
🌻Menonton pertandingan part 2🌻
♥♥♥
"Waw, Kakak. Akhirnya kita sampai di luar negri. Hahaha, phonselku mana ya? Aku harus mengabadikan momen berharga ini," ujar Adelia.
"Aku juga mau selfie dulu ahh, buat kenang-kenangan. Akan aku tunjukan pada ibuku setelah sampai di rumah nanti," sahut Hara.
"lya terserah kalian. Hmm, ngomong-ngomong, aku belum memberitahu Luan kalau kita sudah sampai disini. Aku akan menelfon nya," ucap Sarah.
"Ehh... ehh! Kakak, jangan kasih tahu kak Luan, kita kasih kejutan aja buat dia," ujar Adelia.
"Baiklah, ide bagus," ujar Sarah.
"Sarah, pertandingannya besok kan? Sekarang kita mau kemana? Kalau kita tidak ke apartemen Luan, berarti kita harus cari hotel dekat stadion," ujar Hara.
"lya Hara kamu benar, kita harus segera cari hotel dekat stadion. Ayo!" ucap Sarah.
***
Setelah mereka sampai di hotel dekat stadion, mereka langsung memesan satu kamar hotel untuk mereka bertiga dan membereskan koper mereka masing-masing.
"Aku ga sabar pengen cepat besok pagi," ucap Sarah.
"Huh! Pasti pengen cepet ketemu kak Luan kan?" batin Adelia.
Keesokan hari nya, sekitar pukul 02.00 siang mereka bertiga berangkat ke stadion. Disana sudah terjadi antrian tiket yang sangat panjang.
Karena mereka sudah memegang tiket masing-masing maka mereka segera masuk ke dalam.
Sebelum masuk ke dalam Sarah melihat ke sekitar stadion, dia bermaksud mencari Luan namun, dia tidak kelihatan. Dia lalu menanyakan ke salah satu staf yang bertugas disana.
( Berbicara menggunakan bahasa inggris yang saya artikan )
"Permisi, apa anda tau dimana Luan Brayan Wesley? Dia adalah pemain bola yang akan bertanding hari ini," tanya Sarah.
"Oh iya, dia sedang berada diruang khusus didalam. Selain pelatih dan pemain serta para staf, orang lain tidak dizinkan masuk kesana nona. Baiklah, saya permisi," jawab staf tersebut.
"Hah! Kakak, ternyata kakak disini. Ayo cepat! Kita cari tempat duduk ke dalam stadion," ucap Adelia.
"Sarah, ternyata kita dapat tempat duduk VIP. Wow, didalam negri saja aku tidak pernah beli tiket VIP, ini di luar negri malah dapat tiket VIP secara gratis. Ternyata nyaman dan jelas banget melihat dari sini. Sarah, Sarah! Kamu kenapa sih melamun terus?" tegur Hara.
"Aku belum ketemu Luan, aku ga bisa hubungi dia, phonsel nya ga aktif," ujar Sarah.
"Yaudah, nanti aja kamu hubungi dia lagi setelah pertandingan ini selesai," ucap Hara.
Setelah satu jam mereka menunggu, akhirnya pertandingan pun dimulai.
Luan dan para pemain lain nya muncul dan berjalan ke tengah lapangan.
"Luan... itu Luan," ucap Sarah.
"Iya kak, itu kak Luan. Wow! Ga nyangka dia ganteng dan maco banget pake kostum bola," ujar Adelia.
"Heh! Adel. Awas, jaga sikap mu!" ucap Sarah yang cemburu.
"Hmm, baiklah!" jawab Adelia.
***
Priiiittttttttttt ...
Peluit panjang di tiup oleh wasit, tanda pertandingan babak pertama dimulai.
Luan melihat ke arah penonton VIP, seperti nya ada yang dia cari.
"Luaannn.... Luaannn..., Aku disini!" panggil Sarah yang berdiri sambil melambaikan tangan kepada Luan.
Luan yang melihat Sarah pun langsung tersenyum dan kembali fokus dengan permainan.
Dari barisan depan VIP terlihat ada seorang wanita yang terus memandang sinis kepada Sarah yang terus meneriaki nama Luan, sepertinya wanita itu tidak suka kehadiran Sarah.
Setelah pertandingan usai. Sarah pun turun dan menghampiri Luan.
Luan juga langsung menghampiri Sarah, mereka berdua berpelukan seperti melepas rindu satu sama lain.
"Aku yakin kau pasti akan datang malaikat ku," ujar Luan.
"Paman yang bilang kepada ku, dia juga berpesan untuk menjaga mu selama kamu disini," jawab Luan.
"Ihh, jadi sia-sia dong, aku merahasia kan kedatanganku. Lalu kenapa kamu tidak menelfon ku kemarin?" tanya Sarah.
"Aku sengaja membuatmu gelisah, agar selalu memikirkan ku dan memimpikanku dalam tidur mu. Hahaha, aku bercanda. Adelia sudah memberi tahu kalau kalian sudah menginap dihotel, agar aku tidak khawatir," jawab Luan.
"Jadi Adel udah kasih tahu kamu. Ihh, anak itu!" sahut Sarah.
"Luan?" panggil Gracia.
"Hai, Grac. Kau juga menonton pertandingan ini, aku kira kau sedang sibuk," ujar Luan.
"Demi kamu, aku akan menunda pekerjaanku Luan," ucap Gracia.
"Terima kasih Grac. Oh iya, kenalkan ini Sarah, kekasih ku," ujar Luan.
"Oh, jadi dia pacarmu. Hai, aku Gracia, teman dekat Luan disini. Kami selalu bersama di kampus," ucap Gracia.
"Ahh! Hai juga, aku Sarah. Terima kasih karena telah menjaga Luan selama disini," ujar Sarah.
Gracia pun tersenyum sinis dan menatap mata Sarah dengan tajam.
"Sarah ... Sarah... !" panggil Hara.
"Iya Hara, ada apa?" tanya Sarah.
"Adelia pingsan dan sekarang ada di ruang pengobatan," ujar Hara.
Sarah terkejut. "Apa?"
Sarah dan Luan langsung berlari ke dalam ruang pengobatan.
"Adel, syukurlah kamu sudah sadar. Kamu kenapa? Apa kamu kelelahan?" tanya Sarah.
"Sarah, aku mau pesan makanan dan minuman buat kalian ya. Mungkin Adel belum makan sampai dia pingsan begini," ujar Luan.
"Baiklah, terima kasih ya!" jawab Sarah.
"Adel kamu kenapa? Apa benar kamu belum makan? Tadi dihotel, bukan nya kita sudah makan," tanya Sarah.
"Ssstttttttt ... Kakak. Kakak ga usah cemas, aku cuma pura-pura pingsan," ucap Adelia lirih.
"Apa? Kamu ini. lhh, semua orang panik dan khawatir. Kamu malah cuma pura-pura," ucap Sarah.
"Kakak, habis aku ga tahan lihat pemain bola yang ganteng-ganteng itu. Aku pura-pura pingsan dihadapan mereka supaya aku ditolong sama mereka. Ahh! Benar saja, mereka berebut menolongku. Dan yang paling membuat aku kagum adalah harum keringat mereka yang sexy dan cool. Ahh! Rasa nya aku mau pingsan lagi," ujar Adelia.
"Adel, jangan macam-macam disini. Atau kita akan pulang sekarang!" ancam Sarah.
"Apa? Sekarang! ga, aku ga mau pulang," jawab Adelia.
"Sudah - sudah, kalian berdua jangan bertengkar lagi, seperti anak kecil saja," ucap Hara.
"Hai! Makanan sudah datang. Ayo kalian cepat makan, agar tidak ada yang pingsan lagi," ucap Luan.
"Hehehe, ayo makan. Kak Sarah, Kak Hara, ayo makan!" ucap Adelia.
"Adel... Awas ya! Kakak akan bilang tentang kelakuan genit mu ini pada ibu nanti," batin Sarah.
🍀Bersambung... 🍀
###
.
.
.
Nexs ya >>>👉
Saya harap kalian antusias dan memberi like 👍saran dan dukungan vote untuk novel ini.
Terima kasih.🙏
🌹~l Miss You~🌹