
🌹Halalkan aku...🌹
♥♥♥
Semua orang berkumpul dirumah sakit untuk menunggu Ny. Juliana sadar. Dokter yang menangani Ny. Juliana mengatakan bahwa, Ny. Juliana belum sepenuhnya pulih, sewaktu-waktu penyakitnya itu akan kambuh kembali. Lalu, Dr. Antonio berbicara kepada J. Piter agar jangan mengungkit kembali masalahnya didepan Ny. Juliana.
Perlahan Ny. Juliana tersadar walau kondisinya masih lemas, beliau berusaha memanggil nama Luan. Luan yang berada diluar ruangan pun disuruh masuk oleh Lucas.
"Dik, masuklah!" ujar Lucas kepada Luan.
Luan pun masuk dan menghampiri ibunya.
Ny. Juliana menangis melihat Luan berada disampingnya. Dia pun memegang pipi anaknya itu. "Nak, kemarilah! Kamu menyayangi ibumu kan?"
"Percayalah padaku, Bu. Didunia ini, ibulah orang pertama yang aku sayang dan aku cintai."
"Kalau begitu, apa kau mau menuruti permintaan ibumu ini, Nak?"
Luan memegang tangan ibunya, sambil meneteskan air mata. "Baik, Bu. Apapun yang ibu inginkan, aku akan berusaha memenuhinya."
"Nikahilah gadis yang kamu cintai, gadis yang sudah menunggu cintamu bertahun-tahun. Nak, jadikan Sarah sebagai menantuku," ucap Ny. Juliana.
"Ta-tapi, Bu. lbu jangan memikirkanku, pikirkan kesehatan ibu terlebih dahulu, aku tidak ingin kehilanganmu, Bu," ujar Luan yang gemetar sambil menatap wajah ibunya.
"lbu tidak tahu apakah umur ibu masih panjang, Nak. Ibu ingin, diakhir hayat ini, ibu dapat melihatmu tersenyum bahagia."
Lucas memegang pundak Luan dan berkata. "Dik, aku setuju dengan apa yang ibu katakan. Nikahi Sarah, jangan biarkan cintanya yang selama ini hanya untukmu menjadi sia-sia."
"Tapi, ayah tidak akan setuju, Kak."
"Sekarang, aku serahkan semua keputusan hanya kepada ibumu. Yang terbaik menurut ibumu, aku akan menyetujuinya. Semua ini, demi kesehatan ibumu," ujar J. Piter yang mengejutkan semua orang.
Lucas tersenyum kepada ayahnya, walau kelihatan ayahnya masih tidak bisa mengakui Luan sebagai anaknya. Namun, Lucas tahu bahwa sebenarnya J. Piter juga menyayangi Luan dan mulai memberi ruang dihatinya untuk Luan.
Luan pun menangis dan berlutut kepada ayahnya untuk meminta doa restu. J. Piter ingin memeluk Luan namun, karena gengsinya yang tinggi dia akhirnya hanya diam.
Sarah yang ada di luar hanya diam termenung, tanpa tahu apa yang keluarga Luan bicarakan didalam. Hara dan Adelia mencoba menenangkan hati Sarah yang sedang gundah.
Lucas pun keluar dan memanggil Sarah. "Sarah, ayo kita masuk! Ada yang ingin ibuku katakan kepadamu."
Sarah yang masih menggunakan kursi roda pun segera masuk ke dalam ruangan Ny. Juliana dibantu oleh Lucas. Sarah tersenyum kepada Ny. Juliana. Dengan perlahan Sarah dibantu duduk disamping Ny. Juliana oleh Luan.
Ny. Juliana pun menangis karena tak kuasa melihat semangat Sarah. Walau kondisinya juga memprihatinkan. Sarah adalah anak perempuan yang selalu ceria dimata Ny. Juliana. Sekarang Sarah harus terdiam dan hanya bisa tersenyum kepadanya.
Ny. Juliana memegang tangan Sarah dan berkata. "Anak gadisku, kesayanganku, kamu adalah gadis pembawa kebahagiaan untuk keluargaku sejak kedatanganmu ke rumah kami. Saat kamu masih kecil, aku sudah ingin menjadikanmu sebagai menantuku. Karena aku tahu, hanya kamu lah yang bisa merubah sifat anakku Luan. Seorang ibu perasaannya lebih kuat dari pada seorang ayah, Nak. Jadi, aku lebih tahu mana yang terbaik untuk anak-anakku. Sayang, maukah kamu menerima apapun kekurangan yang ada pada anakku? Maukah kamu menjadi pendamping anakku seumur hidupnya? Aku mewakili ayahnya Luan, ingin mengatakan bahwa, aku meminangmu untuk menjadi istri dari anakku, Luan? Apa kamu mau menerimanya, Nak?"
Sarah terkejut mendengar ucapan Ny. Juliana. Air matanya pun tak terasa terjatuh dengan derasnya karena rasa bahagianya yang teramat sangat. Adelia dan Hara yang mendengar dibalik pintu ikut berbahagia, mereka berpelukan dan melompat-lompat gembira.
Ny. Madona bingung melihat tingkah laku Adelia dan Hara. Karena Dr. Antonio dan Ny. Madona sedang duduk dan tidak mendengar percakapan didalam.
"Hei, tidak baik jika kalian berdua terus menguping pembicaraan orang. Cepat kemarilah!" ujar Ny. Madona.
"Yah! Ibu, apa ibu tidak mau tahu apa yang sedang mereka bicarakan? Hahaha ... jika ibu mendengar, pasti ibu akan lebih terkejut dari pada kami," ujar Adelia.
"Memangnya apa yang mereka bicarakan?" tanya Ny. Madona.
"Adel, berhentilah meledek ibumu," ujar Dr. Antonio.
"Hehe ... Baiklah ayah."
"Hih! Anak nakal," ujar Ny. Madona sambil menjewer kuping anaknya.
"Ahh! Sakit, Bu. lhh, ibu memangnya aku ini anak kecil."
"Kamu memang sudah dewasa, tapi sifatmu itu masih seperti anak-anak. Entah kapan kamu akan dewasa. Kalau begini caranya, ibu akan menunda untuk mencarikan jodoh untukmu."
"lhh, ibu. Memangnya aku ini Siti Nurbaya yang harus dijodoh-jodohkan."
"Hmm, Bibi. Sudahlah, jangan mendengar ocehan Adelia lagi. Bi, ada kabar gembira yang kami dengar barusan."
"Kabar gembira? Kabar apa Hara?" tanya Ny. Madona penasaran.
"Sarah, sedang dilamar oleh orang tua nya Luan, Bi."
"Hah! Benarkah? Terima kasih Tuhan, akhirnya putri sulungku akan segera menikah. Aku tahu Tuhan tidak akan pernah tidur dan selalu mendengar doa-doaku selama ini. Dia akan mempertemukan jodoh dari putri-putriku," ucap Ny. Madona sambil menangis bahagia. Ny. Madona langsung menghampiri Dr. Antonio dan mereka saling berpelukan.
♥♥♥
Didalam ruangan, Sarah masih terpaku menatap Luan. Matanya seolah-olah mengisyaratkan bahwa, benarkah yang dikatakan oleh Ny. Juliana. Luan pun kemudian memegang tangan Sarah.
"Sarah, ibuku sudah meminangmu? Sudikah kau menjadi pendampingku?" tanya Luan sambil menatap mata Sarah.
Sarah pun tersenyum dan berkata. "Aku memang tak sebaik ibu Juliana. Aku juga bukan wanita yang sempurna. Namun, aku akan berusaha semampuku untuk selalu berada disisi mu, disaat kamu susah. Aku akan menjadi sandaran terkuat disaat kamu sedih. Luan, aku akan berusaha, berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu. lbu Juliana, aku menerima pinanganmu. Terimalah aku sebagai menantumu walau banyak sekali kekurangan dalam diriku."
Sarah lalu memeluk Ny. Juliana. Lucas tak kuasa menahan tangis bahagianya. Dia pun keluar untuk bergabung dengan Adelia dan Hara. Mereka bertiga saling berpegangan tangan dan menarik nafas dalam-dalam. Karena misi mereka untuk menyatukan cinta Sarah dan Luan akhirnya tercapai.
J. Piter pun menghampiri Ny. Juliana dan mencium keningnya tanda bahwa J. Piter sudah mulai mencintai Ny. Juliana.
🍀Bersambung... 🍀
###
.
.
.
Pertanyaan yang mungkin akan muncul. "Thor aku terharu mengetahui bahwa Sarah dan Luan akhirnya bersatu. Namun, apakah ini akhir dari ceritanya?"
Author pun menjawab. "Tidak sayang, ini baru awal perjalanan dari Sarah dan Luan setelah mendapatkan restu dari orang tuanya. Jika kalian penasaran, bagaimana kisah mereka berdua. 👉 Yuk, lanjut baca episode cerita cinta mereka yang unik berikutnya.
👉 Jangan lupa like👍 dan vote sebanyak-banyaknya ya.
Terima kasih.🙏
🌹~l Miss You~🌹