>๐