
๐น Hari yang ku impikan ๐น
โฅโฅโฅ
Gaun putih yang indah nan anggun, menambah aura kecantikan yang terpancar dalam diri Sarah. Matanya yang indah, menatap sayu penuh kehangatan kepada calon suaminya, yang sedang berdiri jauh dihadapannya.
"Luan, aku tidak percaya akhirnya aku dipersatukan denganmu. Dulu aku berfikir, hanya aku yang mencintaimu. Namun, sekarang kamu juga membalas cintaku dan kita akan segera bersatu untuk selamanya. Luan, aku bahagia kamu telah terlahir ke dunia ini. Cintailah aku setulus hatimu. Percayalah, dari awal aku terlahir kedunia ini, dan sampai aku menutup mataku untuk selamanya, hanya nama mu yang terukir didalam hatiku."
Luan pun menatap calon istrinya dengan penuh kebahagiaan, dia berdiri disamping penghulu yang juga sudah menantikan calon pengantin wanita yang akan duduk di samping calon pengantin pria.
"Tersenyumlah Sarah, karena hari ini adalah hari bahagia kita. Aku tak akan pernah bosan melihat senyuman itu, senyum indah si gadis yang penuh dengan keceriaan, dia telah mengisi ruang hati yang kosong ini. Sekarang, aku bisa menyapamu setiap hari. Aku bisa melihat wajahmu di pagi hari. Aku dapat memeluk gadis yang telah berjuang demi diriku. Sarah, mulai hari ini akan ku serahkan semua yang ku miliki. Bahkan aku akan memperjuangkan apapun yang kau minta. Karena ketulusan mu lah, hati yang dulu beku sekarang menjadi cair dan perlahan mengalirkan cinta untukmu. Sampai cinta ini sudah tidak terbendung lagi."
Sarah dibantu oleh Dr. Antonio menggunakan tongkat untuk menghampiri Luan dan penghulu yang sudah menantikan mereka.
Ny. Lauren dan Ny. Madona tak kuasa menahan tangis bahagia. Hara, Adelia dan Lucas yang duduk bersampingan pun ikut terharu dengan suasana itu. J. Piter terus memegang tangan Ny. Juliana, sekarang dia sangat takut akan kehilangan istri tercintanya. J. Piter memberikan baju hangat dan syal kepada Ny. Juliana agar dia tidak kedinginan.
Acara itu dirayakan dengan sangat sederhana, hanya segenap keluarga dan kerabat dekat saja yang diundang. Itu sesuai dengan permintaan Sarah. Sarah pun duduk dengan perlahan di samping Luan. Penghulu itu segera memulai acara dan kemudian menyuruh Dr. Antonio untuk menjadi wali bagi mempelai wanita.
Penghulu tersebut lalu memberikan sedikit nasehat pernikahan. Setelah memberikan nasehat, penghulu itu menyuruh Sarah untuk meminta restu kepada ayahnya.
"Silahkan, calon mempelai wanita sungkem kepada ayahanda untuk meminta restu," ujar Penghulu tersebut.
Sarah pun sungkem kepada ayahnya dan berkata. "Ayah, ikhlaskan Sarah untuk menikah dengan Luan. Ridhai pernikahan kami, agar kami selalu bahagia di dunia dan di akhirat."
Dr. Antonio pun tak kuasa melepas putri kesayangannya itu. "Sayang, ayah doa kan semoga rumah tanggamu menjadi rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Semoga kalian selalu bahagia." Dr.Antonio pun mencium kening Sarah.
Ijab qobul pun akan segera dimulai, seluruh keluarga dan saudara yang menyaksikan pun menjadi "tegang" karena ikut merasakan suasana tersebut.
Dr. Antonio menyalami tangan Luan seraya berkata. "Saya nikahkan dan kawinkan engkau, Luan Brayan Wesley bin Bapak Jendral Piter Marcelo Wesley dengan putri saya, Sarah Alessia Bellezza Aldeva, dengan mas kawin berupa, cincin emas 5 gram dan uang tunai senilai seratus empat belas juta ribu rupiah dibayar tunai."
Dengan sedikit gugup Luan pun menjawab. "Saya terima pernikahan dan perkawinan ini, untuk saya. Dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana saksi? Sah?" ujar Penghulu.
Serentak saksi menjawab. "Sah"
Penghulu pun membacakan doa untuk pernikahan mereka berdua. Semua ketegangan yang terjadi akhirnya mulai mereda.
Luan sengaja memberi mas kawin kepada Sarah berupa, cincin kawin senilai 5 gram yang artinya sholat 5 waktu. Dan 114 juta rupiah yang artinya, 114 surat dalam Al-Qur'an.
Tangis Sarah akhirnya pecah, dia menutup wajahnya dengan kedua tangan nya karena tak kuasa menahan tangis bahagianya. Luan pun meraih tangan Sarah dan memegang pipinya.
"Sekarang kau adalah istri sah ku, calon ibu dari anak-anakku. Berjanjilah untuk tetap berada disisiku dan menemani masa tuaku nanti!" ujar Luan.
Sarah pun tersenyum walau air matanya terus mengalir. "Aku akan selalu berada disisi mu, menjadi ibu bagi anak-anakmu, dan menemani mu sampai akhir hayatku."
Luan pun memeluk Sarah dan perlahan mencium keningnya. Semua yang menyaksikan turut bahagia. Tanpa disadari Lucas dan Adelia juga berpelukan, yang membuat semua orang menatap ke arah mereka. Hara mencoba mencubit pinggang Adelia yang masih belum sadar juga.
"Apa yang kalian lakukan? Lihatlah semua orang menatap ke arah kalian. Huh! Bikin malu saja." ujar Hara kesal.
Adelia dan Lucas menoleh ke arah orang-orang yang melihat mereka dan perlahan melepas pelukannya. Adelia yang malu mencoba untuk menghindar dan lari. Karena dia menggunakan sepatu hak tinggi akhirnya dia pun terjatuh dan membuat semua orang tertawa terbahak-bahak. Sarah dan Luan ikut menertawakannya. Adelia pun mencopot sepatunya dan segera pergi dari tempat itu. Hara dan Lucas pun segera menyusulnya.
๐Bersambung...๐
###
.
.
.
Hai readers... ๐
Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau ucapan dariku. Karena aku hanyalah seorang author biasa. Marilah kita saling maaf-memaafkan.
Kalian pasti penasaran khaaannn, gimana malam pertama Luan dan Sarah? ๐
๐Nantikan episode berikutnya ya... Jangan lupa like ๐, share dan vote sebanyak-banyaknya.
Terima kasih.๐
๐น~l Miss You~๐น